Comscore Tracker

Divonis Penjara Seumur Hidup, Oknum TNI Balikpapan Ajukan Banding

Berkas banding dikirim ke Pengadilan Militer Tinggi I Medan

Balikpapan, IDN Times - Oknum TNI Balikpapan Praka Muhammad Abdul Mutholib atau Tholib pelaku pembunuhan kekasih kekasih seorang guru honorer Balikpapan dikabarkan menganjukan sidang banding ke Pengadilan Militer Tinggi I Medan. Hal ini disampaikan oleh Humas Pengadilan Militer 1-07 Balikpapan, Mayor Chk Tatang Sujana Krida saat dihubungi IDN Times tadi, Selasa (7/12/2021). 

Sebelumnya, hasil sidang kasus ini diputuskan pada 23 November 2021 dengan hukuman diterima terdakwa adalah hukuman penjara seumur hidup. Berdasarkan penjelasan Tatang, terdakwa Tholib mengajukan sidang banding itu pada 30 November 2021.

"Yang jelas, kalau dia mengajukan banding artinya putusan kemarin dirasa kurang adil dan seimbang menurutnya dia. dan juga itu hak terdakwa," terangnya. 

1. Kasus akan diteliti kembali

Divonis Penjara Seumur Hidup, Oknum TNI Balikpapan Ajukan BandingProses rekonstruksi pembunuhan kekasih oleh oknum TNI Balikpapan. Foto Dok Pomdam VI Mulawarman

Dalam prosedurnya, proses pengajuan banding tersebut pastinya diharapkan oleh terdakwa mendapat perubahan hasil dibanding sebelumnya. Tatang menjelaskan, ada 4 perkiraan hasil yang akan diterima terdakwa. Yaitu jika terbukti tak bersalah dapat dibebaskan, dapat berkurang, bisa lebih tinggi, atau tetap sama dengan sebelumnya.

Namun sebelum itu, kasus ini perlu diteliti kembali oleh Pengadilan Militer Tinggi.

"Jadi kami tidak bisa memastikan seperti apa hasilnya, itu nanti keputusan dari Pengadilan Militer Medan," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan mekanisme pengajuan sidang banding minimal butuh waktu 5 bulan baru akan digelar. Sedangkan hasil sidang dan berkasnya nanti akan dikirimkan kembali ke Dilmil 1-07 Balikpapan.

Baca Juga: Sah! Oknum TNI Balikpapan yang Bunuh Kekasihnya Dihukum Seumur Hidup

2. Masih ada satu tahapan sebelum inkrah

Divonis Penjara Seumur Hidup, Oknum TNI Balikpapan Ajukan Banding

Selain banding, kata Tatang, jika terdakwa masih tidak puas dengan hasilnya rupanya masih ada tahap kasasi yang dapat diajukan. Sama seperti sidang sebelumnya, sidang akan dilakukan setelah dipelajari kembali. Tatang menyebut, tak ada syarat bagi terdakwa dalam mengajukan kasasi, mengingat hal itu tetap hak terdakwa. 

"Kalau misalkan hasilnya nanti tetap sama, dia boleh ajukan kasasi. Walaupun hasilnya sudah lebih ringan, terdakwa tetap bisa ajukan kasasi," ujarnya.

Kemudian, saat disinggung mengenai pencopotan tersangka dari militer, Tatang menuturkan, akan dilakukan setelah hasil sidang sudah diterima terdakwa atau sudah inkrah.

3. Diputuskan hukuman seumur hidup

Divonis Penjara Seumur Hidup, Oknum TNI Balikpapan Ajukan BandingSidang putusan kasus pembunuhan oknum TNI Balikpapan kepada kekasihnya, Selasa (23/11/2021) (IDN Times/Riani Rahayu)

Sebelumnya, oknum TNI Balikpapan Praka Muhammad Abdul Mutholib yang terjerat dakwaan pembunuhan kekasihnya Rizki Rahmadini, akhirnya diputuskan bersalah dalam kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada 1 Maret 2021 lalu. Di hadapan hakim dan tamu persidangan, terdakwa yang berdiri di tengah-tengah hanya bisa mendengarkan semua apa yang telah diperbuatnya hingga dituntut kurungan penjara seumur hidup. 

Selasa (23/11/2021) sore menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh pihak keluarga korban. Usai hakim melontarkan putusan hukuman seumur hidup, ruang sidang pun riuh dipenuhi suara teriakan dari pihak keluarga.

Meski sedih, namun ungkapan rasa syukur tak henti keluar dari bibir mereka, yang menandakan puas dengan sidang putusan yang ditetapkan hakim.

"Hakim memutuskan, saudara Muhammad Abdul Mutholib menjalani hukuman seumur hidup dan dipecat dari dinas militer, serta denda Rp10 ribu," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer 1-07 di Balikpapan.

Baca Juga: Perjuangan Ayah di Balikpapan Menuntut Hukuman Mati Pada Oknum TNI

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya