Comscore Tracker

Jangan Remehkan, WHO Sebut Tak Ada Negara yang Kebal Virus Corona

Sudah ada 54 negara yang warganya terkena virus corona

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan adalah sebuah kekeliruan yang fatal bagi negara mana pun yang menganggap negaranya bisa tidak akan terjangkit virus corona.

Menurutnya, virus ini tidak melihat apakah negara itu masuk ke dalam kategori negara maju atau berkembang. Artinya, setiap negara tak boleh meremehkan ancaman virus corona. 

"Seharusnya, tidak ada satu negara pun yang berpikir mereka tidak akan kena (virus corona) secara blak-blakan," Tedros ungkap seperti dikutip kantor berita Reuters pada Sabtu (29/2). 

Ia kemudian mengambil contoh negara anggota G7, Italia yang kini justru banyak muncul kasus baru. Berdasarkan data yang dikutip dari stasiun berita BBC (26/2), ada 400 kasus virus corona yang dilaporkan. 

"Jadi, ini benar-benar sebuah kejutan. Bahkan, Anda melihat banyak kejutan di negara maju lainnya. Jadi, sudah seharusnya akan ada banyak kejutan yang muncul," tutur dia. 

1. Dirjen WHO sempat menyinggung Iran, Italia, dan Korea Selatan

Jangan Remehkan, WHO Sebut Tak Ada Negara yang Kebal Virus CoronaIlustrasi pasien terjangkit virus corona. IDN Times/Mia Amalia

Tedros mengatakan epidemi di Iran, Italia, dan Korea Selatan berada pada ‘titik yang menentukan’. Artinya ke depan masih ditandai oleh infeksi atau penularan secara lokal atau di kelompok masyarakat tertentu. Infeksinya belum terjadi antar manusia yang tidak pernah melakukan kontak sama sekali. 

Sebelumnya WHO sudah menyatakan gara-gara wabah virus corona ini, mereka mengumumkan status darurat kesehatan pada (30/1). WHO juga sudah mendorong negara-negara anggota untuk mulai mengampanyekan kepada publik pemantauan secara ketat, kamar isolasi dan edukasi publik. 

"Virus ini memiliki potensi pandemik. Tapi, ini bukan saatnya untuk takut, melainkan ini merupakan momen untuk bertindak dan melakukan pencegahan dan menyelamatkan nyawa orang lain," kata Tedros secara tegas. 

Salah satu yang menjadi pemantauan WHO dari dekat yakni tingkat kematian di Iran yang telah mencapai 34 orang. Padahal, sebelumnya, sempat muncul ada laporan kematian di Kota Qom yang menyebut sudah ada 50 orang yang meninggal pada pekan lalu akibat virus yang diberi nama COVID-19 itu. 

Iran menjadi negara kedua setelah Tiongkok yang memiliki tingkat kematian yang tinggi. 

Baca Juga: [UPDATE] Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Nyaris Tembus 3.000

2. Sudah ada 54 negara di seluruh dunia yang terjangkit virus corona

Jangan Remehkan, WHO Sebut Tak Ada Negara yang Kebal Virus CoronaSeorang pekerja menggunakan jas hujan plastik dengan masker wajah dan kacamata pelindung saat menyortir uang kertas yuan di sebuah bank, di tengah merebaknya wabah virus corona di negara tersebut, di Taiyuan, provinsi Shanxi, Tiongkok, pada 24 Februari 2020. ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS

Sejauh ini, lebih dari 83 ribu orang terinfeksi virus corona di sedikitnya 54 negara/wilayah. Jumlah korban meninggal akibat virus ini mencapai 2.931 orang secara global.

“Kita berada di titik yang menentukan. Jika Anda bertindak agresif sekarang, Anda bisa mengatasi virus ini, Anda bisa mencegah orang-orang sakit, Anda bisa menyelamatkan banyak nyawa," ungkap Tedros.

3. WHO menyindir Indonesia?

Jangan Remehkan, WHO Sebut Tak Ada Negara yang Kebal Virus CoronaWakil Presiden Ma’ruf Amin di Acara Peluncuran Indeks Kerawanan Pilkada 2020 (Dok. Setwapres)

Pernyataan Tedros itu kemudian dimaknai oleh sebagian pihak merupakan sindiran terhadap Pemerintah Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia selalu mengklaim masih terbebas dari COVID-19.

Kendati sudah ada dua orang yang meninggal ketika tengah diisolasi. Namun, Kemenkes selalu menepis kematian kedua pasien itu akibat virus corona.

Sebagian pun mengira Indonesia merupakan negara yang kebal virus corona. Walaupun lalu lintas orang keluar dan masuk RI tergolong tinggi, namun Indonesia masih menyatakan tak ada virus corona di dalam negara ini.

Sementara, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, kerjasama yang baik antar lembaga serta doa qunut dari para ulama dan kyai juga berperan dalam menangkal wabah corona masuk ke Indonesia.

"Banyak kiai dan ulama yang selalu membaca doa qunut. Saya juga begitu baca doa qunut untuk menjauhkan bala, bahaya, wabah-wabah dan penyakit. Makanya (virus) corona minggir di Indonesia," kata Ma'ruf saat di Pangkal Pinang, Bangka,  pada Jumat (28/2).

Baca Juga: Virus Corona Bisa Menginfeksi 70 Persen Populasi Dunia, Ini Teorinya

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya