Minimarket di Kaltim Serempak Tarik Penjualan Kinder Joy

Minimarket sukarela hentikan penjualan kinder joy

Balikpapan, IDN Times - Beberapa minimarket di Kalimantan Timur (Kaltim) yang sebelumnya menjual permen cokelat Kinder joy, kini mulai menghentikan penjualannya.

Penghentian penjualan cokelat merek Kinder Suprise itu juga berdasarkan arahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Karena diduga memicu bakteri Salmonella.

Hal itu pun dibenarkan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, Sem Lapik saat dikonfirmasi oleh IDN Times, Rabu (13/4/2022).

"Iya, (ditarik). minimarket sudah hentikan sementara jualan (Kinder Joy)," tulisnya dalam pesan singkat WhatsApp.

1. Hasil pengawasan akan disampaikan BPOM

Minimarket di Kaltim Serempak Tarik Penjualan Kinder JoyWebsite BPOM

Sem menyebutkan, bahwa pihaknya masih berada di lapangan untuk melakukan pengecekan.

"Kami sementara masih di lapangan (pengecekan)," ucap Sem singkat.

Terpisah, Koordinator Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM Samarinda, Genta Nila Hadi juga menyampaikan hal yang sama.

"Untuk hasil pengawasannya nanti akan dilakukan pers rilis dari BBPOM Samarinda. Akan kami kabari segera," jelas perempuan yang akrab disapa Nila itu.

Baca Juga: Jelang Sahur, Dua Rumah di Balikpapan Malah Hangus Terbakar

2. Kinder Joy tak terdaftar

Minimarket di Kaltim Serempak Tarik Penjualan Kinder JoyDok. Pribadi

Sementara di Balikpapan, Loka POM juga turut terjun melakukan pengawasan di sejumlah minimarket. 

"Untuk beberapa outlet itu sukarela mereka menarik barang produk itu," tutur Sumiyati Haslinda, Kepala Loka POM Balikpapan.

Dia mengungkapkan, jika cokelat Kinder Joy itu memang tidak terdaftar di BPOM.

3. Akan melakukan pemeriksaan

Minimarket di Kaltim Serempak Tarik Penjualan Kinder Joyilustrasi bakteri salmonella (fda.gov)

Sumiyati menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap produk tersebut, namun masih menunggu arahan selanjutnya dari BPOM pusat.

"Untuk sementara kami pengamanan produk tersebut sambil menunggu perintah selanjutnya. Sebenarnya itu kan produk luar negeri, di dalam negeri sendiri kami cuma mengamankan dan melakukan pengujian terkait hal tersebut," ungkapnya.

Dari pantauan IDN Times, di beberapa outlet mininarket di Balikpapan memang sudah tidak memajang produk ini lagi. 

Baca Juga: Pura Hyang Guru Simbol Toleransi Beragama di Balikpapan

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya