Intip Pantai Lamaru setelah Pembatasan Kembali Diterapkan

Berlibur tetap tenang dengan menerapkan protokol kesehatan

Balikpapan, IDN Times - Naiknya kasus COVID-19 di Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) membuat pemerintah terpaksa menarik rem darurat pembatasan kegiatan masyarakat. Bahkan Balikpapan yang sebelumnya sudah berada di level 1 kembali berada di posisi level 3 atau zona merah.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), melalui surat edaran daerah posko Satgas COVID-19 tingkat RT harus kembali diaktifkan dan tempat-tempat yang mengundang kerumunan kini dibatasi dengan kapasitas 50 persen. Di antaranya adalah tempat wisata.

Pada Minggu kemarin, IDN Times menyambangi dua destinasi wisata pantai yang berada di Balikpapan Timur yang menunjukkan kondisi berbeda. Pantai Manggar harus ditutup pada waktu weekend sementara Pantai Lamaru tetap dibuka.

Dijelaskan oleh Operational Manager Pantai Lamaru Tonny Kansil, Pantai Lamaru tetap diizinkan beroperasi karena sudah sesuai standar protokol kesehatan COVID-19.

"Kami tetap diizinkan (beroperasi) dengan syarat harus betul-betul menjalankan prokesnya, salah satunya pengunjung yang masuk wajib menggunakan barcode (PeduliLindungi)," jelasnya.  

1. Solusi lain perlihatkan kartu vaksin

Intip Pantai Lamaru setelah Pembatasan Kembali Diterapkanilustrasi vaksin COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)

Izin yang mereka terima juga karena Satgas COVID-19 Kota Balikpapan menilai penerapan pindai PeduliLindungi di Pantai Lamaru sudah sangat baik. 

Selain aplikasi PeduliLindingi, Tonny mengatakan, pengunjung yang masuk juga minimal sudah menerima suntikan vaksinasi dosis ke dua. Dengan menunjukkan bukti dari kartu vaksin tersebut.

"Itu opsi jika si pengunjung tidak bisa menggunakan aplikasi, jadi memperlihatkan kartu vaksinnya. Kami memang kalau vaksin pertama tidak menerima, minimal dosis kedua," terangnya.

Penerapan ini  sudah dilakukan pihaknya sejak PPKM di Kota Minyak berada di level 1.

Baca Juga: Ini Kapasitas Produksi Gasoil dan Gasoline Kilang di Balikpapan 

2. Siapkan klinik sebagai antisipasi

Intip Pantai Lamaru setelah Pembatasan Kembali Diterapkanklinik di Pantai Lamaru, Balikpapan Timur (IDN Times/Riani Rahayu)

Belajar dari kondisi sebelumnya, Pantai Lamaru kini melengkapi fasilitasnya dengan mempersiapkan klinik kesehatan. Sebagai bentuk antisipasi jika ada pengunjung yang sakit atau menunjukkan tanda dan gejala terpapar COVID-19.

Tony menuturkan, nantinya jika ada pengunjung yang sakit pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Puskesmas Lamaru yang berdiri di depan pintu masuk wisata tersebut.

"Nanti kami kerja sama dengan puskesmas depan. Ya (untuk swab). Memang itu wajib kami terapkan di sini," jelas dia.

Saat IDN Times masuk ke Pantai tersebut, memang kondisi di sana tampak lengang. Namun patut mendapat izin karena pengaturan jarak antara pengunjung satu dan pengunjung lainnya telah diatur sedemikian rupa. 

Juga saat ini, kunjungan di Pantai Lamaru sudah dibatasi hanya menerima 50 persen saja.

3. Dihantam ombak COVID-19, Lamaru pertahankan pekerjanya

Intip Pantai Lamaru setelah Pembatasan Kembali DiterapkanTonny Kansil, Operational Manager Pantai Lamaru (IDN Times/Riani Rahayu)

Ada satu kisah menarik dari para pekerja di Pantai Lamaru ini. Di saat perusahaan atau pekerjaan lainnya harus memutar otak untuk menyelamatkan usahanya sampai melakukan pemutusan kerja, namun di pantai ini semua pekerjanya tetap dipertahankan.

Padahal di pantai tersebut mengandalkan pemasukan hanya dari kunjungan saja. Sedangkan pengunjung yang datang mengalami penurunan, hingga mempengaruhi pemasukan mereka juga.

Tonny membeberkan, pendapatan mereka selama diterpa pandemik COVID-19 mengalami penurunan hingga 45 persen. Meski begitu, pihaknya tetap mempertahankan para pekerjanya.

"Kami tetap kami semuanya secara full. Karena bagi kami karyawan itu aset. Kami kondisikan, mempekerjakan mereka dengan sistem shift," tutup dia.

Baca Juga: Angkasa Pura Balikpapan Bagikan Pupuk Kompos kepada Masyarakat

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya