Comscore Tracker

Pertimbangkan dan Ketahui Bedanya: Utang Baik dan Utang Buruk

Jangan sampai terjerat utang buruk yang menyulitkanmu

Jakarta, IDN Times - Utang bisa menjadi solusi saat ada permasalahan keuangan. Sayangnya, kata utang juga kerap kali diartikan sebagai hal yang negatif karena itu menunjukkan kita bisa jadi bukan termasuk orang yang berada atau cakap dalam mengatur keuangan.

Namun, persepsi itu jelas salah karena berutang tidak selalu berarti kita kekurangan. Berutang bisa jadi cara yang tepat untuk dapat memiliki sesuatu dan malah menguntungkan untuk dilakukan, dan utang sejenis ini disebut utang baik atau good debt.

Bagaimana membedakan utang yang baik dan yang buruk? 

1. Utang baik atau good debt

Pertimbangkan dan Ketahui Bedanya: Utang Baik dan Utang Burukilustrasi uang (IDN Times/Mela Hapsari)

Utang tak selalu buruk. Menurut Investopedia, utang baik atau good debt adalah utang yang bisa membuat peminjam dana menghasilkan pendapatan dan meningkatkan kekayaan bersih dari uang yang dipinjamnya.

Biasanya uang dari utang baik ini dihabiskan pada hal-hal penting seperti membeli rumah, membayar pendidikan, dan membiayai bisnis yang sedang berkembang.

Intinya, utang baik berarti uang pinjaman tersebut dihabiskan pada sesuatu yang dapat memberi nilai tambah bagi peminjam dana. Selain itu, utang baik juga artinya sang peminjam memiliki kemampuan untuk membayar utangnya.

Baca Juga: 5 Jurus Sukses Investasi Saham ala Lo Kheng Hong, Siap-siap Kaya!

2. Utang buruk atau bad debt

Pertimbangkan dan Ketahui Bedanya: Utang Baik dan Utang BurukIlustrasi dompet dan keuangan (IDN Times/Dwi Agustiar)

Sedangkan, utang buruk atau bad debt biasanya diartikan sebagai utang yang dihabiskan untuk membeli aset yang bisa terdepresiasi atau nilainya tidak naik dan tidak bisa membantu menghasilkan pendapatan.

Beberapa item penting yang bisa disebut sebagai aset yang bisa terdepresiasi dan kedepannya bisa menimbulkan utang buruk,antara lain utang untuk mobil atau kendaraan, pakaian, dan penggunaan kartu kredit yang tak terkendali.

Kartu kredit bahkan merupakan salah satu bentuk utang buruk yang terburuk. Suku bunga yang dibebankan di kartu kredit seringkali jauh lebih tinggi daripada suku bunga pinjaman konsumen, dan jadwal pembayaran diatur untuk memaksimalkan biaya bagi konsumen.

3. Pertimbangan khusus agar utang tidak jadi buruk

Pertimbangkan dan Ketahui Bedanya: Utang Baik dan Utang BurukIlustrasi Uang Kas (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski sepertinya mudah membedakan kategori utang baik dan buruk, namun tidak semua utang dapat dengan mudah diklasifikasikan sebagai baik atau buruk. Hal itu tergantung pada situasi keuangan setiap pribadi dan sejumlah faktor lainnya.

Beberapa faktor itu termasuk seberapa banyak utang yang sudah dimiliki seseorang dan berapa banyak lagi utang yang ingin diperolehnya, juga berapa banyak uang yang dimilikinya, dan kemampuan membayar utangnya.

Bahkan, jika seseorang meminjam dan menggunakan uang pinjaman untuk berinvestasi di aset yang menguntungkan, hal ini dapat berubah menjadi utang buruk apabila suatu saat investasi itu merugi dan membuat orang yang meminjam dana kehilangan uang tersebut.

Nah, sudah paham kan tentang utang baik dan buruk. Semoga bisa jadi pertimbangan untukmu jika suatu hari memutuskan akan berutang.

Baca Juga: Gaya Hidup Frugal Living, Cara Cermat Penuhi Kebutuhan dan Hemat Uang

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya