Comscore Tracker

Kangen Kampung Halaman, Mahasiswa Ini Jalan Kaki dari Jakarta ke Bima

Ribuan kilometer ditempuh dan tidur di pinggir jalan

Jakarta, IDN Times - Siapa bisa membendung rindu, jika ia sudah meronta. Begitulah yang dirasakan Sarjan. Pemuda 21 benar-benar kangen kampung halaman. Dirinya tak bisa lagi menahan diri. Empat tahun ia melewatkan kesempatan untuk menikmati kebersamaan dengan kedua orang tuanya di Bima, Nusa Tenggara Barat. Tahun ini, dia bertekad bulat untuk pulang ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga tercinta sebagaimana idaman setiap insan menyambut Lebaran.

“Kebetulan kampus libur, gak ada kerjaan juga. Di kosan sendirian, teman udah pada mudik,” ujar mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kepada IDN Times, Kamis (14/5).

Apa lacur, tahun ini datanglah pandemik COVID-19 yang hingga menjelang waktu mudik belum juga usai. Pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar, razia operasi ketupat digelar di mana-mana. Apalagi, larangan mudik pun berkali-kali digaungkan pemerintah. Tak ada jalan lain, Sarjan pun memilih mudik dengan berjalan kaki dari Jakarta menuju Lombok. Terkesan tak masuk akal, apalagi dalam kondisi puasa. Jarak ditempuh tak main-main, 1.251 kilometer dengan waktu tempuh 244 jam.

1. Hari ketiga berjalan kaki, tubuh Sarjan lemas dan kakinya lecet karena terus bergesekan dengan sepatu

Kangen Kampung Halaman, Mahasiswa Ini Jalan Kaki dari Jakarta ke BimaPerjalanan Sarjan, menempuh Jakarta-Lombok jalan kaki (Dok. Sarjan)

Perjalanan ia mulai dari Ciputat pada 26 April 2020. Tujuan utama ditanamkan kuat-kuat dalam benaknya: Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur. Tapi berjalan jauh berhari-hari tidak semudah yang dibayangkan. Tas yang membebani punggung dan bahunya cukup berat. Di hari ketiga perjalanan, tubuhnya mulai tak bersahabat. Lemas. Kaki kanannya pun terluka, lecet akibat gesekan kaki dengan sepatunya.

“Mungkin tubuh saya kaget belum terbiasa jalan jauh. Kaki kanan sakit gak bisa jalan tapi saya paksain. Sebagian baju saya bagiin ke gelandangan supaya beban tas saya ringan,” ujar Sarjan.

2. Bertemu dengan tiga orang senasib di tengah perjalanan

Kangen Kampung Halaman, Mahasiswa Ini Jalan Kaki dari Jakarta ke BimaPerjalanan Sarjan, menempuh Jakarta-Lombok jalan kaki (Dok. Sarjan)

Sesampainya di Subang, Jawa Barat. Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora itu bertemu dengan tiga orang yang senasib dengannya. Hanya beda tujuan mudik. Sarjan mengatakan ketiganya hendak mudik ke Jawa Tengah.

“Mereka abis kena PHK, mau mudik ke Solo, Cilacap, dan Surakarta. Kita berempat ‘nebeng’ truk tujuan Jawa Timur. Sesampainya di Jawa Tengah, mereka turun, tinggal saya sendiri bersama sopir lanjut ke Banyuwangi,” ujar Sarjan.

3. Hanya berbekal Rp380 ribu, makan dihemat dan tidurnya di pinggir jalan

Kangen Kampung Halaman, Mahasiswa Ini Jalan Kaki dari Jakarta ke BimaPerjalanan Sarjan, menempuh Jakarta-Lombok jalan kaki (Dok. Sarjan)

Berbekal Rp380 ribu, Sarjan hanya bisa makan sehemat mungkin dan tidur di emperan toko.

“Pokoknya kalau udah jam 10 malam, di mana pun itu saya cari tempat untuk tidur, di pinggir jalan, pelataran toko, atau pos ronda,” kata dia.

Di Jawa Tengah uang Sarjan habis. Beruntung, ada yang bisa dimintai bantuan dalam keadaan darurat itu.

“Kebetulan ada saudara di sana jadi minta ditransferin,” ungkapnya.

4. Orangtuanya tak menyangka Sarjan nekat pulang berjalan kaki dari Jakarta

Kangen Kampung Halaman, Mahasiswa Ini Jalan Kaki dari Jakarta ke Bima(Ilustrasi pariwisata, senja di Bukit Merese, Lombok) IDN Times / Shemi

Menyeberangi Banyuwangi-Lombok, ia masih ikut dengan truk yang ia tumpangi sejak dari Subang. Sesampainya di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Sarjan harus turun dari truk karena mereka beda arah tujuan. Dia pun melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke rumah saudaranya.

“Sampai sana tanggal 13 Mei malam. Gak taunya, keluarga keburu tau karena ada yang viralin. Akhirnya saya disuruh ke rumah saudara dan minjam motornya untuk ke Bima,” kata dia.

Sesampainya di rumah yang sangat ia rindukan, kedua orang tuanya memeluk erat Sarjan. Meski sudah tidak terkejut, orangtua Sarjan tidak menyangka anaknya bisa sampai Lombok dengan berjalan kaki.

"Bukan niat saya mau viral atau apa, tapi emang saya punya niat pulang kampung jalan kaki,” kata Sarjan.

5. Punya niatan kembali ke Jakarta dengan jalan kaki setelah pandemik COVID-19 selesai

Kangen Kampung Halaman, Mahasiswa Ini Jalan Kaki dari Jakarta ke BimaIlustrasi pariwisata di Gili Trawangan, Lombok. IDN Times / Shemi

Saat perkuliahan kembali berjalan normal usai pandemik nanti, Sarjan akan kembali ke kampus. Tidak kapok dengan pengalamannya, mahasiswa angkatan 2016 itu rupanya berniat kembali ke Jakarta dengan berjalan kaki.

“Niatnya gitu, biar afdal pulang pergi jalan kaki. Tapi kayaknya orang tua gak izinin saya,” pungkasnya.

Topic:

  • Yuda Almerio Pratama Lebang

Berita Terkini Lainnya