Comscore Tracker

Indo Barometer Sebut Reshuffle Menteri Kesehatan Itu Realistis

Gerindra optimis Menkes tak akan kena reshuffle

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo meluapkan kejengkelannya pada para menteri dalam sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu, publik berspekulasi menteri yang akan di-reshuffle. Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menganalisis, menteri yang pantas untuk di-reshuffle dari kabinet Presiden Joko "Jokowi" Widodo adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Spekulasi soal Terawan itu sesuatu yang realistis," kata Qodari di Mata Najwa, Rabu (1/7) malam.

Baca Juga: 5 Menteri Ini Dianggap Layak Kena Reshuffle karena Kinerja Buruk

1. Peran Menkes dinilai tak maksimal saat menghadapi pandemik COVID-19

Indo Barometer Sebut Reshuffle Menteri Kesehatan Itu RealistisDirektur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari (IDN Times/Gali Persiana)

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat menyindir Terawan soal penyerapan anggaran yang jauh dari harapannya. Qodari pun menyayangkan peran Terawan yang seharusnya bekerja extraordinary menghadapi pandemik virus corona ini.

“Kalau kita bicara COVID-19, penanggung jawab utama kan Kemenkes. Dalam situasi sekarang, dengan semua komen-komen Menkes di awal (kasus), setelah itu (Menkes) hilang dari peredaran," ujar Qodari.

Baca Juga: Kinerja Menteri Biasa Saja saat Krisis,  Jokowi: Bisa Saja Reshuffle

2. Gerindra yakin Menkes tak akan di-reshuffle

Indo Barometer Sebut Reshuffle Menteri Kesehatan Itu RealistisIDN Times/Axel Jo Harianja

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono justru berpendapat sebaliknya. Ia menyebut, Terawan tidak akan kena reshuffle sebab kerja Menkes di atas rata-rata.

“Pak Jokowi bicara keseluruhan, tidak tertuju (pada Terawan) saja. Saya tidak yakin Pak Terawan akan terpental dari kabinet," kata Arief Poyuono.

3. Tak hanya Menkes, tapi ada peran Gugus Tugas dalam penanganan COVID-19

Indo Barometer Sebut Reshuffle Menteri Kesehatan Itu RealistisKepala BNPB RI Dono Monardo. Dok. BNPB

Mengenai masalah penanganan COVID-19, Arief mengatakan, tak sepenuhnya tanggung jawab di Menkes, karena ada juga peran lainnya yakni Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Ini kabinet baru berjalan 8 bulan. COVID-19 terjadi pada Maret. Menteri Kesehatan sudah cukup baik dengan (sistem) birokrasi yang belum berjalan beriringan dengan pusat," kata Arief

Ia menambahkan. “Semua pasti panik menghadapi COVID-19 ini. Ini kan hal baru," katanya.

Baca Juga: Sidang Kabinet Molor, Jokowi Menanti Gubernur BI 

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya