Comscore Tracker

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Ini

Jaga kesehatan ibu hamil dan jabang bayi

Masa kehamilan bisa menyenangkan tetapi juga menyebalkan. Kenapa? Banyak pantangan ini itu, termasuk soal makanan dan minuman yang mesti dihindari.

Apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan memengaruhi kesehatan sang ibu dan janin dalam kandungan. Jadi, lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari, bukan?

Bagi kamu calon ibu (dan ayah), siapkan buku catatan dan alat tulis, inilah daftar makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, dari yang mesti dibatasi konsumsinya sampai yang tidak boleh dimakan sama sekali.

1. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Inifreepik.com

Ikan dengan kandungan merkuri tinggi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan karena kandungan merkuri dapat mengancam kesehatan ibu hamil, terutama untuk sistem saraf, kekebalan tubuh, dan ginjal. Untuk janin, paparan merkuri bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Sering ditemukan di laut yang tercemar, ikan laut besar dapat mengakumulasi merkuri dalam jumlah tinggi karena memangsa ikan atau biota laut yang terpapar merkuri. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan merkuri tinggi saat hamil dan menyusui.

Melansir panduan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), ikan dengan kandungan merkuri tinggi antara lain:

  • Hiu;
  • Ikan todak atau swordfish;
  • Tenggiri Amerika atau king mackerel;
  • Tuna (terutama tuna mata besar);
  • Marlin;
  • Tilefish
  • Orange roughy.
Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Inicookinglight.timeinc.net

"Apakah berarti tidak boleh makan ikan?"

Boleh, kok. FDA mengatakan bahwa mengonsumsi ikan rendah merkuri pada dasarnya baik untuk kesehatan, termasuk untuk ibu hamil, dengan porsi 2-3 per minggu. Ikan-ikan yang memiliki kadar merkuri rendah adalah:

  • Ikan teri;
  • Ikan kod;
  • Ikan sebelah (flounder);
  • Ikan haddock;
  • Ikan salmon;
  • Ikan tilapia; 
  • Ikan trout (air tawar).

Dari daftar tersebut, ikan salmon dan kod amat disarankan karena memiliki asam lemak omega-3, yang baik untuk janin.

2. Hindari konsumsi Ikan mentah

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Inirokaakor.com

Kalau sedang hamil, tahan dulu ngidam sajian ikan mentah dalam sushi atau sashimi. Pasalnya, makan ikan mentah bisa meningkatkan risiko infeksi virus, bakteri, atau parasit yang membahayakanmu dan kandungan.

Salah satu infeksi bakteri yang ditakutkan adalah listeria. Disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes, bakteri ini dapat ditemukan di tanah dan air atau tanaman yang terkontaminasi. Ikan mentah dapat terinfeksi selama pemrosesan, termasuk pengasapan atau pengeringan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ibu hamil 10 kali lebih rentan terjangkit infeksi listeria. Selain itu, CDC memperingatkan kalau ibu hamil tanpa sadar bisa menularkan listeria pada janin melalui plasenta.

Akibatnya bisa terjadi risiko keguguran, lahir mati (stillbirth), kelahiran prematur, gangguan pada bayi, dan risiko kesehatan lainnya.

3. Daging mentah dan olahan

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman IniIlustrasi (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Sama halnya dengan sushi dan sashimi mentah, daging ternak mentah (ayam, sapi, hingga babi) juga mesti dihindari. Selain itu, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi produk daging olahan kecuali telah dipanaskan sampai benar-benar matang.

Daging mentah atau olahan yang tidak dimasak dengan benar dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri atau parasit seperti ToxoplasmaE. coliListeria, dan Salmonella. Infeksi bakteri dapat meningkatkan risiko stillbirth dan gangguan neurologis pada janin, sehingga menyebabkan keterbelakangan mental, kebutaan, dan epilepsi.

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Iniunsplash.com/Jason Leung

Meskipun sebagian besar bakteri dapat ditemukan di permukaan daging, bakteri lain mungkin tersisa di dalam serat ototnya.

Sebenarnya, beberapa potongan daging utuh seperti tenderloin, sirloin, atau ribeye dari daging sapi, domba, dan sapi muda aman dikonsumsi meski tidak 100 persen matang. Namun, ini hanya berlaku jika daging tersebut utuh, dan benar-benar dimasak hingga matang di bagian luar, dari medium rare hingga well done.

Sedangkan daging potong dan olahan seperti patty, burger, daging cincang, babi, dan unggas sebaiknya tidak dikonsumsi mentah atau setengah matang.

Selainn  itu, konsumsi sosis dan daging deli (luncheon) juga harus dihindari karena potensi infeksi berbagai bakteri selama pengolahan dan penyimpanan.

Baca Juga: Coba Cek, 10 Kondisi Lidah Ini Gambarkan Kondisi Kesehatanmu

4. Telur mentah

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Inieggrecipes.co.uk

Telur mentah juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil karena rawan mengandung bakteri Salmonella. Infeksi Salmonella dapat berbahaya untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan kram pada rahim yang mengakibatkan kelahiran prematur dan stillbirth.

Beberapa produk makanan yang mengandung telur mentah yang patut dihindari antara lain:

  • Scrambled egg;
  • Telur apung/poached egg;
  • Saus Hollandaise;
  • Mayones serta es krim buatan sendiri.

Biasanya, produk-produk ini dijual menggunakan telur yang telah dipasteurisasi, sehingga aman dimakan. Namun, bacalah keterangan produk agar lebih berhati-hati. Masaklah telur tersebut hingga matang dan tahan godaan untuk makan telur setengah matang dan kuningnya yang menggiurkan!

5. Jeroan

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Inibritannica.com

Jeroan seperti hati, usus, dan ampela sebenarnya adalah makanan kaya akan nutrisi, termasuk di antaranya besi, vitamin B12, vitamin A, seng, selenium, dan tembaga yang baik untuk ibu hamil dan janin.

Namun, konsumsi vitamin A hewani (preformed vitamin A) dari jeroan tidak disarankan saat hamil, terutama pada trimester pertama. Hal tersebut dikarenakan konsumsi preformed vitamin A dapat menyebabkan kelainan bawaan (kongenital) hingga keguguran. Kalau ibu hamil menyukai jeroan, ada baiknya batasi konsumsi jeroan hingga satu porsi per minggu saja.

6. Kecambah mentah

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Iniunsplash.com/Lynda Hinton

Sayur kecambah mentah juga ada baiknya dihindari. Sering ditambahkan ke salad, dijadikan topping seperti soto, atau tidak dimasak hingga matang, ternyata sayuran kecambah seperti alfalfa dan tauge, jika dimakan mentah, malah meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella.

Hal ini dikarenakan lingkungan di mana mereka tumbuh disukai oleh bakteri Salmonella, sehingga dicuci pun sulit. Tidak perlu benar-benar menghindarinya, FDA menganjurkan untuk memasaknya hingga matang agar aman untuk dikonsumsi.

7. Makanan yang tidak dibersihkan dengan baik

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman IniCuci sayur dan buah. modernfarmer.com

Makanan seperti buah, sayur, dan daging yang tidak dibersihkan terlebih dahulu berbahaya untuk ibu hamil dan jabang bayi. Hal tersebut dikarenakan risiko infeksi bakteri dan parasit seperti Toxoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria, yang datang dari lingkungan dan saat pengolahan.

Salah satu infeksi parasit yang berbahaya untuk ibu hamil adalah toxoplasmosis yang disebabkan oleh Toxoplasma. Ibu hamil dapat menularkan toxoplasmosis pada bayi. Biasanya tanpa gejala, CDC memperingatkan bahwa bayi dapat mengalami gangguan akibat Toxoplasma di kemudian hari, hingga mengalami kebutaan atau keterbelakangan mental.

Cuci bersih bahan makanan menggunakan air mengalir, mengupas kulitnya, dan memasak buah dan sayuran hingga matang. Pertahankan kebiasaan ini setelah persalinan juga.

8. Junk food

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Iniworthview.com

Terakhir, hindari junk food meskipun terlihat menggoda. Pola makan kehamilan yang optimal sebaiknya terdiri dari makanan bernutrisi utuh, seperti protein, asam folat, dan zat besi, untuk memenuhi kebutuhan kehamilan dan jabang bayi.

Namun, sesuai namanya, makanan rendah gizi ini bukannya menyehatkan, malah membuatmu dan janin kekurangan nutrisi penting. Junk food mengandung kalori, gula, dan lemak jenuh yang tidak sehat!

Memang, kenaikan berat badan itu biasa saat hamil dan malah dibutuhkan untuk ibu hamil dan janin. Namun, konsumsi junk food bikin berat badan naik pesat hingga obesitas! Berbagai penelitian memperingatkan obesitas pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi saat kehamilan dan persalinan.

Sebagai saran, tetaplah berpegang pada makanan yang kaya akan nutrisi, seperti daging, buah, dan sayur. Pilih juga karbohidrat kaya serat seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Agar tidak bosan, dengan variasi resep dan teknik memasak, makanan sehat akan tetap enak di lidah, kok!

9. Produk susu dan jus buah yang tidak dipasteurisasi

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman IniJus dan susu. lifealth.com

Susu dan produknya serta jus buah yang tidak melewati proses pasteurisasi tidak disarankan untuk ibu hamil. Hal tersebut dikarenakan minuman yang terlihat sehat dan bergizi ini mengandung bakteri-bakteri yang membahayakan perut dan rahim seperti Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter.

Infeksi bakteri tersebut dapat muncul secara alami atau disebabkan oleh kontaminasi selama pengolahan atau penyimpanan. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk. Jadi, untuk meminimalkan risiko infeksi, minum dan makanlah susu, keju, dan jus buah yang sudah dipasteurisasi.

10. Minuman beralkohol

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Iniscienceabc.com

Bukan rahasia kalau minuman beralkohol tidak baik untuk kesehatan jika diminum secara berlebihan. Namun, untuk ibu hamil, minuman yang dijuluki "minuman setan" ini benar-benar harus dihindari! Menurut berbagai penelitian, selain keguguran dan komplikasi persalinan, perkembangan otak bayi dapat terganggu karena miras.

Selain itu, konsumsi minuman alkohol selama persalinan dapat mengakibatkan sindrom alkohol janin (fetal alcohol syndrome atau FAS). FAS dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, serta kecacatan jantung dan intelektual pada bayi di kemudian hari. Karena tak ada batas amannya, lebih baik buang jauh-jauh miras yang memabukkan itu!

11. Minuman berkafein

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman Inicitypages.com

Mendengar kata "kafein", orang-orang mungkin langsung berpikir kopi dan teh. Padahal, kafein juga ada dalam minuman ringan (soft drink) dan cokelat.

Hal itu dikarenakan kafein dapat diserap dengan cepat dan mudah masuk ke dalam plasenta. Dikarenakan bayi dan plasentanya tidak memiliki enzim utama yang dibutuhkan untuk memetabolisme kafein, maka kafein bisa menumpuk.

Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan terbukti membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR) saat melahirkan. BBLR yang ditetapkan kurang dari  2,5 kilogram kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian bayi pascapersalinan dan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi di masa depan.

Jadi perhatikan asupan kopi, teh, dan soda agar janin tidak terpapar terlalu banyak kafein. Menurut lembaga American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil disarankan untuk membatasi asupan kafein hingga 200 miligram per hari saja.

Bumil, Demi Sehat Hindari 11 Makanan dan Minuman IniIlustrasi hamil (IDN Times/Mardya Shakti)

Itulah beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari ibu selama masa kehamilan demi kesehatan diri dan janin yang dikandung. Selain memilih makanan sehat, ibu hamil bisa lebih bugar dengan melakukan olahraga yang sesuai, istirahat cukup, dan jauhi stres. 

Baca Juga: Lama Menikah tapi Belum Punya Anak? Ini  yang Harus Dilakukan Pasutri

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya