Comscore Tracker

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap Tajam

Gaya hidup yang buruk memicu kepikunan

Orangtua sering mengalami kepikunan. Pikun atau disebut juga demensia adalah sekumpulan gejala yang muncul karena penurunan fungsi otak hal ini terjadi seiring bertambahnya usia. Pikun juga menyebabkan seseorang kesulitan mengatur emosi, sulit bicara, serta bergerak dengan lancar. Kepikunan juga semakin hari akan semakin parah

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa hampir 76 persen dari kasus penurunan kognitif otak berkaitan dengan gaya hidup yang buruk dan faktor lingkungan sekitar.

Meskipun saat ini kamu masih muda, tak ada salahnya untuk mulai melatih dirimu untuk melakukan 9 kebiasaan baik di bawah ini demi mengurangi risiko demensia di hari tua nanti. Berikut penjelasannya!

1. Cukup tidur, idealnya 8 jam sehari

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap TajamIDN Times/Hana Adi Perdana

Insomnia dan masalah tidur lainnya adalah hal yang umum bagi penderita demensia. Sedini mungkin, buang kebiasaan tidur malammu yang sebentar, karena tidur dengan waktu yang cukup akan membuang racun otak dan membentuk ingatan yang lebih kuat. Tidurlah setidaknya 8 jam di malam hari.

2. Pola makan yang sehat

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap TajamUnsplash/Dan Gold

Mumpung masih muda, atur dan jagalah pola makan sehatmu. Jangan makan berlebihan yang kemudian akan menyebabkan obesitas dan mengundang banyak penyakit. Makanlah dengan porsi sedikit tetapi sering. Batasi konsumsi gula karena itu adalah musuh utama tubuh kita.

Perbanyak konsumsi protein, lemak baik (misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, salmon, minyak zaitun), karbohidrat kompleks (misalnya beras merah, kentang, jagung, ubi, gandum dan biji-bijian utuh), dan omega-3.

Batasilah konsumsi makanan yang asin dan tinggi kolesterol serta tinggi lemak trans karena bisa meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, batasilah pula konsumsi minuman keras karena dapat memicu kerusakan jaringan otak dan kemudian berakibat demensia.

3. Rutin berolahraga

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap TajamIlustrasi Aktivitas Olahraga di Kantor (IDN Times/Athif Aiman)

Rutin berolahraga juga merupakan cara yang paling efektif untuk menurunkan risiko demensia. Tak hanya mencegah pikun, olahraga teratur juga dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Pilihlah olahraga yang bervariasi, seperti kardio, kekuatan dan keseimbangan serta kelenturan tubuh. Sebaiknya lakukan olahraga 150 menit dalam seminggu.

Bagi orang-orang yang masalah kognitifnya sudah terlanjur berkembang, olahraga secara rutin dapat memperlambat kerusakan saraf otak lebih lanjut.

4. Menjaga berat badan

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap Tajamtonygentilcore.com

Cara berikutnya adalah dengan menjaga berat badan. Karena berat badan berlebih bisa meningkatkan tekanan darah yang meningkatkan risiko demensia. Menjaga berat badan bukan hanya untuk mengurangi risiko demensia saja, tetapi sangat banyak manfaatnya, kamu juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke.

Baca Juga: Benarkah Tak Punya Anak Membuat Manusia Lebih Panjang Umur? 

5. Berhenti merokok

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap Tajamazureedge.net

Sebuah studi mengungkapkan bahwa perokok di atas 65 tahun memiliki risiko Alzheimer dan demensia hampir 80 persen lebih tinggi daripada yang tidak pernah merokok. Merokok dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan akan menaikkan tekanan darah, selanjutnya meningkatkan risiko demensia. 

6. Aktif berhubungan sosial dengan orang lain

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap Tajamunsplash/Simon Maage

Para ahli mengatakan bahwa rasa kesepian dapat meningkatkan risiko demensia. Sebaliknya, aktif berhubungan sosial memiliki kaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah. Dengan berinteraksi dengan orang lain, otak akan bekerja lebih aktif untuk menentukan bagaimana kamu harus bersikap, memberikan respons, menyatakan pendapat, dan lain sebagainya.

Otak terus merekam semua peristiwa dan percakapan yang terjadi dan berlanjut bahkan ketika kita sedang sendirian atau tidur malam. Hal ini adalah merupakan cara untuk mengurangi stres yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak.

7. Membaca buku

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap TajamUnsplash/Christian Wiediger

Sebuah studi asal Hongkong, dikutip dari Medical Daily. Dari lebih dari 1.500 orang lansia 65 tahun ke atas yang bebas dari demensia, peneliti menemukan bahwa mereka sudah suka membaca semenjak masih muda.

Membaca buku akan memperluas wawasan dan membangun kreativitasmu. Konsentrasi dan fokus otakmu akan terlatih. Membaca juga akan menajamkan kekuatan otak untuk menyerap, mengolah, mengingat, dan menyimpan informasi baru.

Orang yang rajin membaca memiliki risiko yang jauh lebih rendah terhadap macam-macam penyakit otak, seperti demensia dan Alzheimer.

8. Berkebun

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap Tajambylands.com

Sebuah studi pada tahun 2006 mengatakan bahwa berkebun dapat mengurangi risiko demensia sebanyak 36 persen setelah mengamati 2 ribu orang lansia yang hobi berkebun selama 16 tahun. Berkebun dapat melindungi fungsi kognitif otak dan meningkatkan volume otak. Kegiatan menyenangkan ini akan menurunkan risiko demensia, Alzheimer, dan penyakit jantung.

9. Mengatasi depresi

9 Cara Efektif Mengurangi Risiko Pikun, sampai Tua Ingatan Tetap Tajamilustrasi perempuan (Unsplash/Hisu Lee)

Segera cari pertolongan ketika merasa stres dan depresi. Ceritakan masalahmu kepada orang yang kamu percaya, seperti sahabat, saudara, atau layanan psikologi; lalu segera buang jauh-jauh rasa stres.

Saat terjadi depresi, ada beberapa perubahan di dalam otak yang dapat mempengaruhi risiko demensia. Kadar hormon stres kortisol yang tinggi dihubungkan dengan penyusutan area otak yang penting bagi memori/ingatan.

Demensia memang merupakan penyakit orang lanjut usia, tetapi demensia juga merupakan akumulasi dari gaya hidup yang buruk selama berpuluh-puluh tahun. Jika kamu masih memiliki gaya hidup yang kurang sehat, ada baiknya segera mengubah kebiasaanmu itu demi kesehatan jangka panjang dan terutama untuk mengurangi risiko pikun atau demensia di masa tua.

Baca Juga: 6 Penyebab Kentutmu Bau Busuk dan Cara Mengatasinya

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya