Comscore Tracker

Siswi SMK di Samarinda Seberang Terjun dari Jembatan Mahakam

Depresi akibat masalah keluarga, berniat akhiri hidupnya.

Samarinda, IDN Times - Seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) Samarinda Seberang nekat terjun ke Sungai Mahakam, Kamis (17/3/2022) sore. Pelajar inisial PYA (17) ini terjun dari tengah-tengah Jembatan Mahakam  ke dalam sungai dengan ketinggian hampir mencapai 7 meter. 

Untung saja, nyawa perempuan muda berhasil diselamatkan para warga yang kebetulan sedang memancing di bawah Jembatan Mahakam. 

"Korban selamat, dibawa ke Rumah Sakit Hermina." kata Kasubnit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda Aiptu Harry Cahyadi, pada IDN Times, Jumat (18/3/2022). 

1. Kronologi siswa SMK melompat dari Jembatan Mahakam

Siswi SMK di Samarinda Seberang Terjun dari Jembatan MahakamJembatan Mahakam di Samarinda (Ilustrasi)

Dalam keterangan saksi mata pada pihak kepolisian, korban berjalan sendirian di pinggiran Jembatan Mahakam. Sesampainya di tengah-tengah jembatan, PYA mendadak memanjat pinggiran pagar pembatas dan tanpa pikir panjang melompat ke dalam sungai. 

Sungai Mahakam diketahui memiliki kedalaman mencapai 10 meter dengan kekuatan arus yang cukup deras. 

"Dia menuju ke Jembatan Mahakam bagian tengah, lewat jalan pejalan kaki ini, sekitar 200 meter dia buka sandal, dan terjun ke bawah," ujar Harry

Baca Juga: Terlilit Utang, Ibu di Kutai Barat Nekat Terjun ke Sungai Mahakam

2. Korban ditolong para pemancing

Siswi SMK di Samarinda Seberang Terjun dari Jembatan MahakamIlustrasi

Percobaan bunuh diri yang dilakukan remaja yang masih mengenakan seragam sekolah ini disaksikan langsung warga yang berada di tempat kejadian. Selang kejadian korban terjun dari ketinggian 7 meter itu, para pemancing itu bergegas menyelamatkan korban dengan menggunakan perahu cas yang mereka pergunakan untuk memancing.

"Kebetulan ada warga yang sedang memancing, lihat ada anak pakai seragam sekolah lompat dari jembatan, pemancing itu langsung pergi selamatkan," beber Harry.

3. Mengaku depresi karena masalah keluarga

Siswi SMK di Samarinda Seberang Terjun dari Jembatan MahakamKorban saat di rawat di Rumah Sakit (Istimewa)

Setelah berhasil diselamatkan oleh para pemancing, PYA langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina Samarinda. Kepolisian pun mengabarkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga melakui Bhabhinkamtipmas wilayah Samarinda Seberang.

Saat ditanya, korban mengaku depresi atas masalah yang terjadi di keluarganya.

"Alasan korban terjun ke Sungai Mahakam dikarenakan lagi ada masalah keluarga dan saat ini korban selamat dan di rawat di RS Hermina Kota Samarinda dan unit INAFIS dan relawan INAFIS Satuan Reskrim Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan orang tua korban," pungkas Harry

4. Mencegah perilaku bunuh diri

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:

Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

Baca Juga: Seorang Gadis di Samarinda Nyaris Tewas Dirampok di Kontrakannya

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya