Comscore Tracker

Aturan Soal Orang yang Wajib Berkurban Menurut Syariat Islam

#IDNTimesLife Sudah termasuk wajibkah kamu?

Hari Raya Iduladha semakin dekat, diperkirakan akan jatuh pada 20 Juli 2021. Di berbagai wilayah, semakin banyak transaksi pembelian hewan kurban.

Hukum menyembelih hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha adalah sunah muakkad, yang artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al-Hajj Ayat 34 yang berbunyi :

"Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan menyembelih kurban, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah."

Lantas, siapa orang yang memiliki kewajiban berkurban? Simak di sini ya.

1. Orang yang mampu, dan merdeka secara finansial

Aturan Soal Orang yang Wajib Berkurban Menurut Syariat IslamIDN Times/Indiana Malia

Selama ini, hukum berkurban dalam syariat Islam adalah sunah muakkad, yang mana merupakan  ibadah yang ditekankan atau mendekati wajib. Keutamaan berkurban tertera dalam H.R. Abu Hurairah RA, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta), sedangkan ia tak berkurban, janganlah dekat-dekat musala kami." (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim)

Pada Q.S. Al-Kautsar ayat 2, Allah SWT pun menjelaskan, "Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (Q.S. Al-Kautsar [108] : 2). Dalam hal ini, orang yang sudah mampu atau merdeka secara finansial termasuk kriteria golongan yang wajib berkurban. 

Baca Juga: Awas! Positif COVID-19 Kaltim Meledak Lagi, Terbanyak dari Balikpapan

2. Orang yang tidak memiliki utang

Aturan Soal Orang yang Wajib Berkurban Menurut Syariat IslamANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Syariat agama Islam tidak memberi beban umat untuk beribadah, termasuk menyangkut siapa yang harus berkurban saat perayaan Idul Adha. Maka dari itu, bila kamu memiliki utang yang belum terselesaikan, kamu tidak diwajibkan menyumbang hewan kurban. 

Bila kamu ingin berkurban namun masih memiliki utang, baiknya kamu melunasi utang terlebih dahulu daripada harus membeli hewan kurban yang nominal harganya tidak kecil. Karena bahkan ketika kamu menggunakan uang sendiri, tetap ada hak saudara-saudaramu yang belum kamu penuhi karena utang tersebut. 

3. Orang yang memiliki harta tunai dan nontunai yang cukup

Aturan Soal Orang yang Wajib Berkurban Menurut Syariat IslamHewan kurban dari Presiden RI Joko Widodo dengan berat 1,2 ton (IDN Times/Indah Permata asari)

Jika kamu memiliki harta tunai maupun nontunai yang cukup, kamu dapat mengorbankan sedikit harta itu untuk hewan kurban. Harta nontunai, misalnya mobil mewah, tanah, atau barang bernilai tinggi yang dapat diuangkan. Dalam hal ini, laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama.

Salah satu anggota keluarga dapat mengatasnamakan hewan kurban untuk satu keluarga maupun hanya atas namanya. Selain itu, apabila ada anggota keluarga yang meninggal, anggota yang masih hidup boleh mengatasnamakan hewan kurban atas nama anggota yang telah meninggal. 

Baca Juga: Aturan Kurban saat Idul Adha di Masa Pandemik COVID-19

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya