Comscore Tracker

Pemerintah Indonesia Batalkan Vaksinasi COVID-19 pada November 

Demi asas kehati-hatian

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP), memutuskan untuk membatalkan vaksinasi COVID-19. Semula, fase pertama vaksinasi ini bakal dilaksanakan pada November mendatang dan diprioritaskan untuk tenaga medis dan pelayan publik.

“Nah kenapa waktu itu (vaksinasi) November kok mundur pelaksanaannya. Pemerintah itu buat rencana, tapi dalam membuat perencanaaan itu juga harus melihat berbagai aspek-aspek dengan detail di lapangan," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Dany Amrul Ichdan di program Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (27/10/2020).

1. Vaksinasi dibatalkan demi asas kehati-hatian

Pemerintah Indonesia Batalkan Vaksinasi COVID-19 pada November Klikdokter

Dia mengatakan pemerintah berhati-hati dalam melakukan vaksinasi untuk menghindari permasalahan yang muncul di kemudian hari. "Tentu dengan melihat permasalahan di lapangan, kita putuskan supaya ini lebih baik, maka ini dimundurkan untuk memenuhi asas ke hati-hatian,” sambung Dany. 

Menurut Dany, permasalahan vaksin memang begitu sangat dinamis. Sehingga keputusan yang telah direncanakan pemerintah, bisa saja berubah sewaktu-waktu dari jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Disuntik Vaksin Flu, 25 Warga Korsel Meninggal Dunia 

2. Vaksin akan digunakan saat sudah teruji aman

Pemerintah Indonesia Batalkan Vaksinasi COVID-19 pada November Kolaborasi dengan OKI, Badan POM Dukung Pengembangan Obat dan Vaksin COVID-19 di Negara-Negara OKI (Dok. BPOM)

Dia menjelaskan, ketika pemerintah membuat keputusan untuk melakukan vaksinasi pada November, itu bukanlah sebuah keputusan yang tergesa-gesa. Hal tersebut diputuskan berdasarkan kerangka uji klinis, baik tahap pertama atau kedua hingga dapat digunakan dengan otorisasi penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA).

Tiongkok adalah negara yang telah melakukan vaksinasi dengan menggunakan EUA. Namun, di Indonesia memutuskan tidak memberlakukan hal tersebut.

“Kita melihat dulu kejadian di lapangan seperti apa, maka kita berangkatkan BPOM dan MUI ke China untuk melihat faktor-faktor produksi. Setelah keluar baru dipertimbangkan emergency use itu,” kata Dany

3. BPOM akan melakukan cek ulang dokumen hasil tes

Pemerintah Indonesia Batalkan Vaksinasi COVID-19 pada November Foto ilustrasi - Penyuntikan kandidat vaksin COVID-19 untuk uji klinis di Depo, Jawa Barat. (Dok.Humas Jabar)

Dany mengakui bahwa pembuatan vaksin memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun sebagai bentuk kedaruratan, vaksin sudah bisa digunakan pada tahap uji klinis pertama dan kedua atas rekomendasi BPOM.

Ia juga menjelaskan, saat vaksin tiba di Indonesia, BPOM menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas keamanan vaksin tersebut dengan melakukan serangkaian pemeriksaan ulang terhadap dokumen-dokumen hasil tes.

“Kalau semua oke, BPOM akan menerbitkan sertifikasi dan mengeluarkan rekomendasi UEA,” kata Dany

Baca Juga: Vaksin COVID-19 untuk 9,1 Juta Penduduk, Siapa Jadi Prioritas?

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya