Comscore Tracker

Bagaimana Puasa Ramadan dengan Terus Mengharapkan Rahmat Ilahi

Ada 5 pelajaran yang bisa diambil dari bulan Ramadan

Tujuan umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan adalah mengharapkan rahmat Allah SWT  agar terlahir menjadi suci dan fitrah. Ketakwaan dan keiklasan menjadi ukuran keberhasilan puasa Ramadan seseorang. 

Takwa seringkali diartikan sebagai tindakan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Namun, Ustaz Muzammil Hasballah bercerita bahwa sahabat nabi, Abdullah Ibnu Abbas r.a. mendefinisikan takwa berbeda dari biasanya. Menurutnya, takwa adalah ketika seseorang melewati suatu jalan yang penuh dengan duri. Lantas yang dilakukannya pasti berhati-hati. Begitu pula dengan takwa.

Hal itu sesuai firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah disyariatkan kepada umat-umat sebelum kalian agar kalian bertakwa." 

1. Menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya saja tak cukup

Bagaimana Puasa Ramadan dengan Terus Mengharapkan Rahmat Ilahiunsplash.com/RachidOucharia

Menurut Ustaz Muzammil, jika umat Islam hanya menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT saja, tak cukup. Sebab, robot yang diprogram pun bisa melakukan hal serupa.

Ia menambahkan, hal yang membedakan manusia dengan robot adalah manusia memiliki hati dan iman. Umat Islam mestinya dapat melakukannya lebih dari rutinitas.

"At taqwa ha huna", ujar Muzammil. Artinya, takwa terletak di hati. Maka, melalui momentum bulan Ramadan ini umat islam mesti melatih hati agar dapat menjalankan syariat karena panggilan iman dan jiwa. 

2. Bulan Ramadan mengajarkan kesabaran dan kejujuran

Bagaimana Puasa Ramadan dengan Terus Mengharapkan Rahmat Ilahipuasa

Ada beberapa pelajaran yang dapat umat Islam peroleh setelah bulan Ramadan. Pertama, bulan Ramadan mengajarkan kesabaran, yaitu dengan menahan lapar dan haus serta menahan lisan.

Menurutnya, hal yang halal dan mubah saja Allah SWT haramkan sementara waktu pada bulan Ramadan. Apalagi hal-hal yang sebelumnya haram.

Bulan Ramadan juga mengajarkan kejujuran. Sebab puasa adalah ibadah yang sangat rahasia, hanya seorang umat dan Allah SWT yang tahu. Allah SWT membukakan pintu surga khusus bagi hamba-Nya yang berpuasa.

Baca Juga: 7 Keistimewaan Salat Tahajud, Pengampunan hingga Terkabulnya Doa

3. Bulan Ramadan mendorong kita selalu semangat, peduli sesama dan rasa kebersamaan

Bagaimana Puasa Ramadan dengan Terus Mengharapkan Rahmat IlahiIlustrasi salat Idul Fitri (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Selain itu, seseorang dianjurkan untuk selalu semangat dan gigih dalam keadaan menahan lapar dan haus. Umat Islam dituntut untuk berkarya dan produktif. Berpuasa bukan jadi alasan untuk bersantai-santai tanpa menghasilkan apapun.

Sebab dalam sejarah saja, kemenangan umat Islam pada perang Badar terjadi di bulan Ramadan. Indonesia juga memproklamasikan kemerdekaannya pada bulan Ramadan.

Bulan Ramadan juga mengajarkan untuk menumbuhkan kepedulian sesama. Misalnya, saudara-saudara yang nasibnya tidak seberuntung kita, fakir miskin yang susah untuk makan sehari-hari. Sementara kita berkesempatan merasakannya, sehingga kita dapat lebih berempati, berbagi, dan menolong sesama.

Rasa kepedulian itu juga akan menimbulkan kebersamaan. Umat Islam di dunia merasakan hal yang sama dan serentak. Sebab, hakikatnya umat Islam adalah bersaudara. Hal yang membedakan hanyalah ketakwaan kepada Allah SWT.

4. Amal saleh yang diterima Allah SWT adalah yang terus menerus

Bagaimana Puasa Ramadan dengan Terus Mengharapkan Rahmat IlahiUmat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/7/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras.

Salah satu ciri amal yang diterima Allah SWT adalah manusia yang istiqomah dalam kebaikan. Selalu berusaha lebih baik secara terus menerus sesuai perintah sudah digariskan agama seperti tertuang dalam Al Quran dan Al Hadis. 

Sebagai makhluk berakal, Allah meminta manusia menjadi sosok yang berguna bagi manusia lain dengan memegang teguh ajaran Al Quran. 

Baca Juga: Bacaan Doa saat Bercermin, Wajah Bercahaya dan Bersihkan Hati

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya