Sengketa Tol Balsam, Warga RT 37 Pilih Damai

Uang konsinyasi diperkirakan mencapai Rp12 miliar

Balikpapan, IDN Times - Persoalan sengketa lahan di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Kilometer 6, Seksi 5 diharapkan dapat segera menemukan jalan keluar. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan yakni dengan menggelar pertemuan dengan warga RT 37 Kelurahan Manggar.

Dalam pertemuan ini, hadir Kepala Kantor ATR/BPN, Herman Hidayat untuk menyampaikan terkait penjelasan kepemilikan lahan tersebut secara de jure dan de facto, Jumat (4/3/2022) di Aula Balaikota Balikpapan. 

Dalam pertemuan ini, masyarakat berdialog dan musyawarah dengan pemerintah kota, Kodim 0905 serta Polresta Balikpapan. "Ada kemajuan, warga Manggar 16 warga RT 37 sepakat damai. Buktinya setelah kami tawarkan mereka bersedia menyebutkan angka komprominya," ungkap Pj Sekda Kota Balikpapan, Muhaimin usai pertemuan.

1. Warga RT 37 Kelurahan Manggar sepakat damai

Sengketa Tol Balsam, Warga RT 37 Pilih DamaiPertemuan dengan warga RT 37 Kelurahan Manggar terkait sengketa lahan Tol Balikpapan-Samarinda, Kilometer 6, Seksi 5 (4/3/2022). (IDN Times/Fatmawati)

Pertemuan ini dipimpin Pj Sekda Kota Balikpapan, Muhaimin didampingi Asisten Tata Pemerintahan Setdakot, Syaiful Bahri. Hadir juga Dandim 0905 dan Kapolresta Balikpapan. Ia menyampaikan, dalam musyawarah tersebut sudah disepakati damai, kendati angka kompromi untuk pembagian uang konsinyasi masih variatif. 

"Ada 90-10, 100-0, 95-5 persen. Yang penting mereka sudah sepakat damai. Nanti penawaran ini akan kami dapatkan kembali dengan mengundang warga yang di Transad (Transmigrasi Angkatan Darat). Kami akan sampaikan, gimana warga Transad, bisa mereka menerima atau menawar lagi," terang Muhaimin.

Pertemuan dengan warga Transad tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa (8/3/2022) mendatang. Ia berharap persoalan sengketa lahan yang sudah berlangsung sejak 2017 ini segera tuntas dengan tiga kali pertemuan.

"Intinya kami bersyukur mereka mau damai, dan tak sampai ke proses hukum" katanya.

Selanjutnya, pada Selasa mendatang pertemuan akan mengundang tujuh warga Transad yang bersengketa. Jika warga transad sepakat dengan opsi warga RT 37, makan Pemkot Balikpapan akan membuat berita acara untuk BPN Balikpapan. 

Berita acara itu nantinya akan jadi modal BPN menerbitkan rekomendasi ke Pengadilan Negeri Balikpapan agar mencairkan uang konsinyasi senilai kurang lebih Rp12 miliar.

Namun, jika pada rapat Selasa (8/3) nanti belum ada kesepakatan, maka akan dilaksanakan pertemuan lanjutan untuk mencari jalan tengah.

"Kalau tuntas nanti kami terbitkan berita acara untuk BPN, lalu BPN menerbitkan rekomendasi ke PN Balikpapan, nanti Kepala Pengadilan yang langsung mencairkan uangnya hari itu juga," kata Muhaimin.

Baca Juga: Cegah Kedaluwarsa, Balikpapan Percepat Akselerasi Vaksinasi 

2. Tunggu kesepakatan persentase pembagian uang ganti rugi

Sengketa Tol Balsam, Warga RT 37 Pilih DamaiKuasa hukum warga RT 37, Yesayas Rohy. (IDN Times/Fatmawati)

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kuasa hukum warga RT 37, Yesayas Rohy. Ia mengatakan, langkah perdamaian yang digagas Pemkot Balikpapan disambut baik warga. Meski demikian, dia menyebut besaran pembagian uang konsinyasi masih belum disepakati warga.

Sejauh ini, ada tiga opsi yang disampaikan warga. Ada yang meminta pembagian 90:10, artinya 90 persen bagi warga RT 37 dan 10 persen bagi warga yang mengklaim punya sertifikat transad. Warga lain, kata Yesayas, ada yang meminta bagian 95 persen dari nilai konsinyasi. 

“Ada juga warga yang tak mau berbagi karena merasa dia punya sertifikat dan itu sangat kuat. Jadi mereka minta 100 persen full,” kata Yesayas.

Ada dua warga yang mengklaim mengantongi sertifikat atas lahan yang kini menjadi jalan tol di kilometer 6 tersebut. Masing-masing luasnya 1,7 hektare dan 1,5 hektare.

Soal perbedaan persentase ini, Yesayas mengaku akan dibahas dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, warga bisa menyepakati nilai yang dianggap paling ideal. 

"Memang kelihatannya paling mendekati adalah 90 persen dan 10 persen, tetapi kami akan lihat lagi nanti,” katanya.

Warga juga akan menunggu hasil pertemuan Forkopimda dengan pihak Transad yang dilaksanakan Selasa nanti. Harapannya, mereka yang mengklaim punya sertifikat bisa menerima opsi dari warga RT 37.

“Kami berharapnya sih mereka sepakat. Sebab jika di bawah tiga opsi tadi pasti warga RT 37 akan menolak,” katanya.

3. BPN menunggu hasil musyawarah yang diinisiasi Pemkot Balikpapan

Sengketa Tol Balsam, Warga RT 37 Pilih DamaiKepala BPN/ATR Balikpapan Herman Hidayat (IDN Times/ Fatmawati)

Kepala BPN/ATR Herman Hidayat menambahkan, pihaknya sebagai pelaksana pengadaan sudah menjelaskan semua mekanisme dan telah disepakati damai untuk warga RT 37. "Saya sebagai pelaksana saja dan saya melihat warga sudah ada deal," katanya. 

Dalam hal ini, BPN menunggu sampai kedua belah pihak sepakat berdamai lalu ke pengadilan. "Dengan satu pihak damai. Makanya kami menunggu pertemuan dengan pihak kedua. Kami melihat dulu semuanya hasilnya bagaimana," katanya.

BPN saat ini mengonfirmasi keberadaan 15 sertifikat dengan luasan rata-rata 2 hektare per sertifikat. "Dari 19 penetapan ada 15 sertifikat, ada penguasaan. Jadi ada sekitar 48 atau 50 yang beririsan, tumpang," katanya.

Baca Juga: Hutan Mangrove Margomulyo, Wisata Alam Memesona di Balikpapan

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya