Comscore Tracker

Jelang Iduladha, Begini Hukum Jual Beli Hewan Kurban secara Online

Dianjurkan pemerintah di masa pandemik virus corona

Jakarta, IDN Times - Hari Raya Iduladha sebentar lagi diperingati oleh umat Muslim. Hewan kurban mulai dibeli oleh masyarakat. Tak lagi harus datang ke pedagang hewan kurban, namun pembelian bisa secara online atau daring. Pemerintah justru menganjurkan umat Islam agar membeli hewan kurban dilakukan secara daring, untuk menghindari penularan virus corona.

Meskipun demikian, ada pendapat yang menyebut bahwa transaksi jual beli dalam Islam harus dilakukan secara langsung. Antara pembeli dan penjual harus bertemu langsung, serta harus ada barang yang diperjual belikan.

Bagaimana hukum pembelian hewan kurban secara daring di tengah suasana pandemik, dilarang atau diperbolehkan?

1. Transaksi jual beli hewan kurban dapat dilakukan secara daring

Jelang Iduladha, Begini Hukum Jual Beli Hewan Kurban secara OnlineMenjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Tulungagung lesu, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan dalam kondisi pandemik seperti sekarang ini, tidak ada larangan secara syariah Islam, jika transaksi jual-beli hewan kurban dilakukan secara daring. Dalam kondisi darurat boleh dilakukan.

"Yang penting kita yakin dia tidak menipu dan kita tidak menipu," kata Fachrul, yang diamini Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Halim Mahfudz, dalam acara Ngobrol Seru bertajuk Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Pendidikan Islam, yang ditayangkan live di saluran YouTube IDN Times, Kamis (23/7/2020).

"Semoga semua berjalan baik," lanjut Menag.

Baca Juga: Zona Merah, Kemenag Samarinda Imbau Warga Salat Iduladha di Rumah Saja

2. Menag imbau umat Islam lebih banyak berkurban di saat pandemik

Jelang Iduladha, Begini Hukum Jual Beli Hewan Kurban secara OnlineFachrul Razi, Menteri Agama dalam Ngobrol Seru by IDN Times pada Kamis (23/7/2020) dengan Tema "Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Pendidikan Islam" (IDN Times/Besse Fadhilah)

Selain itu Fachrul juga menyarankan umat Islam agar lebih banyak berkurban pada Hari Raya Iduladha 2020, mengingat situasi di tanah air sekarang ini masih dilanda pandemik COVID-19.

"Kita menganjurkan meskipun kurban itu tidak mesti banyak-banyakan, dalam situasi sekarang kalau bisa kurban banyak, lebih banyak lebih baik," kata dia.

Imbauan berkurban tersebut, kata Menag, khususnya kepada umat Islam yang lebih mampu secara finansial. Tujuannya tak lain untuk membantu fakir miskin, yang tidak dipungkiri sekarang ini meningkat akibat pandemik.

"Di situasi saat ini, kami menganjurkan supaya sebanyak mungkin diberikan kepada fakir miskin saja," kata Fachrul.

Menag juga mengatakan kemungkinan banyak umat Islam yang tak mampu melakukan kurban tahun ini akibat pandemik.

3. Protokol kesehatan saat memotong hewan kurban

Jelang Iduladha, Begini Hukum Jual Beli Hewan Kurban secara OnlineLapak pedagang sapi kurban di Samarinda yang masih sepi peminat jelang H-10 pelaksanaan Iduladha. (IDN Times/Zulkifli Nurdin)

Menag juga mengingatan ada protokol kesehatan yang harus dilakukan umat Muslim saat pemotongan hewan kurban pada Iduladha yang jatuh pada 31 Juli mendatang.

"Jaga jarak, pakai masker, bawa alat masing-masing," kata Menag.

Selain itu, lanjut Fachrul, daging kurban juga diharapkan tidak dibagi di tempat pemotongan hewan kurban, namun lebih baik diantarkan ke rumah masing-masing penerima yang berhak.

"Nanti kerjanya lebih banyak, tapi lebih aman, pahala lebih tinggi," ucap Menag.

Baca Juga: Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Samarinda Masih Sepi

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya