Comscore Tracker

Isran Noor : Bendungan Sepaku-Semoi di Penajam Pemasok Air Bersih IKN

6 juta meter kubik pasokan air

Penajam, IDN Times - Pembangunan bendungan Sepaku-Semoi di Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai pemasok air bersih ibu kota negara (IKN). Bendungan ini mampu menampung 10 juta meter kubik air di mana 6 juta di antaranya pasokan air bersih.

“Terkait bendungan yang akan dibangun tentu sangat berpengaruh terhadap pemasokan air bersih nantinya untuk IKN," kata Gubernur Kaltim Isran Noor Guest House Bupati PPU, Kamis (8/4/2021). 

1. Masyarakat setempat mendukung pembangunan IKN dan bendungan

Isran Noor : Bendungan Sepaku-Semoi di Penajam Pemasok Air Bersih IKNMenteri PPN saat mendapat penjelasan dari pelaksanaan pembangunan bendungan IKN (IDN Times/Ervan)

Isran mengatakan, masyarakat Penajam mendukung pembangunan IKN di mana termasuk proyek bendungan dalam penyediaan air bersih. Menurutnya, masyarakat memahami kesuksesan pembangunan IKN akan berdampak langsung terhadap perkembangan perekonomian Kaltim secara keseluruhan. 

"Jika pembangunan semua ini akan tertunda, justru masyarakat yang ada di seputaran IKN akan kecewa," ucapnya.

Baca Juga: Tambah Tujuh, Positif Selesai Isolasi Penajam Capai 1.020 Kasus

2. Langkah awal keseriusan pemerintah pusat melanjutkan pembangunan IKN

Isran Noor : Bendungan Sepaku-Semoi di Penajam Pemasok Air Bersih IKNBupati PPU Abdul Gofur Mas'ud menunjukkan wilayah tiga desa area bendungan Sepaku-Semoi. (IDN Times/Ervan)

Di tempat sama, Bupati PPU Abdul Gofur Mas'ud menyatakan, kunjungan menteri untuk memastikan proses pembangunan Sepaku-Semoi di Desa Sukomulyo, Argomulyo, dan Desa Tengin Baru di Kecamatan Sepaku. Menurutnya, kunjungan menteri sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mewujudkan rencana pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim. 

"Kita telah mendengar di mana dalam waktu dekat ini bekal direncanakan peletakan batu pertama pembangunan IKN di Sepaku. Jadi saya kira mungkin kedatangan Kepala Bappenas ini untuk membuat laporan kepada Presiden RI tentang kelayakan pembangunan dalam waktu dekat ini," sebutnya.

3. Minta tambahan bendungan di Desa Bukit Subur untuk mengatasi potensi banjir di IKN

Isran Noor : Bendungan Sepaku-Semoi di Penajam Pemasok Air Bersih IKNPenjelasan tentang desain bendungan Sepaku-Semoi di Penajam. (IDN Times/Ervan)

Lebih lanjut, Gofur meminta pemerintah juga membangun bendungan di Desa Bukit Subur. Berdasarkan pengalamannya, di kawasan ini kerap terjadi banjir per lima tahun sekali. 

Bencana banjir bisa jadi mempengaruhi langsung terhadap keberadaaan IKN.  

"Di desa Bukit Subur perlu juga dibangun itu bendungan, sebab dalam lima tahun sekali kerap terjadi banjir susulan," ungkapnya. 

Meskipun begitu, Gofur mengakui kebutuhan paling mendesak adalah penyediaan air bersih di seputaran  lokasi IKN. Kebutuhan air bersih yang teratasi dengan selesainya pembangunan bendungan Sepaku-Semoi. 

4. Progres pembangunan bendungan mencapai 22 persen

Isran Noor : Bendungan Sepaku-Semoi di Penajam Pemasok Air Bersih IKNLokasi kegiatan kunjungan Jokowi ke titik nol rencana pembangunan IKN (IDN Times/ Istimewa)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa menyatakan, progres pembangunan bendungan di Sepaku-Semoi sudah mencapai 22 persen. Sesuai perencanaan, ia mengharapkan bendungan sudah bisa mulai beroperasi pada tahun 2024 mendatang. 

Bendungan akan menyediakan air baku bagi ibu kota negara (IKN) serta masyarakat Balikpapan. 

"Kita berharap mudah-mudahan tahun 2024 bendungan Sepaku-Semoi bisa fungsional memasok air baku untuk kebutuhan IKN dan wilayah sekitarnya termasuk juga Kota Balikpapan," harapnya.

Untuk diketahui, kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas ke lokasi IKN merupakan kunjungan lanjutan di mana sebelumnya telah mengunjungi titik nol rencana lokasi pembangunan istana negara.

Kali ini, rombongan Menteri PPN meninjau lokasi pembangunan bendungan Sepaku-Semoi, berdiskusi dengan Gubernur Kaltim, Bupati PPU, dan masyarakat. 

Baca Juga: Pembelajaran Langsung di Penajam Masih Menunggu Kondisi COVID-19

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya