Comscore Tracker

Ini 5 Fakta Bripda NOS Terpapar Radikalisme, Bersiap Jadi 'Pengantin'

Telah dipecat dari Polri

Jakarta, IDN Times - Polisi Wanita (Polwan) berinisial NOS, berusia 23 tahun diduga terpengaruh kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) yang berdinas di Polda Maluku Utara telah menjadi bagian pengawasan Densus 88 dan diduga aktif bersama kelompok-kelompok radikal.

Baca Juga: Polwan di Maluku Utara Terpapar Paham Radikal Lewat Media Sosial

1. Bripda NOS telah dipecat dari kepolisian

Ini 5 Fakta Bripda NOS Terpapar Radikalisme, Bersiap Jadi 'Pengantin'Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Sunariyah)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan NOS kini telah dipecat dari Polri, akibat dugaan keterlibatan dalam jaringan teroris.

"Dia sudah dipecat," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).

2. Bripda NOS mempelajari radikalisme dari media sosial

Ini 5 Fakta Bripda NOS Terpapar Radikalisme, Bersiap Jadi 'Pengantin'IDN Times/ Helmi Shemi

NOS diduga terpapar paham radikal melalui media sosial. Dari situ lah, dia mengenal jaringan teroris.

NOS juga diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok JAD Bekasi, yakni pimpinan Abu Zee Ghuroba alias FB, yang ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, pada 23 September lalu.

3. Bripda NOS diduga akan dijadikan 'pengantin' bom bunuh diri oleh jaringan JAD

Ini 5 Fakta Bripda NOS Terpapar Radikalisme, Bersiap Jadi 'Pengantin'IDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Kelompok JAD bahkan diduga mempersiapkan NOS Sebagai 'pengantin' atau yang akan melakukan bom bunuh diri.

"Dia dipersiapkan sebagai suicide bomber," ujar Dedi. 

4. Bripda NOS sudah dua kali ditangkap karena meninggalkan tugas di kepolisian

Ini 5 Fakta Bripda NOS Terpapar Radikalisme, Bersiap Jadi 'Pengantin'ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

NOS ternyata telah dua kali bersinggungan dengan Densus 88 Antiteror. Pada Mei 2019, dia diamankan Polda Jatim di Bandara Juanda, Jawa Timur, karena diduga meninggalkan tugas di kepolisian tanpa alasan.

Lalu, pada akhir September 2019, NOS kembali diamankan Densus 88 di Yogyakarta.

5. Bripda NOS memiliki nama samaran

Ini 5 Fakta Bripda NOS Terpapar Radikalisme, Bersiap Jadi 'Pengantin'ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Densus 88 Anti-Teror Polri masih memeriksa Bripda NOS. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyebutkan, Bripda NOS
diduga menggunakan nama samaran Arfila M Said, saat ia hendak meninggalkan Indonesia.

Baca Juga: Polri: Polwan di Malut Terafiliasi Kelompok Teroris JAD Bekasi

Topic:

  • Mela Hapsari

Just For You