7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator Indonesia

Ternyata romantis, lho!

Jakarta, IDN Times - Drs. Mohammad Hatta merupakan sosok yang berjasa bagi Indonesia. Ia merupakan wakil presiden pertama Indonesia, mendampingi Soekarno. Kedua tokoh ini dikenal sebagai proklamator bangsa.

Bung Hatta Lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Karier politiknya diawali sejak ia aktif dalam organisasi Sumaranen Bond wilayah Padang. Tak hanya sebagai politisi, ia juga dikenal sebagai sosok negarawan dan pelopor koperasi.

Melansir dari buku Indonesia Poenja Tjerita, berikut IDN Times ungkap sejumlah fakta tentang sosok sederhana berkaca mata ini yang kamu mungkin belum tahu.

1. Sosok sederhana

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaWikipedia.org/wapresri.go.id

Bukan menjadi rahasia bahwa Bung Hatta, begitu ia akrab disapa, adalah sosok yang sederhana. Ia pernah meminta asistennya untuk mengembalikan dana taktis wakil presiden yang sebenarnya merupakan haknya.

Semua tawaran untuk menjabat sebagai komisaris perusahaan nasional dan internasional pernah ditolak Bung Hatta. Bahkan jabatan yang ditawarkan Bank Dunia pun pernah dia tolak.

Baca Juga: 5 Hal Ini Rela Dilakukan Bung Hatta Demi Buku-Bukunya. Kamu Juga?

2. Tak pernah berhasil memiliki sepatu impiannya

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaWikipedia.org/Chris Woodrich

Pernah kepingin banget membeli sesuatu? Bung Hatta pernah lho.

Ia pernah sangat berkeinginan membeli sepatu Bally, saking inginnya, ia memotong iklan sepatu Bally dan menyimpannya di dalam dompet sembari berharap suatu hari bisa membeli sepatu tersebut.

Sayangnya, sampai menutup usia, Bung Hatta belum pernah kesampaian membeli sepatu impiannya tersebut.

3. Sosok yang romantis

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaWikipedia.org/KITLV /Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies

Bung Hatta menikahi Rahmi pada 18 November 1945. Saat Rahmi akan melahirkan anak pertama mereka, Hatta membuatkan sandwich spesial dan mengantarkannya pada Rahmi.

Bung Hatta juga tipe orang yang selalu melihat arah matahari lho ketika lagi berkendara bersama sang istri. Bung Hatta akan duduk di sebelah kanan jika arah matahari datang dari kanan. Manis ya.

4. Pernah berjanji tidak akan menikah

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaWikimedia/Domain Publik

Tak hanya romantis kepada istrinya, Bung Hatta juga romantis kepada Indonesia. Berjuang untuk memastikan Indonesia merdeka dari tangan penjajah, Bung Hatta pernah berjanji tak akan menikah.

Ia sempat berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Saat menikahi Rahmi pada November 1945, Bung Hatta menjadikan buku dengan judul "Alam Pikiran Yunani" karyanya sebagai mas kawin.

Baca Juga: 5 Kesederhanaan Bung Hatta yang Gak Semua Orang Tahu

5. Dapat gelar dari beberapa universitas kenamaan di Indonesia

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaDok. Indonesia Tanah Airku (1952)

Tak hanya sederhana dan suka membaca, Bung Hatta ternyata mendapatkan sejumlah gelar Doktor Honoris Causa dari sejumlah universitas terbaik dan kenamaan nusantara.

27 November 1956, Bung Hatta mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Gelar yang sama di bidang hukum diterimanya pada tahun 1975 dari Universitas Indonesia.

Selain itu, Universitas Padjajaran (Unpad) memberikan jabatan guru besar luar biasa kepada Bung Hatta di bidang politik. Wah, keren ya?

6. Bung Hatta seorang pecinta buku

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaDok. Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia

Selama menjadi wakil presiden, gaji Bung Hatta habis dipakainya untuk membeli buku. Bahkan penyejuk udara pertama yang bisa dimiliki Bung Hatta ia pakai dan pasang di perpustakaan pribadinya.

Bung Hatta ternyata tidak menyukai cara membaca dengan melipat sampul depan hingga bertemu sampul belakang. Siapa yang suka membaca seperti Bung Hatta?

7. Tak pernah mau ke Singapura

7 Fakta Tentang Bung Hatta, Tokoh Proklamator IndonesiaIDN Times/Arief Rahmat

Kasus dua marinir Indonesia yang dihukum gantung di Singapura membuat Bung Hatta geram dan tak pernah mau menginjakkan kaki di negeri singa tersebut. 

Menurutnya, hukuman gantung ini merupakan penghinaan untuk Indonesia. Itulah sebabnya ia selalu menolak berkunjung ke Singapura.

Baca Juga: Kisah Cinta Romantis Bung Hatta, Tak Menikah Sebelum Indonesia Merdeka

Topic:

  • Mela Hapsari

Just For You