Comscore Tracker

Jangan Paksakan Diri, Ini 5 Jenis Kekerasan Emosional dalam Hubungan

Kamu pernah mengalaminya?

Hubungan percintaan tak selalu indah dan mulus. Ada kalanya banyak rintangan yang mesti dihadapi. Setiap pasangan melewati tiga fase dalam hubungan, yakni fase emosional, finansial, dan seksual.

Merujuk dari ketiga tersebut, ada pasangan yang kerap mengalami kekerasan emosional, baik disadari maupun tanpa disadari secara langsung. Berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan emosional lebih menekankan pada perilaku manipulatif.

Sehingga memberikan dampak negatif bagi pasangan atau korbannya. Berikut ini jenis kekerasan emosional yang biasanya terjadi pada hubungan.

1. Memberikan segalanya yang terbaik bagi pasangan itu wajib, tapi bukan berarti harus berlebihan

Jangan Paksakan Diri, Ini 5 Jenis Kekerasan Emosional dalam HubunganPexels.com/vjapratama

Berbagai macam perilaku baik, justru merujuk pada kekerasan emosional yang kerap terjadi pada suatu hubungan. Pada dasarnya, keinginan berbuat baik hanya semata-mata ingin membahagiakan pasangannya.

Namun, kebaikan ini bisa memicu terjadinya rasa cemburu, sikap protektif sampai kejenuhan. Kamu gak perlu mengantar atau menjemput pasangan saat ia ingin berpergian. Meski sebentar, berilah kebebasan agar ia bisa merasakan sensasi kehidupan tanpamu.

Kamu juga tidak harus membelikan semua barang yang diceritakan pasanganmu karena belum tentu semua itu diinginkan olehnya. Bersikaplah sewajarnya.

2. Memaksakan kehendak untuk memiliki tabungan bersama

Jangan Paksakan Diri, Ini 5 Jenis Kekerasan Emosional dalam HubunganPexels.com/maitree rimthong

Angan-angan untuk hidup bersama, sudah terbayang jelas. Tak lagi hanya memikirkan jangka pendek, pasangan yang serius biasanya telah memikirkan langkah menuju jenjang yang lebih serius.

Misalnya, dengan memiliki tabungan bersama. Tapi, ternyata gak semua pasangan setuju untuk memiliki tabungan bersama lho!

Apabila kamu memaksakan kehendakmu untuk memiliki tabungan bersama, bisa jadi ini awal dari keterpurukan hubunganmu. Jika memang pasanganmu tak setuju jangan paksakan. Menabung bisa dilakukan sendiri-sendiri dengan tetap konsisten sehingga tujuan finansial bersama dapat terwujud

3. Tak ingin berpisah, pasangan selalu ingin menghabiskan waktu berdua sesering mungkin

Jangan Paksakan Diri, Ini 5 Jenis Kekerasan Emosional dalam HubunganPexels.com/Bruce mars

Siapa sih yang gak mau punya pasangan yang super perhatian? Tapi, gimana jadinya ya, kalau perhatian pasangan ini tergolong sebagai pasangan posesif? 

Misalnya, menjauhkanmu dengan lingkungan sosial, mulai dari teman-teman sampai keluarga. Apa pun akan dilakukan agar kamu hanya bergantung padanya.

Baca Juga: Suka Posesif, 6 Zodiak Ini Konon Paling Gak Bisa Jauh dari Pasangan

4. Melakukan pengecekan pada gadget meski itu bagian dari privasi

Jangan Paksakan Diri, Ini 5 Jenis Kekerasan Emosional dalam HubunganPexels.com/Pixabay

Meski sudah terlampau memiliki hubungan yang dekat, bahkan intim, bukan berarti kamu tidak bisa menghargai privasi yang pasangan kamu miliki. Misalnya, mengontrol semua aktivitas pada gadget pasangan, mulai dari chatting, telepon sampai sosial media.

Kekerasan emosional juga bisa terjadi jika kamu sering cek lokasi pasanganmu. Awalnya, terasa menyenangkan karena merasa diperhatikan. Namun, kalau terlalu sering, justru akan membuat pasanganmu terganggu dan enggan meladeni sikapmu.

5. Mengkritik semua hal yang ada pada diri pasangan hingga membuat keadaan tidak nyaman

Jangan Paksakan Diri, Ini 5 Jenis Kekerasan Emosional dalam HubunganPexels.com/Vera Arsic

Apa pun yang kamu lakukan selalu salah di matanya! Ada saja celah bagi pasangan untuk mengkritik, bahkan meremehkan semua hal yang kamu lakukan. Ia akan berusaha keras untuk meredam kepercayaan diri dan membuatmu merasa gak dihargai.

Diskusi bukan lagi jadi solusi. Kondisi seperti ini justru semakin mengisyaratkan kalau kamu gak seharusnya mempertahankan hubungan ini.

Hubungan memang tak selalu manis, ada kalanya seperti roller coaster yang naik turun. Jangan biarkan dirimu menjadi korban, dan jangan pula jadi pelaku kekerasan emosional. Jika terdapat hal-hal seperti di atas dalam hubunganmu dengan pasangan, ada baiknya coba evaluasi kembali hubungan kalian.

Baca Juga: Waspada Love Bombing: Mirip Seperti Jatuh Cinta, Tapi Lebih Posesif!

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya