Comscore Tracker

Jaga Penampilan, Protokol Kesehatan COVID-19 di Salon dan Barbershop

Salon potensial jadi tempat penularan COVID-19

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 masih menjadi ancaman serius bagi warga dunia. Tetapi penampiln pun tetap perlu dijaga. Salah satunya dengan datang ke barbershop atau salon.

Pada saat pandemik ini ada ketentuan yang harus dipatahui, baik oleh penyedia jasa maupun pelanggan, agar salon dan barbershop tidak justru menjadi area penularan virus corona.

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dokter Reisa Broto Asmoro, agar terhindar dari paparan virus corona, pengelola dan pelanggan harus memastikan protokol kesehatan dijalankan. Protokol kesehatan diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01. 07/Menkes/382/2020, salah satu isinya pelaku usaha wajib menyediakan sarana cuci tangan.

"Bisa memakai sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses oleh pelanggan atau pengunjung, dan mewajibkan semua orang yang akan masuk harus mencuci tangan terlebih dahulu," kata Reisa dilansir dalam laman Covid.go id, Minggu (28/6).

1. Pengelola harus memeriksa suhu tubuh pekerja dan pengunjung

Jaga Penampilan, Protokol Kesehatan COVID-19 di Salon dan Barbershopilustrasi thermo gun (IDN Times/Mela Hapsari)

Reisa menganjurkan bagi pengelola salon, barbershop dan jasa perawatan kecantikan lainnya agar melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

"Nah, kalau ditemukan pekerja, atau pelanggan, atau pengunjung dengan suhu diatas 37,3 derajat Celcius, dan sudah diperiksa sebanyak 2 kali dengan jarak 5 menit di antara pemeriksaan, dan mereka memiliki gejala penyakit, maka tidak diperkenankan untuk masuk," jelasnya.

Para pekerja salon juga saat memberikan pelayanan wajib mengenakan alat pelindung diri seperti masker, face shield, ataupun pelindung mata, juga memakai celemek.

2. Pengunjung wajib mengenakan masker

Jaga Penampilan, Protokol Kesehatan COVID-19 di Salon dan BarbershopMalaymail

Sedangkan, bagi pengunjung masker wajib digunakan selama pelayanan berlangsung.

Dianjurkan tidak ada peralatan yang digunakan secara bersama, seperti handuk, celemek, atau alat potong rambut, dan lain sebagainya.

Bila terdapat alat yang harus dipakai secara berulang, maka harus disanitasi. Peralatan dan bahan tersebut itu dapat dicuci, bisa menggunakan deterjen, atau disterilkan dengan desinfektan.

Lebih lanjut, Reisa mengingatkan para pelaku usaha jasa perawatan dan kecantikan agar selalu menjaga kualitas udara di tempat usaha atau tempat bekerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari yang masuk.

"Termasuk pembersihan filter AC dengan rutin," jelasnya.

Baca Juga: 32 Persen Kasus COVID-19 di Kaltim Berasal dari Balikpapan

3. Transaksi nontunai

Jaga Penampilan, Protokol Kesehatan COVID-19 di Salon dan Barbershopilustrasi pembayaran cashless (IDN Times/Mela Hapsari)

Selanjutnya, ia mengimbau agar transaksi menggunakan pembayaran secara nontunai dengan memperhatikan desinfeksi untuk mesin pembayaran. Namun, apabila harus menggunakan uang tunai, maka disarankan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

"Nah, kalau harus bertransaksi dengan uang tunai, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau minimal menggunakan hand sanitizer," ujar  Reisa.

4. Peralatan wajib rutin didisinfeksi

Jaga Penampilan, Protokol Kesehatan COVID-19 di Salon dan BarbershopIlustrasi salon kecantikan (IDN Times/Shemi)

Hal lain yang harus diperhatikan adalah seluruh lingkungan jasa perawatan kecantikan atau rambut dan sejenisnya, dan juga peralatan yang digunakan, harus dalam kondisi bersih. Dibersihkan dan disinfeksi secara berkala setiap sebelum dan setelah digunakan.

"Terutama, pada bagian-bagian permukaan meja, kursi, pegangan pintu, dan peralatan lain yang sering disentuh oleh orang lebih dari satu, dan yang paling penting, kita mesti budayakan juga kalau di dalam salon, atau barbershop, atau tempat perawatan kecantikan lainnya, kita harus menerapkan jaga jarak minimal 1 meter," jelas Reisa.

Baca Juga: Pedagang Meninggal, Pemkot Balikpapan Swab Massal Pasar Pandansari

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya