Uniba Dukung Pemindahan IKN Nusantara secara Fisik dan Intelektual

UNIBA tanggapi petisi

Penajam, IDN Times - Universitas Balikpapan (Uniba) mendukung penuh pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Penajam Paser Utara (PPU)-Kutai Kartanegara (Kukar) di Kalimantan Timur (Kaltim). Lokasi pusat pemerintahan Kota Nusantara diproyeksikan berada di Kecamatan Sepaku PPU. 

“Hari ini saya bersama Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi (Yapenti) Dharma Wirawan Kaltim Uniba Balikpapan, Bapak Rendi Susiswo Ismail, para dosen dan mahasiswa berkunjung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara adalah sebagai bentuk dukungan terhadap pemindahan ibu kota ke Kaltim,” ujar Rektor Uniba Balikpapan Isradi Zainal kepada awak media, Minggu (14/2/2022) di Sepaku.

1. Dukungan pemindahan IKN juga dari beberapa lembaga lain

Uniba Dukung Pemindahan IKN Nusantara secara Fisik dan IntelektualRektor Uniba Balikpapan Isradi zainal dan Ketua Badan Pembina Yapenti Uniba Rendi Susiswo Ismail (IDN Times/Ervan)

Dibeberkannya, dukungan ini bukan hanya Uniba saja tetapi juga dari beberapa lembaga organisasi seperti dulu ketika ia menjabat sebagai Sekjen Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI). Organisasi ini telah menyatakan dukungan, termasuk pula konsorsium para Rektor Kalimantan yang beranggotakan 24 rektor. 

“Jadi dukungan itu tidak hanya dari Uniba tetapi dari lembaga intelektual lainnya juga telah memberikan dukungan penuh. Jadi semua dan kami memberikan dukungan secara fisik dan intelektual atas pemindahan ibu kota ini,” tegasnya.

Dikatakan Isradi Zainal, pihaknya mempunyai banyak alasan kenapa mendukung pemindahan ibu kota negara. Bahkan pihaknya telah melakukan pengkajian-pengkajian secara mendalam baik melibatkan para guru besar dari semua sisi, seperti sisi ekonomi, politik, keteknikan serta lain-lain dan pada ujungnya bahwa pemindahan ibu kota negara ini sangat bagus untuk Indonesia.

Baca Juga: Ladang Budaya Tenggarong, Wisata  dengan Konsep Unik di Kaltim

2. Ada tiga poin positif pemindahan ke Kaltim bagi Indonesia

Uniba Dukung Pemindahan IKN Nusantara secara Fisik dan IntelektualRektor Uniba, ketua yayasan Uniba, para dosen dan mahasiswa Uniba saat berada di KIPP IKN Nusantara (IDN Times/Ervan)

Isradi mengatakan, ada poin penting menjadi dasar pemindahan IKN Nusantara. Dari soal pemerataan pembangunan, ekonomi, dan terakhir sebaran penduduk di Jawa ke Kalimantan. 

"Kita tahu penduduk Indonesia sekitar 150 juta ada di pulau jawa sekarang,” tuturnya.

Potensi ekonomi itu bisa tumbuh kembali jika lahan-lahan yang luas dimanfaatkan oleh negara. Jika tidak berapa besar kekayaan negara yang hilang. Sehingga apabila IKN ada maka semua bisa terawasi. Jadi yang pasti pihaknya punya konsep dan catatan dan dukungan terhadap IKN Nusantara ini.

Sehubungan dengan petisi penolakan IKN tersebut dirinya telah membaca dan dirinya sebagai seorang yang demokratis ternyata mayoritas masyarakat Indonesia memberikan dukungan pemindahan ini. Bahkan awalnya dalam penetapan nama IKN pihaknya juga berbeda pendapat, tetapi karena keputusan mayoritas adalah Nusantara maka pihaknya memberikan dukungan.

“Karena ini keputusan mayoritas, kita harus terima karena ada kepentingan yang lebih besar. Begitu pula sehubungan dengan petisi itu saya sudah baca masing-masing argumen,” tuturnya.

3. Anggaran Rp466 triliun tidak dipakai sekaligus namun bertahap dan dibawah dari Rp10 triliun

Uniba Dukung Pemindahan IKN Nusantara secara Fisik dan IntelektualRektor Uniba, ketua yayasan Uniba, para dosen dan mahasiswa Uniba saat berada di KIPP IKN Nusantara (IDN Times/Ervan)

Seperti argumen, bahwa kenapa pemindahan itu dilakukan sekarang saat COVID-19, oleh karena itu pemerintah tidak melakukan pembangunan secara serentak. Jika tidak ada COVID-19 mungkin tahun 2020 kemarin sudah dibangun.

Jadi sudah diakomodasi pertanyaan itu.

“Ada yang bilang kok Undang-Undang IKN dibahas cuma sebulan, sebenarnya kalau melihat faktanya, jauh sebelumnya saat Rancangan UU 6 bulan cuma sebulan sudah disampaikan. Kita juga lihat UU itu tidak ada yang sangat fundamental untuk diperdebatkan,” jelasnya.

Bahkan ada yang bilang negara saat ini kekurangan uang, sebenarnya kalau bicara IKN anggaran Rp466 triliun lebih tidak dipakai sesaat atau sekaligus namun bertahap bahkan sampai 100 tahun indonesia merdeka di tahun 2045,  artinya dari hitungannya hingga 2024 anggaran untuk pembangunan IKN di bawah dari Rp10 triliun.

4. Nilai anggaran pembangunan IKN sedikit kalau pakai istilah multiyears

Uniba Dukung Pemindahan IKN Nusantara secara Fisik dan IntelektualRektor, Ketua Yayasan , dosen dan perwakilan mahasiswa UNIBA berikan dukungan pembangunan IKN ketika berada di KIPP (IDN Times/Ervan)

"Nilai anggaran pembangunan itu sedikit sebenarnya kalau misalnya pakai istilah multiyears. Apalagi jika dibandingkan dengan kontribusi Kaltim kepada negara Indonesia selama ini yang mencapai lebih dari Rp500 triliun lebih per tahun sementara pembangunan jalan Tol di Kaltim hanya satu saja, nilainya mencapai Rp16 triliun, kan sedikit saja yang dibangun di Kaltim,  sementara daerah lain lebih dari satu tidak ada apa-apa buat masyarakat Kaltim," akunya.

Jadi UNIBA, secara tulus menyatakan pemindahan IKN untuk Indonesia. Bahkan, pihaknya siap berdiskusi, mereka menghormati perbedaan pendapat, tetapi jika mayoritas mendukung  untuk kepentingan lebih besar, maka semua pihak harus terima.

Ia mencontohkan, seperti ada kritik terkait ketersediaan air di Sepaku. Ia membenarkan jika konteksnya air tanah, namun dirinya telah bicara dengan Dirjen Cipta Karya PUPR mereka menyatakan sudah ada konsep menggunakan air permukaan dengan bendungan sebagai salah satu solusinya.

Jadi apa pun dikhawatirkan semua sudah ada jalan keluarnya.

5. Terkait dengan petisi pasti ada langkah yang diambil namun bukan perang petisi

Uniba Dukung Pemindahan IKN Nusantara secara Fisik dan IntelektualPernyataan sikap dukungan pemindahan IKN Nusantara dari keluarga besar UNIBA disampaikan di titik nol IKN Nusantara (IDN Times/Ervan)

Di tempat sama, Rendi Susiswo Ismail menyatakan, sehubungan dengan pemindahan IKN Nusantara ini UNIBA tentu akan mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan di dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi sesuai dengan standar yang diperlukan oleh masyarakat.

“Nanti kan ratusan bahkan jutaan orang datang masuk ke Kaltim, tapi  perlu diingat bahwa mereka yang Kalimantan Timur itu bukan masyarakat model transmigrasi tapi orang-orang yang memiliki kualifikasi kompetensi kualitas cukup bagus, karena itu juga standar mutu Uniba akan terus kita tingkatkan agar setara atau lebih daripada perguruan tinggi yang ada di luar Kaltim,” kata Rendi yang juga tokoh masyarakat Kaltim ini.

Terkait dengan petisi, jelasnya, pasti ada langkah yang diambil pihaknya namun bukan perang petisi, meskipun mereka telah menyampaikan kajian ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sehingga pihaknya juga menyampaikan hal serupa berupa pandangan-pandangan yang objektif, di mana dipahami tentang betapa sesungguhnya kesiapan wilayah Kaltim  dijadikan sebagai ibukota negara.

“Jadi kita akan merumuskan bersama-sama dengan melibatkan semua pihak tidak saja di kalangan pendidikan tinggi atau akademisi tapi juga tokoh-tokoh adat, kemudian komunitas masyarakat yang ada di Kalimantan dan Kaltim, supaya nanti tidak ada distorsi dengan apa yang telah menjadi keputusan presiden,” pungkasnya.

Baca Juga: Korupsi Bupati PPU, KPK Periksa Mantan Direktur Perusda Benuo Taka

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya