Comscore Tracker

Omzet Turun? Yuk UMKM  Kembangkan Pasar Lewat E-commerce 

Inisiatif hyperlocal hadir untuk UMKM lokal

Balikpapan, IDN Times - Platform digital sebagai media untuk melakukan jual-beli kini makin berkembang. Banyak UMKM yang dulunya berjualan secara konvensional, belakangan beralih ke online. Salah satunya lewat kerja sama dengan e-commerce kebanggaan anak bangsa, Tokopedia. 

Mitra Tokopedia hingga kini hampir 100 persen merupakan UMKM lokal. Apalagi di masa-masa pandemik COVID-19 di mana jumlahnya kian meningkat. 

Senior Lead Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Yanuar Rakhmad mengungkapkan,  pihaknya telah menghadirkan inisiatif hyperlocal sejak pertengahan 2020 lalu. 

"Tujuannya kami agar seluruh masyarakat punya kesempatan sama dalam menemukan berbagai produk kebutuhan dengan mudah. Juga untuk menciptakan peluang usaha, bahkan di tengah pandemik," ungkapnya dalam virtual media briefing Senin (10/8/2021) kemarin.

1. Hadirkan inisiatif hyperlocal dan digitalisasi pasar

Omzet Turun? Yuk UMKM  Kembangkan Pasar Lewat E-commerce Webinar inisiatif Hyperlocal Tokopedia, Senin 9/8/2021). (Dok IDN Times/ Tangkapan Layar)

Inisiatif hyperlocal juga telah mendorong peningkatan transaksi, misalnya di tiga kota di Indonesia Tengah, yakni Denpasar, Makassar, dan Balikpapan. Untuk Balikpapan, kategori yang paling banyak dicari adalah fashion, ibu dan anak serta fashion anak, kesehatan dan perawatan diri, serta makanan dan minuman.

Tak hanya hyperlocal, tapi kini Tokopedia juga melakukan kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah juga telah menghadirkan inisiatif digitalisasi pasar. 

Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Emmiryzan menjelaskan, program ini telah berjalan di pasar tradisional berbagai daerah. Seperti Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Kabupaten Bandung hingga Tasikmalaya.

Tujuannya agar pasar bisa beradaptasi dan mengembangkan usaha terutama di tengah pandemik, dengan memanfaatkan teknologi.

Selain itu ada pula tokomart yang termasuk pada hyperlocal. Mengusung teknologi geo-tagging, tokomart membantu masyarakat mengakses beragam produk kebutuhan pokok dari penjual terdekat sehingga lebih efisien.

"Kami juga menjalin kerja sama dengan Kemenkeu RI dan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan dengan mudah. Masyarakat kini bisa membayar PBB online, e-Samsat dan lebih dari 900 jenis penerimaan negara lainnya dengan lebih aman dan mudah,” tutup Emmir. 

Baca Juga: Jadi Episentrum Sebaran COVID-19, Ini  Dalih Pembelaan Kaltim 

2. Pilih platform digital setelah omzet turun pasca pandemik

Omzet Turun? Yuk UMKM  Kembangkan Pasar Lewat E-commerce Sambal Raja roa, produk Balikpapan yang masuk e-commerce dan berhasil berkembang (DOK. IDN Times/ Istimewa)

Di Balikpapan, ada Imam Masyhuda pemilik Sambal Raja Roa yang juga merasakan manfaat e-commerce dengan tema hijau ini. Usaha miliknya itu sebenarnya sudah berdiri sejak 2014 cukup terbantu keberadaan e-commerce. 

Sambal roa asli Manado buatan mertuanya sudah dikenal enak dan digemari pasar. 

"Akhirnya kami mencoba menjual produk sambal roa. Ternyata banyak yang antusias, seperti teman-teman juga banyak sekali yang membeli. Makanya usaha ini berlanjut dan sampai sekarang," ungkap Imam. 

Diakuinya, omzet yang diperoleh Sambal Raja Roa mulai turun sejak pandemik. Tak tanggung-tanggung, hingga 80 persen. Sampai berujung pada pengurangan produksi dan terpaksa merumahkan beberapa karyawan. 

"Padahal  mempekerjakan ibu-ibu sekitar yang butuh penghasilan. Kami terpaksa merumahkan mereka. Sampai akhirnya saya belajar jualan secara online, pakai platform digital," jelasnya. 

3. Pemilik Sambal Raja Roa manfaatkan fitur e-commerce untuk tingkatkan penjualan

Omzet Turun? Yuk UMKM  Kembangkan Pasar Lewat E-commerce Tokopedia.com

Menurut dia, platform digital sangat banyak pengaruhnya terhadap omzet yang ia terima. "Kami sadar, di era digital platform teknologi berpengaruh sekali. Apalagi makin ke sini makin banyak fitur yang memudahkan kami dalam melakukan penjualan dan promosi," katanya.

Sejumlah fitur e-commerce yang menurut Imam cukup menguntungkan dan membantu, seperti broadcast, chat, juga lainnya. Apalagi ada juga program dan kampanye di Tokopedia yang menjadi peluang untuk menjual lebih banyak produk. 

"Ada program KTP, top ads, itu yang membuat pesanan naik. Dan kami juga pakai messenger," katanya. 

Sejak bergabung, lanjutnya, secara intens tim Tokopedia juga terus intens berkomunikasi dengan dirinya, selaku pelaku UMKM. "Sejak pakai e-commerce omzet saya naik tiga kali lipat," ungkapnya.

Baca Juga: Astaga, 120 Guru di Kaltim Meninggal Dunia Terpapar COVID-19

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya