Comscore Tracker

Sambut Ibu Kota Negara Baru, Proyek Tol Teluk Balikpapan-PPU Berlanjut

Termasuk dalam empat mega proyek penunjang IKN

Penajam, IDN Times - Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur diharapkan segera terealisasi. Untuk menyambut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Pemerintah Kabupaten PPU serta Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya merelisasikan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan.

“Proyek jembatan Tol yang menghubungkan PPU dengan Kota Balikpapan tersebut menjadi salah satu dari empat mega proyek untuk menyambut pemindahan IKN ke Kaltim di PPU, seperti proyek Bendungan Gerak Telake, Bendungan Sepaku-Semoi telah berjalan dan Jembatan Pulau Balang sudah rampung serta kini tinggal penyelesaian akses jalan di sisi Balikpapan,” ujar Kepala Bidang Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang, kepada IDN Times, Kamis (8/4/2021) di Penajam.

1. Rencana proyek pembangunan jembatan tol tetap berlanjut, serap Rp16 triliun

Sambut Ibu Kota Negara Baru, Proyek Tol Teluk Balikpapan-PPU BerlanjutDesain jembatan tol teluk Balikpapan (Dok. Pemkab PPU)

Ia menegaskan, rencana proyek pembangunan jembatan tol tersebut tidak mandek melainkan tetap berlanjut dan bakal menyerap anggaran sebesar Rp16 triliun.

“Jembatan Tol Teluk Balikpapan tetap lanjut kok, salah kalau dikatakan tidak berlanjut. Itu hanya isu saja. Apalagi kami hingga kini tidak berhenti melakukan upaya-upaya mewujudkan pembangunan jembatan tersebut,” tegasnya.

Dibeberkannya, sekarang pihaknya sedang melakukan tahapan guna menyesuaikan permintaan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Baca Juga: Pembangunan IKN Kembali Ditunda, Kaltim Malah Lebih Untung, Kok Bisa?

2. PT. Waskita Karya telah ajukan jembatan Tol Teluk Balikpapan ke pemerintah

Sambut Ibu Kota Negara Baru, Proyek Tol Teluk Balikpapan-PPU BerlanjutPertemuan perwakilan Pemkab PPU, PT. Tol Teluk Balikpapan dengan BPJT (Dok. IDN Times/Istimewa)

Ia juga menjelaskan, “PT. Waskita Karya perusahaan BUMN juga selaku bagian dari konsorsium telah mengajukan Jembatan Tol Teluk Balikpapan sebagai salah satu proyek tol dikerjakan pihaknya kepada pemerintah,” tuturnya.

Untuk diketahui, jelas Nicko, pembangunan jembatan Tol yang menghubungkan kota Balikpapan dengan PPU ini menggunakan pola kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), sehingga seluruh anggaran pembangunannya murni dibiayai swasta tidak memakai anggaran pemerintah daerah maupun pusat.

3. Pembangunan Jembatan Pulau Balang telah rampung masih terkendala akses jalan sisi Balikpapan

Sambut Ibu Kota Negara Baru, Proyek Tol Teluk Balikpapan-PPU BerlanjutJembatan Pulau Balang diuji coba beban (Dok.Satker Pulau Balang Kemen PUPR)

Sementara itu, terkait dengan pembangunan Jembatan Pulau Balang, lanjutnya, kini telah rampung tersambung, namun masih terkendala akses jalan menuju jembatan di sisi Balikpapan. Kelak kedua jembatan ini jadi penunjang ketika IKN telah resmi dipindahkan ke PPU.

“Jalan penghubung sisi Balikpapan belum ada, sedangkan di sisi Penajam jalannya sudah terbangun dan layak dilalui, namun masih perlu ditingkatkan khususnya jalan penghubung ke Kawasan Industri Buluminung (KIB),” sebut Nicko.

Selain Jembatan Tol Teluk Balikpapan dan Jembatan Pulau Balang, pembangunan Bendungan Gerak Telake di Kabupaten Paser dengan anggaran Rp 1,7 triliun serta Bendungan Sepaku-Semoi merogoh anggaran hampir Rp900 miliar juga menjadi mega proyek pemindahan IKN ke Kaltim.  

4. Optimis empat mega proyek segera terwujud, guna menunjang kemajuan daerah dan IKN

Sambut Ibu Kota Negara Baru, Proyek Tol Teluk Balikpapan-PPU BerlanjutDesain gambar tampak depan bendung gerak Talake (IDN Times.Istimewa)

“Kita optimis empat mega proyek itu segera terwujud, karena keberadannya sangat menunjang kemajuan daerah dan IKN. Bendungan Sepaku-Semoi kini telah masuk tahapan fisik sedangkan pembebasan lahan selesai dilaksanakan tinggal sedikit bidang belum selesai dibebaskan,” urainya

Sedangkan Bendungan Gerak Telake rencananya Juli mendatang telah masuk tahapan pekerjaan fisik bendungan dimana sekarang masih menunggu lelang proyek. Kelak Bendungan Gerak Telake akan mengalirkan air untuk 10 desa yang ada di Penajam, dengan total luasan lahan pertanian hingga 21.000 hektare.

“Bendungan Sepaku-Semoi ini dinilai cukup penting guna memenuhi kebutuhan air bersih, sementara Bendungan Gerak Telake harapannya mampu meningkatkan pangan untuk kebutuhan IKN kelak. Kami sejak dulu telah memperjuangkan agar infrastruktur terwujud dan kami tentu sangat berharap semua proyek tersebut segera terealisasi dan difungsikan,” pungkasnya.

Baca Juga: Jalan Jembatan Pulau Balang di Sisi Balikpapan Dianggap Tak Jelas

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya