Comscore Tracker

Penolong saat Krisis, Ini Cara Menghitung Dana Darurat untuk Keluarga 

Persiapkan dana darurat sedini mungkin 

Jakarta, IDN Times - Kehidupan finansial banyak orang di dunia terpukul akibat virus corona atau COVID-19 yang melumpuhkan banyak kegiatan. Kebijakan pemerintah Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 juga membawa bagi industri di Indonesia. Meskipun saat ini telah memasuki new normal namun situasi tak lagi sama.

Banyak perusahaan yang justru “merumahkan” karyawan tanpa digaji. Menurunnya penjualan membuat perusahaan tidak sanggup membayar gaji dan tunjangan hari raya kepada karyawan. Bahkan banyak juga yang terkena PHK.

Oleh sebab itu, berkurangnya pendapatan selama pandemik COVID-19 membuat masyarakat harus bijak dalam mengelola keuangan. Menurut CEO Finansialku, Melvin Mumpuni, dana darurat sangat dibutuhkan di tengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

1. Dana darurat dapat digunakan saat kondisi mendesak

Penolong saat Krisis, Ini Cara Menghitung Dana Darurat untuk Keluarga Ilustrasi uang (IDN Times/Mela Hapsari)

Melvin mengatakan, dana darurat adalah dana yang disisihkan atau disimpan sehingga dapat digunakan pada untuk kebutuhan mendesak. Misalnya, tiba-tiba terkena PHK, biaya pengobatan akibat kecelakaan, atau bahkan untuk mengganti genteng rumah yang bocor.

"Dana darurat dapat disimpan dalam bentuk logam mulia, deposito, reksa dana dan saham," ujarnya.

Namun, karena reksa dana dan saham fluktuatif, Melvin menyarankan bentuk dana darurat yang likuid, misalnya tabungan. Reksa dana dan saham bisa menjadi alternatif investasi jangka panjang. Namun, tetap boleh dicairkan apabila sudah tak ada lagi dana tunai untuk menyambung hidup.

Baca Juga: Hore Gajian, 4 Metode Alokasi Gaji Ini Bantu Selamatkan Uangmu

2. Untuk pekerja single siapkan dana darurat sebanyak 6 kali pengeluaran bulanan

Penolong saat Krisis, Ini Cara Menghitung Dana Darurat untuk Keluarga Ilustrasi Uang (IDN Times/Mela Hapsari)

Menurut Melvin, dana darurat harus dimiliki oleh setiap individu agar dapat tetap bertahan ditengah kondisi yang tidak menentu. Bagi yang masih single alias belum berkeluarga, kumpulkan dana darurat sebanyak 6 kali pengeluaran bulanan.

"Misalkan pengeluaran bulanan kalian 3 juta per bulan, dana darurat yang kalian perlukan adalah Rp18 juta. Jadi kalian dapat tetap bertahan hidup selama 6 bulan kedepan,” jelas Melvin.

3. Dana darurat untuk pekerja yang sudah berkeluarga sebanyak 12 kali pengeluaran bulanan

Penolong saat Krisis, Ini Cara Menghitung Dana Darurat untuk Keluarga Ilustrasi uang. IDN Times/Zainul Arifin

Sementara untuk yang sudah berkeluarga, kumpulkan dana darurat sebanyak 12 kali pengeluaran bulanan. Misalnya pengeluaran bulanan keluarga Rp5 juta, dana darurat yang diperlukan adalah Rp60 juta.

Melvin menjelaskan, "Kenapa harus dikalikan 12 bulan? Jika keluarga sudah memiliki anak, anak masih tetap harus sekolah. Oleh sebab itu, dana darurat keluarga harus dikalikan 12 bulan," ujarnya.

Baca Juga: 4 Kiat Cerdas Mengelola Keuangan Sejak Usia 20-an 

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya