Imigrasi Catat 500 Pemohon WNA yang Tinggal di Balikpapan 

pengajuan paspor meningkat untuk haji dan umroh

Balikpapan, IDN Times - Di situasi pandemik seperti ini, agaknya tak menyurutkan keinginan masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, sebanyak 2.434 paspor Republik Indonesia (RI) diterbitkan.

Dengan rincian 1.708 paspor biasa 48 halaman dan 726 e-paspor 48 halaman.

Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) Adrian Soetrisno menerangkan, jumlah ini berdasarkan tingkat animo masyarakat di tengah kondisi pembatasan yang dilakukan di Balikpapan. 

"Ini meningkat dalam satu tahun, tergantung animo masyarakat. Pada saat PPKM itu diterapkan, maka permohonan paspor itu sedikit. Begitu pun sebaliknya," terangnya, saat ditemui di Aula Kantor Imigrasi Balikpapan, Senin (27/12/2021).

1. Permohonan tinggi di awal dan akhir tahun

Imigrasi Catat 500 Pemohon WNA yang Tinggal di Balikpapan Suasana Haji di tengah pandemik COVID-19 tahun 2020 (Youtube.com/Makkah Live - Hajj 2020)

Jika melihat momennya, Adrian mengatakan, permohonan penertiban paspor lebih banyak dilakukan pada awal tahun dan akhir tahun. Apalagi pada akhir tahun, masa liburan dan juga kasus yang melandai, serta pembatasan yang mulai dilonggarkan tentunya menjadi faktor utama meningkatnya permohonan. 

Sementara itu, jika dilihat kembali permohonan pembuatan paspor lebih banyak dilakukan oleh jemaah yang akan berangkat haji dan umrah. 

"Jadi dengan adanya pengumuman dari pemerintah bahwa haji dan umrah itu kembali dibuka, akhirnya permohonan paspor untuk haji dan umrah ada lagi," terangnya.

Namun, penertiban paspor ini hanya bisa digunakan untuk perjalanan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Sedangkan di Balikpapan belum dapat dilakukan.

Baca Juga: Penerbitan Paspor di Balikpapan yang Mayoritas Jemaah Umrah dan Haji

2. Terdapat tiga WNA dikenakan sanksi administrasi

Imigrasi Catat 500 Pemohon WNA yang Tinggal di Balikpapan Pendeportasian warga negara asing asal Ukraina melalui Bandar Udara Soekarno–Hatta (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara itu, Imigrasi Balikpapan juga membeberkan, ada 3 kasus warga negara asing (WNA) yang sempat berada di Balikpapan terpaksa harus dideportasi dari Indonesia. Mereka adalah warga negara Ukraina, yang sebelumnya sempat terlibat laka kapal di Teluk Balikpapan. 

Dijelaskan, pemulangan mereka itu dikarenakan tidak adanya dokumen paspor yang tentunya menjadi dasar agar mendapat izin tinggal di Indonesia.

"Maka itu kemarin, kami koordinasikan dengan kedutaan negara mereka untuk pemulangan ke negaranya," ucapnya.

3. Permohonan izin tinggal di Balikpapan lebih dari 500 pemohon

Imigrasi Catat 500 Pemohon WNA yang Tinggal di Balikpapan Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Adrian Soetrisno, (IDN Times/Riani Rahayu)

Untuk di Kota Balikpapan, data yaang tercatat oleh imigrasi Balikpapan untuk orang yang melakukan permohonan izin tinggal sebanyak lebih dari 500 pemohon. Data tersebut tak dihitung secara perorangan. Melainkan jumlah permohonan yang diajukan.

Dicontohkan, jika seorang WNA mengajukan permohonan izin tinggal, maka permohonannya itulah yang dihitung. 

"Misalnya dia ajukan izin tinggal di Balikpapan selama 3 bulan, maka setiap bulannya dia ajukan lagi. Dan itu bisa saja 1 orang," jelasnya.

Adrian menuturkan, rata-rata WNA yang mengajukan izin tinggal itu yang sudah memiliki izin tinggal terbatas yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Kota Balikpapan. 

Baca Juga: Misa Natal di Balikpapan Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas 

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya