Ditetapkan ODP Virus Corona, Ini Tanggapan Kerabat Pasien di Penajam 

Identitas bocor, sang adik dikucilkan oleh lingkungan

Penajam, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menetapkan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap satu orang warga Penajam karena mengalami sejumlah gejala Coronavirus Disease 2019  (COVID-19), meskipun belum ditetapkan suspect terpapar virus tersebut.  

Seorang kerabat pasien yang tak bersedia disebut namanya, kepada IDN Times, Selasa (17/3) di Penajam mengaku, kaget karena adiknya itu telah ditetapkan ODP gejala COVID-19 oleh Dinas Kesehatan PPU melalui UPT Puskesmas Penajam, padahal menurutnya sang adik hanya terkena batuk pilek dan sedikit lemas saja.

1. ODP merasa dikucilkan oleh lingkungan

Ditetapkan ODP Virus Corona, Ini Tanggapan Kerabat Pasien di Penajam nypost.com

"Padahal adik saya cuman batuk pilek saja langsung dikaitkan ke corona. Sementara dia sama sekali tidak menderita sesak napas. Jadi saya kira ini hanya penyakit flu biasa tetapi dibesar-besarkan," tuturnya.

Diakuinya, akibat sejumlah pemberitaan media yang menyebutkan nama dan tempat bekerja, kini adiknya merasa dikucilkan oleh teman-teman kerja dan lingkungan.

Baca Juga: Petugas Medis di Penajam Pakai Jas Hujan Tangani Pasien ODP Corona

2. Merasa jengkel dan dongkol, dengan isi pemberitaan media yang ungkap identitas adiknya

Ditetapkan ODP Virus Corona, Ini Tanggapan Kerabat Pasien di Penajam Tim Puskesmas Penajam gunakan jas hujan untuk melindungi diri dari vrius corona (IDN Times/Ervan Masbanjar)

"Terus terang saya jengkel dan dongkol, dengan isi pemberitaan media yang vulgar menyebutkan identitas hingga tempat kerja adik saya itu. Sebab kini berdampak kurang baik bagi adik saya yang hanya kena flu, langsung seakan-akan jadi suspect corona," tegasnya.

Dibeberkannya, pasca pulang dari Jakarta beberapa waktu lalu memang pasien terkena flu. Bisa jadi karena kecapaian, ditambah lagi banyaknya kegiatan di kantor. Sang adik kemudian terkena flu, dan tidak sampai mengalami sesak nafas.

3. Akui pasien ada kontak WNA Thailand tapi sudah lama domisili di Jakarta

Ditetapkan ODP Virus Corona, Ini Tanggapan Kerabat Pasien di Penajam Dok. IDN Times

Terkait dengan kegiatan yang diikuti adiknya di Jakarta, memang ada kontak dengan WNA dari Thailand. Namun WNA tersebut sudah lama berdomisili di Jakarta bukan baru saja datang dari Thailand.

"Oleh karena itu, saya minta karena ini flu biasa jangan langsung divonis suspect corona, berbeda apabila memang hasil pemeriksaan medis menyatakan adik saya positif COVID-19. Saya juga minta agar seluruh petugas medis untuk merahasiakan identitasnya agar dia tidak dikucilkan," pinta Erial.

4. Dinas Kesehatan PPU baru menetapkan status ODP virus corona pada satu orang warga Penajam

Ditetapkan ODP Virus Corona, Ini Tanggapan Kerabat Pasien di Penajam Kepala Dinkes PPU, dr. Arnold Wayong (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Diwartakan sebelumnya, Dinkes PPU baru menetapkan status ODP corona pada satu orang warga Penajam di wilayah kerja UPT Puskemas Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, meskipun belum dinyatakan suspect tetapi sudah mengarah gejala virus corona atau COVID-19.

"Tadi pagi baru masuk satu pasien di wilayah kerja UPT Puskesmas Penajam, pasien itu terkena batuk pilek, panas atau demam dan lemas namun belum sampai pneumonia atau infeksi paru paru sehingga pasien sulit bernafas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr. Arnold Wayong kepada IDN Times, Senin (16/3) di ruang kerjanya.

Dibeberkannya, pasien memiliki riwayat kunjungan ke Jakarta tiga minggu lalu, dimana kota tersebut telah terdapat pasien positif COVID-19. Pasien OPD tersebut saat ini menjalani perawatan di rumah dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan PPU. 

Jika pasien kondisinya memburuk seperti mengalami pneumonia atau radang paru baru akan dirujuk ke rumah sakit.

"Kita berharap pasien itu tidak sampai dinyatakan sebagai suspect virus corona.  Saya juga meminta agar masyarakat jangan panik dan sebagai umat beragama tetap berdoa agar terhindar dari terinfeksi virus corona yang hingga kini belum ditemukan obat atau vaksinnya tersebut," pungkasnya.

Baca Juga: Satu Warga Penajam Jadi Orang dalam Pemantauan Virus Corona

Topik:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya