Comscore Tracker

Makin Kenal dengan Kosmetik dan Skincare Halal

Kenali istilah-istilahnya, ya

Perkembangan industri kosmetik dan skincare di Indonesia saat ini, kian pesat. Para pemainnya bukan lagi dari hanya industri raksasa, namun juga mereka yang dari industri kecil. Di antara keduanya, semakin banyak pula yang memberikan label halal ke produknya. Sebenarnya apa itu kosmetik dan skincare halal?

1. Bukan hanya makanan, kosmetik dan skincare juga layak diberi label halal sesuai dengan syariat Islam

Makin Kenal dengan Kosmetik dan Skincare HalalPexels/The Lazy Artist Gallery

Mengutip dari situs resmi Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang, produk yang memenuhi syarat kehalalan sesuai syariat Islam adalah tidak mengandung babi atau produk yang berasal dari babi. Di samping itu, tidak menggunakan alkohol sebagai komposisi yang sengaja ditambahkan.

Di Indonesia, perkara halal atau haram suatu produk ditangani oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut MUI, unsur haram yang dilarang selain babi dan alkohol adalah unsur dari anjing, hewan buas, unsur tubuh manusia, darah, bangkai, dan hewan halal yang tidak disembelih sesuai syariat Islam.

2. Kini, ada banyak bahan turunan nonhalal yang sudah berubah bentuk. Memahami istilahnya bisa menjadi awal pemahaman mana yang halal & tidak

Makin Kenal dengan Kosmetik dan Skincare HalalPexels/Adrienn

Dari penjabaran di poin sebelumnya, sedikitnya kita sudah tahu apa yang membedakan kosmetik dan skincare halal serta nonhalal. Namun, bisa sulit sekali mengetahui perbedaan ini dari sekedar labelnya. Membaca komposisinya pun, sebagian masyarakat masih awam.

Banyak bahan-bahan turunan nonhalal yang sudah berubah bentuk sedemikian rupa. Istilah-istilah yang perlu kamu kritisi adalah plasenta, hydrolized collagen atau kolagen, AHA, dan donkey milk. Biasanya, plasenta terbuat dari organ manusia, babi, kambing, atau sapi. Untuk babi, biasa ditulis menjadi placental protein, swine placenta, atau porcine.

Untuk kolagen, bisa terbuat dari babi, sapi, atau ikan. Untuk memastikan bahan pembuatan mana yang dipakai, kamu harus bertanya dahulu lewat kontak resminya. Sementara AHA mengandung asam laktat dan pembentukannya dapat melibatkan media dari hewan. Kritisilah hewan non-halal apa yang dipakai dan unsur sintetik kimianya apa saja.

Lalu, donkey milk. Dalam aturan Islam, keledai jinak diharamkan. Maka, kita pun harus memastikan apakah susu yang dipakai berasal dari keledai jinak atau liar. Jika tidak meyakinkan, sebaiknya dihindari.

Baca Juga: 7 Brand Kosmetik Halal Lokal yang Digandrungi Muslimah

3. Setelah mengetahui istilah-istilah komponennya, kita juga bisa mengetahui halal tidaknya suatu kosmetik dan skincare dari cara berikut

Makin Kenal dengan Kosmetik dan Skincare HalalPexels/freestocks.org

Pertama, cek sertifikasi halalnya. Untuk ini, kamu bisa melihat label di kemasan. Jika kurang yakin, periksa langsung di situs resmi LPOM MUI (http://www.halalmui.org/). Sebagian produk halal yang berasal dari luar negeri, kemungkinan belum terdaftar di situs ini. Namun kamu masih bisa melakukan pengecekan pada situs lembaga sertifikasi halal yang tertera.

Kedua, teliti lagi komposisinya. Jangan terjebak pada istilah bahan natural dan organik karena belum tentu halal. "Natural" bermakna komposisinya dari bahan alami, yaitu bisa hewan maupun tumbuhan. Sementara "Organik" adalah metode penanaman tumbuhan atau perawatan hewan tanpa bahan kimia, hormon, atau obat.

Ketiga, pilih kosmetik atau skincare yang vegan friendly. Label ini memastikan kalau bahan-bahan yang dipakai hanya terbuat dari tumbuhan saja. Cara ini biasanya efektif untuk produk-produk impor yang berasal dari negara yang penduduknya bukan mayoritas muslim. Hanya saja, perhatikan potensi penggunaan khamr atau alkohol pada produk ini juga ya! Selain itu, ada juga istilah cruelty free (tidak diuji coba pada hewan) dan not contain animal derived ingredients (tidak mengandung unsur hewani).

Keempat, tanyakan langsung pada produsennya. Biasanya, produsen yang tidak nakal memilih terbuka dan memberi jawaban yang mencerahkan.

4. Ada banyak contoh kosmetik serta skincare halal di Indonesia. Bahkan, produk-produk tersebut juga gak harus punya branding halal

Makin Kenal dengan Kosmetik dan Skincare Halalinstagram.com/viva.cosmetics

Produk kecantikan yang halal di Indonesia tidak sekadar Wardah, Zoya, Nameera, Safi, atau Zoya lho! Sebelum bermunculan kosmetika dan skincare yang giat menyadarkan kita tentang komposisi halal, produk-produk legendaris seperti Mustika Ratu, Sariayu, Viva, dan kawan-kawannya sudah berlabel halal dari MUI. Sertifikasi halal ini dilakukan per produk.

Beberapa pemain baru serta industri kecil bahkan sudah mendaftarkan diri untuk sertifikasi halal. Ada VAL, Sensatia Botanicals, Olive Natural Skincare, SASC, BLP Beauty, Mirabella, Emina Cosmetics, Biore, Rollover Reaction, Fanbo, Make Over, Pond’s, Zoya Cosmetics, Mineral Botanica, ZAM Cosmetics, Rivera Cosmetics, ESQA, hingga Mazaya.

Nah, semoga kamu sudah lebih tercerahkan soal apa itu kosmetik dan skincare halal bukan? Jadi, kamu bisa memilih produk kosmetik dan skincare tak sekedar karena lapar mata saja, tapi pastikan kehalalannya supaya hati lebih tenang!

Baca Juga: 10 Rekomendasi Toner Halal MUI untuk Kulit Berminyak & Berjerawat

Topic:

  • Mela Hapsari

Just For You