Comscore Tracker

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan Domestik

Asli buatan Indonesia

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Indonesia, Prof. Wiku Adisasmito, mengumumkan Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 12 tahun 2021 dan menggantikan SE Nomor 7 tahun 2021 pada Minggu (28/3/2021). SE tersebut menetapkan bahwa mulai April, tes GeNose C19 menjadi salah satu syarat perjalanan via pesawat.

Ini menjadi salah satu bukti kesungguhan pemerintah Indonesia untuk memperbanyak testing COVID-19. IDN Times merangkum fakta-fakta menarik yang perlu kamu tahu tentang alat tes GeNose C19, alat deteksi COVID-19 buatan Indonesia!

1. GeNose C19 adalah inovasi dari UGM

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan DomestikSeorang anak melakukan tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C19 di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Sejauh ini, tes COVID-19 dilakukan dengan dua cara: tes darah (rapid) dan tes usap (swab) nasofaring (rapid tes antigen dan PCR). Universitas Gadjah Mada (UGM), memperkenalkan tes COVID-19 lewat embusan napas, yaitu Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose.

GeNose yang dikembangkan oleh tim ahli dari UGM ini sebelumnya telah melewati uji profiling dengan 600 sampel di RS Bhayangkara Polda DIY dan RS Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro di Yogyakarta. Hasilnya, GeNose menunjukkan akurasi hingga 97 persen.

2. Begini cara kerja GeNose

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan DomestikAlat GeNose besutan peneliti UGM. Dok: istimewa

Seperti sebelumnya disebutkan, GeNose bekerja untuk mendeteksi COVID-19 lewat embusan napas. Menurut Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi (Kemenristek/BRIN), GeNose memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas 92 persen dan 95 persen, maka dari itu bisa dijadikan alat screening. Mengapa hasil pemeriksaan GeNose C19 bisa akurat?

Sebelumnya, kita kenali dulu perbedaan sensitivitas dan spesifisitas. Sensitivitas merujuk pada kemampuan tes untuk menentukan apakah individu benar-benar sakit, sedangkan spesifisitas adalah kebalikannya, untuk menentukan apakah individu benar-benar tidak sakit.

Untuk GeNose, UGM sampai mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sendiri. Melansir situs resmi UGM, anggota tim pengembang GeNose, Dian K. Nurputra, menjelaskan bahwa GeNose mendeteksi volatile organic compound (VOC). VOC sendiri adalah "produk" yang keluar bersama napas sebagai tanda COVID-19.

Individu tinggal mengembuskan napas ke tabung GeNose. Sensor tabung akan memeriksa VOC di embusan napas. Data yang diperoleh sensor kemudian diolah oleh AI dan ditampilkan ke layar dalam bentuk kurva dan dua angka desimal. Jika angka desimal tersebut di bawah 0,6 (60 persen), maka prediksi GeNose tersebut lemah.

Baca Juga: Tes GeNose Gratis Bagi Warga Samarinda, Begini Syarat Lengkapnya

3. Hasil analisis dengan GeNose tak sampai 5 menit

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan DomestikDok.Kemenristek/BRIN

Selain itu, istimewanya hasil analisis GeNose hanya butuh 2-3 menit. Hal tersebut dipaparkan oleh Ketua Tim Pengembang GeNose, Kuwat Triyono, pada September 2020 lalu. Dengan kata lain, dalam 1 jam, GeNose dapat melayani 20 peserta.

Kuwat menjelaskan bahwa GeNose butuh waktu 2-3 menit, termasuk pengambilan napas, untuk mendeteksi VOC dan memvonis COVID-19. Dalam acara Public Expose GeNose: Teknologi Pengendus Covid-19, Kuwat pun mengklaim bahwa GeNose mencatatkan rekor analisis hanya dalam 80 detik!

4. GeNose tidak bisa dipakai di sembarang tempat dan jangan mengonsumsi makanan yang baru sebelum tes

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan DomestikGeNose buatan UGM. Dok: Humas UGM

Meskipun demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, GeNose tidak bisa diperlakukan sembarangan. Menurut konferensi daring di UGM Science Techno Park pada 4 Maret lalu, Dian mengatakan bahwa alat screening COVID-19 buatan Indonesia ini harus ditempatkan secara tepat. Pasalnya, ini bisa memengaruhi akurasi GeNose.

Dian mengatakan bahwa udara yang mengalir memengaruhi GeNose. Untungnya, kelemahan ini diatasi dengan "pendeteksi udara" di alat tersebut. Secara otomatis, GeNose akan "mengendus" udara di lingkungan sekitar dan menentukan apakah alat tersebut cocok atau tidak.

Kuwat juga menambahkan bahwa makanan yang dikonsumsi sebelum tes pun bisa memengaruhi. Satu jam atau 30 menit sebelum tes GeNose, lebih baik jangan mengonsumsi makanan beraroma kuat seperti petai, jengkol, durian, kopi, hingga rokok. Karena bisa mengganggu akurasi alat tersebut.

5. Sudah diberi lampu hijau oleh Kemenkes

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan Domestikugm.ac.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) tidak butuh waktu lama untuk memberi izin operasional GeNose C19. Pada 24 Desember 2020, Kemenkes resmi merestui GeNose sebagai alat deteksi COVID-19. Izin edarnya tertulis dalam KEMENKES RI AKD 20401022883.

Dengan pendanaan dari Kemenristek/BRIN dan Badan Intelijen Negara (BIN), UGM mampu memproduksi 100 unit untuk batch pertama. Kuwat berharap bahwa masing-masing 100 unit tersebut dapat melakukan 120 tes atau 12.000 orang per hari. Bahkan, ia mengklaim UGM siap memproduksi hingga 5.000 alat pada Februari 2021.

Untuk memenuhi tujuan mulia tersebut, UGM juga menggandeng konsorsium beranggotakan lima perusahaan untuk ikut memperlancar roda produksi GeNose. Lima perusahaan tersebut adalah:

  • PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik GeNose)
  • PT Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor)
  • PT Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic)
  • PT Nanosense Instrument Indonesia (AI, elektronik, dan layanan purnajual)
  • PT Swayasa Prakarsa (perakitan, perizinan, standar, QC/QA, bisnis)

6. Bak bumi dan langit, perbedaan harga tes dan alat GeNose

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan Domestikugm.ac.id

"Berapa harga alat GeNose?"

Inilah pertanyaan yang kerap ditanyakan. UGM mematok harga Rp62 juta per unit, all in. Kantong GeNose sekali pakai hanya Rp20 ribu, dan terdiri dari kantong berbahan plastik, filter HEPA, pipa adaptor, colokan, dan selang PU 15 meter.

Kuwat memastikan bahwa biaya tes dengan GeNose tidak semahal tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes rapid. Kamu hanya perlu bayar Rp15-20 ribu untuk tes GeNose!

7. Perubahan pada SE Satgas COVID-19 tentang GeNose

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan DomestikSeorang anak melakukan tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C19 di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Per 1 April 2021, SE no. 12 tahun 2021 menggantikan SE no. 7 tahun 2021 dan menyertakan GeNose sebagai standar bepergian di Indonesia. Ditandatangani Kepala BNPB dan Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, pada 26 Maret 2021, apa bedanya kedua SE tersebut?

Di SE no. 7 tahun 2021, efektif pada 9 Februari 2021, GeNose hanya dimasukkan sebagai syarat untuk bepergian di darat dan kereta api antar kota. Penumpang harus membawa hasil tes GeNose maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus masa libur panjang atau keagamaan, hanya butuh hasil GeNose maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Nah, di SE no. 12 tahun 2021 poin 3 (b) dan (c), GeNose sudah dimasukkan sebagai syarat untuk bepergian di udara dan laut juga. Kamu dapat melakukan tes GeNose di bandara dan pelabuhan sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC (electronic health alert card) Indonesia.

Kedua SE tersebut sama-sama membebaskan anak berusia di bawah 5 tahun dari kewajiban tes GeNose. Saat ini, bandar udara yang menerapkan GeNose adalah:

  • Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II, Palembang
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  • Bandara Internasional Yogyakarta, DIY Yogyakarta
  • Bandara Internasional Juanda, Surabaya
7 Fakta GeNose, Alat Deteksi COVID-19 untuk Syarat Perjalanan DomestikGrafis pencegahan COVID-19/ IDN Times

Itulah beberapa fakta penting mengenai GeNose. Berlaku mulai 1 April 2021, GeNose C19 jadi salah satu persyaratan buat orang-orang yang bepergian lewat jalur udara, laut, darat, serta kereta api.

Tetap patuh dan disiplin dalam melakukan protokol kesehatan ke mana pun kamu pergi dengan memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, hindari menyentuh mata, mulut dan hidung, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Stay safe, guys!

Baca Juga: Awas! Kasus Terus Bertambah, Aktivitas Warga Kaltim Kembali Dibatasi

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya