Comscore Tracker

Kisah Perjalanan Karier Rosianna Silalahi, Jadi Jurnalis Sejak SMA

Di usia 33 tahun sudah jadi Pimpinan Redaksi, lho

Rosianna Silalahi merupakan salah satu jurnalis kenamaan Indonesia. Namanya mulai dikenal melalui program berita Liputan 6 di stasiun televisi SCTV. Perempuan kelahiran Pangkal Pinang, 26 September 1972 ini sudah mencintai dunia jurnalistik sejak masih SMA.

Sepanjang kariernya, Rosi telah menyabet beberapa penghargaan bergengsi dan mengukir prestasi. Sejumlah tokoh berpengaruh dari berbagai negara pun pernah ia wawancarai langsung, seperti George Bush hingga Mahathir Muhammad.

Berikut adalah perjalanan karier seorang Rosianna Silalahi di balik prestasi dan dedikasinya di dunia jurnalistik.

1. Menekuni dunia jurnalistik sejak di bangku SMA

Kisah Perjalanan Karier Rosianna Silalahi, Jadi Jurnalis Sejak SMAInstagram/silalahirosi

Perjalanan panjang seorang Rosianna Silalahi di dunia jurnalistik diawali dari bangku SMA. Rosi mulai menggemari jurnalistik sejak masih bersekolah di SMA Santa Ursula. Ia aktif mengikuti ekstrakurikuler majalah dinding dan redaksi majalah sekolah bernama Serviant.

2. Kuliah di jurusan Sastra Jepang gak menyurutkan minatnya pada dunia jurnalistik

Kisah Perjalanan Karier Rosianna Silalahi, Jadi Jurnalis Sejak SMAInstagram/silalahirosi

Selepas lulus SMA, Rosi ingin mengambil kuliah di FISIP Universitas Indonesia. Namun takdir berkata lain, ia justru diterima di pilihan kedua yaitu prodi Sastra Jepang.

Namun hal ini gak menyurutkan minat Rosi terhadap dunia jurnalistik. Ia aktif mengikuti kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan jurnalistik, dan tetap bertekad mewujudkan mimpinya untuk menjadi wartawan.

Benar saja, setelah lulus kuliah Rosi diterima sebagai reporter di stasiun televisi nasional TVRI. Gak berselang lama, di tahun 1998 ia diterima bekerja sebagai reporter sekaligus pembaca berita di Liputan 6 SCTV.

3. Ia terpilih mewawancarai George Bush secara langsung di Gedung Putih

Kisah Perjalanan Karier Rosianna Silalahi, Jadi Jurnalis Sejak SMAInstagram/silalahirosi

Karier Rosi terus menanjak sebagai salah satu pembawa berita andalan SCTV. Apalagi setelah dua rekannya hengkang, Ira Koesno dan Arief Suditomo, Rosi menjadi ikon pembawa berita Liputan 6.

Di tahun 2003, Rosianna Silalahi terpilih sebagai 1 dari 6 jurnalis TV asal Asia yang berkesempatan mewawancarai George Bush secara langsung di Gedung Putih.

Prestasi ini membuka kesempatan untuk bertemu sekaligus melakukan wawancara dengan tokoh berpengaruh dari negara lain seperti Lee Kuan Yew, Mahathir Muhammad, dan Mahmoud Ahmadinejad yang saat itu menjabat sebagai Presiden Iran.

Baca Juga: 10 Quotes Inspiratif Najwa Shihab

4. Rosi menjadi Pemimpin Redaksi di usia 33 tahun

Kisah Perjalanan Karier Rosianna Silalahi, Jadi Jurnalis Sejak SMAInstagram/silalahirosi

Kiprah Rosi semakin gemilang lewat program ‘Kotak Suara’ yang digagasnya pada tahun 2004, bertepatan dengan momen pemilu presiden. Berkat program yang membahas isu seputar money politics ini, Rosi berhasil menyabet penghargaan Indonesia Journalist Board.

Setahun berselang, Rosi pun mendapat kesempatan besar diangkat sebagai Pemimpin Redaksi Liputan 6 di usianya yang masih terbilang muda yaitu 33 tahun. Ia juga berhasil menyabet tiga piala di ajang Panasonic Global Award.

Karier Rosi bersama SCTV berakhir pada tahun 2009. Setelah memutuskan mundur, ia sempat memiliki program talkshow bertajuk namanya sendiri di stasiun televisi Global TV.

Rosi juga mendirikan sebuah rumah produksi bernama ‘Rosi. Inc.’ bersama dua rekan sesama jurnalis yaitu Bayu Sutiono dan Gunawan.

5. Sudah 20 tahun lebih berkarier sebagai jurnalis, mulai dari TVRI hingga Kompas TV

Kisah Perjalanan Karier Rosianna Silalahi, Jadi Jurnalis Sejak SMAInstagram/indonesia.writer.festival

Kecintaan Rosianna Silalahi pada dunia jurnalistik sepertinya sudah mendarah daging. Terbukti, di awal September 2014 ia kembali terjun ke meja redaksi bergabung dengan Kompas TV sebagai News Director.

Pengalaman 20 tahun lebih berkarier di dunia jurnalistik akan Rosi bagikan di Indonesia Writer Festival 2019 yang digelar pada tanggal 6-7 September di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang.

Dunia jurnalistik melekat dengan literasi. Pada ajang Indonesia Writer Festival 2019 mendatang, Rosi dan 20 pembicara lainnya akan sharing pengalamannya.

Baca Juga: Perjalanan Karier Najwa Shihab, dari Calon Pengacara hingga Duta Baca

Topic:

  • Mela Hapsari

Just For You