Menarik! Bisnis Center, Konsep Strategis IKN untuk 12 Provinsi

Kembangkan potensi semua wilayah timur Indonesia berpusat

Balikpapan, IDN Times - Pembangunan pemerintahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini masih menjadi topik hangat untuk dibahas. Seiring dengan progresnya, segala masukan tentang pendirian Nusantara terus diekspresikan oleh berbagai pihak, salah satunya akademisi.

Salah satu akademisi dari Universitas Mulawarman Samarinda, Aji Sofyan Effendi, turut mengutarakan pendapatnya di mana ekspansi pusat pemerintahan negara ini tak hanya berfokus pada pembentukan fisiknya saja.

Tetapi juga berjalan bersama penguatan ekonomi.

“Saya mencoba menarik konsep IKN ini, bagaimana daerah kawasan Indonesia timur, bisa mengambil peran dalam IKN. Sehingga dapat mempersempit jurang atau gap serta ketimpangan wilayah barat Indonesia dengan wilayah timur Indonesia,” kata Aji, kepada IDN Times, Selasa (1/2/2022).

1. Tawarkan konsep informasi berpusat di IKN

Menarik! Bisnis Center, Konsep Strategis IKN untuk 12 ProvinsiPexels.com

Dalam paparannya, pria yang aktif sebagai dosen di fakultas ekonomi ini menjelaskan bahwa pembentukan IKN baru ini harus mengembangan konsep berbeda dari IKN sebelumnya. Jika melihat sekarang ini, wilayah barat Indonesia, yakni bagian DKI Jakarta dan sekelilingnya terlihat lebih maju ketimbang wilayah timur Indonesia, Kalimantan hingga Papua yang sampai saat ini masih melekat sebagai kawasan “tertinggal”. 

Dari sini akhirnya ia pun mencoba merancang konsep yang pada penerapannya akan membuat 12 provinsi dan 155 kabupaten/kota di sekitar Kaltim juga ikut merasakan dampaknya secara bersamaan. 

“Caranya IKN ini harus menjadi pintu masuk kerja sama strategis, (ekonomi, bisnis, sosial, dan budaya) dengan membentuk sistem informasi terpusat yang menerangkan mengenai keunggulan dan apa yang dimiliki wilayah lain untuk dapat melakukan kerja sama,” terangnya.

Dampaknya, selain menghindari ketergantungan pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), juga membangun kemandirian wilayah timur Indonesia di berbagai bidang. Artinya 12 provinsi tadi dapat memperoleh manfaat yang besar, yang berimplikasi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga: Bertemu Jokowi, Ini yang Disampaikan para Tokoh Adat Kaltim

2. Gambaran konsep

Menarik! Bisnis Center, Konsep Strategis IKN untuk 12 ProvinsiPakar Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi

Secara merinci, Aji memberikan gambaran agar di pusat negara Nusantara dibangun satu tempat yang disebut Bisnis Center. Di mana, melalui fasilitas fisik ini dapat menunjukkan display atau data lengkap, baik SDM hingga SDA, dari 12 provinsi tersebut dari masing-masing ruang.

Jadi, ia meneruskan, para investor yang datang ke wilayah tersebut tak lagi bingung mencari informasi mengenai wilayah yang akan didatangi. Karena semua sudah terpapar di sana. Pun termasuk pariwisatanya.

“Semua sudah tersuguh di bisnis center itu, ketika akan dilakukan MoU, dapat dilakukan di bisnis center tersebut dan hasilnya akan tetap kembali ke daerah masing-masing,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan sistem kerja sama yang saat ini dilakukan daerah, pada konsep ini justru keunggulannya kerja sama yang terbangun tak hanya bersifat antara gubernur ke gubernur, tetapi juga bisa antara gubernur dengan pimpinan kabupaten/kota. Dirinya pun kembali menegaskan bahwa rancangan konsep inilah yang menjadi makna sebenarnya ibu kota negara dibentuk. Memberikan manfaat ke semua daerah yang dipegang oleh suatu negara.

3. Bayangan anggaran bisnis center

Menarik! Bisnis Center, Konsep Strategis IKN untuk 12 ProvinsiIlustrasi anggaran (ladypinem.com)

Jika ada rancangan konsep, berarti juga harus ada bayangan anggarannya. Hal ini tentunya agar bisa menjadi pertimbangan ke depannya. Melihat anggaran pembangunan IKN sebesar Rp465 triliun, pastinya sudah dipikirkan oleh negara agar tak berdampak pada satu daerah yang difokuskan ini saja.

Sementara pendirian IKN ini pastinya membutuhkan dorongan wilayah lain, seperti kebutuhan suplai bahan bangunan, tenaga kerja, dan lainnya yang bisa diberikan provinsi lain ke Kaltim. Kata Aji, kembali pada maksud bisnis center, yang memberikan informasi tersebut dan mempermudah perluasan IKN nanti.

Sementara sudah ia rancangkan, paling tidak pembangunan bisnis center ini sebesar Rp1 hingga 2 triliun dengan fasilitasnya. Itu untuk 12 provinsi wilayah timur Indonesia tadi.

“Sambil berjalan, pembangunan IKN dimantapkan dan ekonomi wilayah timur semakin digeliatkan hingga menunjukkan perubahan besar, lalu disusul untuk perluasan wilayah barat Indonesia,” kata dia.

Maksudnya, dengan menambah kapasitas ruang untuk melengkapi  34 provinsi di Indonesia di Bisnis Center tersebut. Jika ditelaah, konsep ini bahkan belum pernah meluncur dari bibir Bappenas, selaku perencana pembangunan. Di mana orang-orang semua berfokus fisik bangunan pemerintahan negara Nusantara.

Baca Juga: Kawal Pembangunan IKN, Polda Kaltim Kirim 306 Personel ke Nusantara

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya