Comscore Tracker

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruangan

Waspada, penyebaran virus dapat melalui udara

Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengakui bukti tentang penyebaran virus corona jenis SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, melalui airborne atau udara. WHO mengakui hal ini setelah didesak oleh para ilmuwan. Sebelumnya, WHO mengatakan cara penularan secara airborne ini hanya terjadi di lingkungan medis, tapi ternyata lingkupnya tidak sesederhana itu.

Transmisi airborne terjadi ketika virus SARS-CoV-2 disebarkan melalui droplet nuclei atau aerosol, yang tetap bisa menular ketika dilepaskan ke udara. Partikel tersebut berukuran super kecil, sekitar satu hingga empat mikrometer, sehingga cukup ringan untuk  'gentayangan' di udara setelah dikeluarkan oleh penderita.

Lokasi tertutup atau indoor rawan penularan COVID-19

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganilustrasi karyawan (Unsplash/Alex Kotliarskyi)

Melalui panduan terbaru COVID-19 yang dirilis beberapa waktu yang lalu (9/7), WHO menambahkan bahwa penularan virus corona secara airborne lebih rentan terjadi di dalam ruangan (indoor). Terlebih pada ruangan yang sempit, ramai, dan tertutup. Contohnya adalah gym, restoran, ruang kantor, dan tempat yang serupa.

Pada ruangan yang tertutup, sirkulasi udara tidak berjalan dengan lancar. Virus yang ada di dalam ruangan pun akan tertinggal dan hidup di sana. Alhasil, virus dapat terhirup, menempel di wajah, atau permukaan benda yang sering disentuh banyak orang.

Agar terlindungi dengan baik, ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan penularan COVID-19 saat beraktivitas di dalam ruangan. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Ruangan harus memiliki ventilasi yang memadai

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganarchitizer.com

Coba bayangkan skenario ini: kamu berada di ruangan yang tertutup bersama dengan sepuluh orang lainnya. Tanpa kamu tahu, tiga di antara orang tersebut positif COVID-19.

Saat mereka berbicara, batuk, atau bersin, droplet akan keluar dan menggantung di udara.Terlebih lagi, penelitian yang terbit dalam jurnal "Environment International" volume 42 yang baru terbit, seperti dikutip dari laman sciencedirect.com, SARS-CoV-2 bisa bertahan di udara selama lebih dari satu jam. Virus akan tetap berada di ruangan dan bisa menginfeksi orang-orang lain yang masih sehat.

Sistem ventilasi yang baik dibutuhkan agar virus tidak terus bertahan di dalam ruangan. Dengan membiarkan udara dari luar masuk ke dalam dan sebaliknya, virus yang mungkin terjebak di ruangan bisa bergerak keluar.

Caranya, buka semua jendela yang mengarah ke luar, begitu pula dengan pintu, dan ventilasi lainnya.

2. Menambahkan alat pembersih udara di dalam ruangan

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganlearn.allergyandair.com

Minimalkan penyebaran COVID-19 di ruangan bisa juga dengan menambahkan alat pembersih udara, seperti air purifier. Alat ini memang tidak bisa membunuh virus yang ada di udara. Namun, setidaknya alat tersebut mampu mengurangi jumlah partikel asing yang 'seliweran' di dalam ruangan.

3. Hindari resirkulasi udara

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganbt-sa.co.za

Juga dilansir dari sciencedirect.com, ada penelitian yang merekomendasikan untuk mengurangi udara resirkulasi di dalam ruangan untuk mencegah penularan COVID-19. Apa maksudnya?

Pada pendingin ruangan atau AC, terdapat dua mode yang bisa dipilih, yakni resirkulasi atau ambil udara dari luar. Pada umumnya, orang-orang memilih resirkulasi agar lebih hemat listrik. Namun, ternyata hal ini bisa meningkatkan penyebaran virus di dalam ruangan.

Resirkulasi akan membuat udara yang ada di ruangan tetap berada di dalam, dan AC membantu mengalirkannya ke seluruh sudut ruangan. Akibatnya, virus akan ikut terbawa udara dan berkeliling dari satu orang ke orang lain. Risiko paparan virus pun semakin tinggi.

Baca Juga: Waspada! Kasus COVID-19 di Kaltim Bisa Tiba-tiba Melonjak Tajam

4. Kurangi jumlah orang yang ada di dalam ruangan

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam RuanganDoc. P&G Indonesia

Selain memperbaiki kondisi ruangan, yang tak kalah penting adalah mengurangi jumlah orang yang menempatinya. Sesungguhnya ini merupakan konsep physical distancing.

Jika biasanya sebuah ruangan di kantor diisi oleh 50 orang, untuk mencegah penularan COVID-19 setidaknya kapasitas harus berkurang setengahnya.

Konsentrasi virus yang tersebar di udara pun bisa berkurang. Dengan begitu, risiko paparan dan penularan SARS-CoV-2 secara airborne bisa diminimalkan. 

5. Jarak aman minimal dua meter antar orang

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganunsplash.com/Tim van der Kuip

Menyambung poin sebelumnya, setelah jumlah orang di dalam ruangan dikurangi, penting pula untuk memberikan jarak antara satu sama lain. Jarak yang disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) adalah minimal dua meter.

Namun, sebenarnya dengan adanya bukti transmisi airborne, ada baiknya untuk memperlebar jarak terebut.

Contohnya di ruangan kantor. Ada baiknya jika setiap pekerja duduk secara zig-zag. Tujuannya agar ketika berbicara, droplet tidak langsung mengenai wajah orang lain.

Penting pula untuk memberikan jarak antara setiap meja. Namun, jika ruangan terlalu kecil, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan sistem shift agar physical distancing tetap terjaga.

6. Setiap orang semestinya pakai masker, face shield, dan proteksi lainnya

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganunsplash.com/Engin Akyurt

Seperti anjuran dari WHO dan CDC, setiap orang wajib hukumnya untuk menggunakan masker. Efektivitasnya memang sulit untuk diukur secara pasti. Namun, masker dapat menghindarkan kamu dari cipratan droplet, sekaligus menghalau partikel virus di udara untuk masuk ke dalam hidung. 

Selain itu, kamu juga bisa menambahkan face shield, kacamata, sarung tangan, dan alat proteksi lainnya sesuai kebutuhan. Alat-alat itu, tak hanya dapat melindungi dirimu sendiri, tapi juga orang lain yang ada di sekitar.

7. Hindari kontak dekat dengan orang lain

Airborne, Begini Cara Minimalkan Penularan COVID-19 di dalam Ruanganunsplash/CoWomen

Terakhir, sebisa mungkin hindari kontak dekat dengan orang lain di tempat publik. Hal ini meliputi nongkrong, ngobrol, dan semua interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Mengutip dari elpais.com, semakin lama dan intens kontak dekat tersebut, semakin besar pula kemungkinan virus untuk menyebar melalui udara di sekitar kamu. Kita tidak tahu siapa saja yang menjadi carrier dari SARS-CoV-2. Ingat, orang yang terlihat sehat di luar juga bisa menularkannya. 

Itulah sejumlah cara untuk mengurangi penyebaran COVID-19 secara airborne di dalam ruangan. Selain hal-hal yang telah disebutkan tadi, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, hindari tempat publik yang ramai, serta rutin cuci tangan sesering mungkin.

Selain itu, kalau memang tidak ada urusan penting, lebih baik di rumah saja. Hal ini tidak cuma menyelamatkan diri, tetapi juga bisa melindungi orang lain di sekitarmu.

Baca Juga: Jaga Penampilan, Protokol Kesehatan COVID-19 di Salon dan Barbershop

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya