Comscore Tracker

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitas

Apa bahaya obesitas untuk anak?

Fakta, sekarang ada 42 juta anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia yang terkena obesitas. Hampir 35 juta di antaranya tinggal di negara maju. Ini adalah data di tahun 2010 yang dipublikasikan di Journal of Family Medicine and Primary Care.

Penasaran, apa penyebab anak-anak terkena obesitas? Dan apa bahayanya bagi mereka? Intip jawabannya di bawah ini!

1. Anak-anak dikategorikan obesitas apabila massa lemak di tubuh sekitar 25-30 persen

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitaswesterlynews.ca

Apa patokan seseorang disebut sebagai obesitas atau tidak? Berdasarkan penelitian yang dilakukan di tahun 1992 pada 3.320 anak-anak berusia 5-18 tahun, seorang anak dikategorikan obesitas apabila jumlah massa lemak di tubuh lebih dari 25 persen untuk laki-laki dan lebih dari 30 persen pada perempuan.

Mengetahui obesitas juga bisa dilakukan dengan menghitung body mass index (BMI). Cara menghitungnya sederhana, yakni BMI = kg/m2. Seseorang dikategorikan kekurangan berat badan apabila BMI-nya kurang dari 18.5, normal jika BMI-nya 18.5-24.9, kelebihan berat badan jika BMI-nya 25-29.9 dan obesitas jika BMI-nya 30-34,9.

2. Makanan dan minuman manis bisa menyebabkan obesitas pada anak

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitasbengreenfieldfitness.com

Penelitian yang dilakukan pada tahun 1996-1998 pada anak-anak usia 9-14 tahun menunjukkan korelasi antara makanan manis dengan obesitas. Anak-anak yang mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat meningkatkan BMI secara bertahap selama beberapa tahun.

Disarankan untuk membatasi jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya. Batasi hanya 25 gram gula per hari untuk anak-anak berusia 2-18 tahun. Bukan hanya menyebabkan obesitas, mengonsumsi terlalu banyak gula bisa menyebabkan diabetes tipe 2, masalah jantung dan tekanan darah tinggi, jelas laman Cleveland Clinic.

3. Sering mengonsumsi camilan juga bisa menyebabkan obesitas pada anak

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitasfoodnavigator.com

Tak sedikit anak yang pilih-pilih makanan dan hanya mau mengonsumsi makanan yang ia sukai. Termasuk, makanan ringan yang rendah nutrisi, seperti keripik kentang, permen dan sejenisnya. Padahal, banyak penelitian yang menyebut bahwa makanan ringan berkontribusi pada naiknya berat badan pada anak.

Bayangkan, 100 gram keripik kentang saja memiliki 536 kalori! Bukan hanya itu, lemaknya juga tinggi, yakni 35 gram! Di sisi lain, jumlah lemak harian yang aman dikonsumsi hanya 20 gram untuk perempuan dan 30 gram untuk laki-laki. Tak heran, anak-anak yang suka ngemil berisiko tinggi terkena obesitas.

4. Kurangnya aktivitas bisa menyebabkan anak-anak jadi obesitas

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitasemaze.com

Salah satu faktor signifikan yang bisa menyebabkan obesitas adalah gaya hidup. Apalagi, jika anak malas bergerak. Menurut penelitian, menonton televisi satu jam sehari bisa meningkatkan risiko obesitas hingga 2 persen. Apalagi, jika menonton televisi sambil memakan camilan dengan kalori serta kadar gula dan garam yang tinggi.

Kini, tak banyak anak yang bermain di luar setelah jam sekolah usai. Terlebih, di wilayah perkotaan besar dan padat penduduk. Tak sedikit anak-anak yang memilih untuk bermain gadget sepulang sekolah. Padahal, kurangnya aktivitas dan kurang bergerak bisa memicu risiko obesitas apabila dilakukan secara terus-menerus.

Baca Juga: Waspada! 5 Penyakit Berbahaya Ini Diakibatkan oleh Obesitas

5. Tentu saja, obesitas erat kaitannya dengan faktor genetik!

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitasodt.co.nz

Obesitas erat kaitannya dengan faktor genetik. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di laman Health Corps, sekitar 35-40 persen berat badan anak diwarisi dari orang tua. Penelitian ini dilakukan pada 100.000 anak-anak dan orang tua di berbagai negara, termasuk Inggris, Indonesia, China, AS, Meksiko dan Spanyol.

Orang tua yang obesitas bisa memberi contoh pola makan dan gaya hidup tidak sehat yang bisa dicontoh oleh sang anak. Tak heran jika anak-anak yang lahir dari orang tua gemuk kemungkinan besar akan menjadi gemuk juga. Meski begitu, faktor genetis hanya menyumbang 40 persen risiko obesitas, sementara 60 persennya berasal dari gaya hidup.

6. Anak-anak yang obesitas cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitasyoga360news.com

Bukan hanya buruk bagi kesehatan, obesitas juga rentan terhadap psikologis anak. Heather L. Paxton yang menulis tesis berjudul "The Effects of Childhood Obesity on Self-Esteem" menyebut bahwa anak-anak yang mengalami obesitas rentan terhadap penolakan dari teman sebaya, perundungan (bullying) dan menurunkan rasa percaya diri.

Rasa kepercayaan diri yang rendah berkaitan dengan gangguan kecemasan, depresi dan ide bunuh diri (suicidal thoughts). Semua ini bisa terbawa hingga anak menjadi dewasa. Oleh karena itu, anak-anak yang mengalami obesitas perlu pendampingan dan dukungan agar tidak mengalami masalah kesehatan mental.

7. Lantas, bagaimana dengan kasus obesitas pada anak-anak di Indonesia?

Sekitar 42 Juta Anak di Dunia Obesitas, Ini 7 Fakta tentang Obesitasunicef.org

Kasus obesitas anak di Indonesia tak kalah dari negara-negara lain. Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardinsyah menyebut bahwa kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan hingga 18 persen. 10 persen dari jumlah tersebut dialami oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Hardinsyah menambahkan bahwa penyebab kelebihan gizi pada anak-anak disebabkan karena aktivitas fisik yang rendah, terlalu banyak beristirahat, stres hingga asupan makanan yang tidak dikelola dengan baik. FYI, Malaysia, Indonesia, Thailand dan Singapura adalah negara-negara dengan kelebihan berat badan tertinggi di Asia Tenggara!

Jadi itulah sejumlah fakta tentang obesitas, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Wah, 5 Kebiasaan Kecil Ini Menjauhkanmu dari Obesitas Lho!

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya