Antre Minyak Goreng Berujung Maut, DPRD Kaltim Panggil Disprindag

Anggota Komisi II ingin Pemerintah segera cari solisi

Samarinda, IDN Times - Kelangkaan minyak goreng di Kalimantan Timur (Kaltim) makin menjadi dalam dua bulan terakhir ini. Antrean panjang pembeli minyak goreng terjadi juga di Samarinda, meskipun pemerintah daerah menyalurkan bantuan minyak goreng curah dengan harga murah. 

Ironisnya, antrean minyak goreng pun membawa dua korban jiwa meninggal dunia. Para korban diduga mengalami kelelahan yang berujung merengut jiwanya.

Kondisi ini yang menjadi keprihatinan Anggota DPRD Kaltim Komisi 2 Elly Hartati Rasyid. Khususnya soalnya jatuhnya korban jiwa antre minyak goreng terjadi di Samarinda dan Berau. 

"Pertama yang di Berau ya, walaupun diklarifikasi oleh pihak Kapolres juga keluarga korban, tapi biar bagai mana pun, dalam video yang beredar, almarhum ibu itu meninggal saat di tempat ramai orang yang sedang mengantre minyak goreng. Kedua, kejadian baru kemarin, di Jalan Suryanata Samarinda. itu juga karena lagi mengantre minyak goreng," kata Elly pada IDN Times, Selasa (15/3/2022)

1. Pemerintah terkesan lamban

Antre Minyak Goreng Berujung Maut, DPRD Kaltim Panggil DisprindagElly Hartati Rasyid, Anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024 (Nina/IDN Times)

Soal kelangkaan minyak goreng ini, Elly menilai pemerintah lambat dalam mengantisipasi keterbatasan pasokannya di lapangan. Membuat komoditas minyak goreng ini hilang dari toko maupun retail besar di Kaltim. 

Persoalan yang akhirnya memancing panic buying di antara masyarakat. 

Padahal semestinya, menurut Elly, pemerintah dapat memaksimalkan aparatur di bawah seperti lurah dan RT dalam mengantisipasi kepanikan masyarakat. 

"Pemkot Samarinda sudah mulai gerak kencang ya. ini Provinsi harus ikut segera ambil tindakan. Kota kabupaten sudah berupaya, provinsi jangan lamban," imbuhnya

Baca Juga: Pemkot Samarinda Operasi Pasar Awasi Distribusi Minyak Goreng Subsidi

2. Rencana undang RDP Disprindag Kaltim

Antre Minyak Goreng Berujung Maut, DPRD Kaltim Panggil DisprindagKegiatan Oprasi Pasar Minyak Goreng di halaman Kantor Dinas Perdagangan Kota Samarinda (Istimewa)

Elly mengatakan, kelangkaan minyak goreng sudah berlangsung dua bulan terakhir di Kaltim. Terbukti dari masih banyak antrean pembeli minyak goreng di seluruh kota dan kabupaten. 

Sehubungan itu, Elly berencana membahas permasalahan tersebut bersama rekan sesama anggota Komisi 2 DPRD Kaltim. Kalau perlu, mereka akan memanggil instansi terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan Kaltim guna menjelaskan persoalan minyak goreng. 

"Saya baru sepekan duduk di Komisi II, ini akan saya usulkan ke Ketua Komisi dan unsur pimpinan untuk segera mengundang Dinas Perdagangan. Ini penting, karena kita harus segera turun untuk membantu memecahkan masalah ini," tegasnya

3. Disperindag Kaltim siapkan hotline

Antre Minyak Goreng Berujung Maut, DPRD Kaltim Panggil DisprindagIstimewa

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim H M Yadi Robyan Noor memaparkan, tentang penanganan kelangkaan pada minyak goreng, kedelai, LPG, daging sapi, daging ayam, dan telur.

Ia menyebutkan masuk dalam masa kenaikan di pasaran.

Disperindag dan UKM Kaltim, menurut Roby, bertugas membantu tugas gubernur dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan stok.

Soal satu ini, Presiden Joko Widodo mengatur harga yang dipatok sama rata se Indonesia sesuai Permendag yang telah dikeluarkan tanggal 26 Januari 2022 mengenai kebijakan minyak goreng satu harga.

“Disperindagkop memiliki hotline pengaduan yang bisa diakses oleh masyarakat. Melalui hotline pengaduan ini, masyarakat bisa menanyakan ketersediaan minyak goreng dan melaporkan masyarakat atau oknum yang tidak mengikuti regulasi yang ada," pungkas Roby.

Baca Juga: Idealnya, Kaltim Semestinya Memiliki 25 Pabrik Minyak Goreng

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya