Motif Pelaku Pembunuhan Gadis 14 Tahun di Amborawang Masih Buram?

Melihat dari dekat lokasi penemuan jasad NK

Balikpapan, IDN Times - Kematian gadis 14 tahun berinisial NK, di tangan tetangganya sendiri menyisipkan luka mendalam bagi keluarganya. Saat IDN Times menyambangi rumah korban yang berada di Amborawang Darat, Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) nampak ayah dan ibu mendiang duduk di bawah tenda hijau dan dikelilingi oleh keluarga besarnya.

Suasana duka masih sangat terasa. Keluarga serta tetangga lainnya berusaha menguatkan ayah dan ibu NK yang hanya bisa tertunduk lemas.

Tak banyak kata yang keluar dari bibir keduanya. 

Saat itu yang bisa menjawab semua pertanyaan dari orang sekitar hanyalah Nurudin, paman korban. Kepada IDN Times, Nurudin menunjukkan lokasi penemuan jasad NK yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

1. Pelaku dikenal pribadi yang baik

Motif Pelaku Pembunuhan Gadis 14 Tahun di Amborawang Masih Buram?Lokasi penemuan jenazah gadis muda korban pembunuhan di Amborawang Kutai Kartanegara. (IDN Times/Riani)

Sarip, nama si pelaku dikenal memiliki pribadi yang baik oleh keluarga korban dan semua tetangganya. Nurudin mengatakan, Sarip selalu membantu tetangga lainnya, jika mereka meminta pertolongan. Apalagi dengan ayah dan ibu korban. Pelaku bahkan telah dianggap seperti keluarga. 

Rumah Sarip dengan rumah korban berjarak 300 meter, atau dekat dengan lokasi penemuan jasad korban. Nurudin menyebut jika pelaku tinggal seorang diri dan sudah lama tinggal di sana. Meski dalam KTP ia adalah warga Balikpapan. 

"Setiap hari dia di sini, kalau ada kegiatan dia ke sini membantu juga. Jadi awalnya tidak menyangka kalau dia pelakunya. Bahkan Minggu pagi setelah kejadian itu dia minum kopi di sini," kata dia.

Siangnya, karena keluarga merasa kebingungan anak perempuannya tak kunjung pulang akhirnya berinisiatif melakukan pencarian. Nurudin juga sempat menanyakan kepada Sarip, saat pelaku sedang tidur di rumahnya. 

"Tapi waktu itu dia bilang di atas. Itu saja," ucap Nurudin.

Baca Juga: Bunuh dan Perkosa ABG di Amborawang, Motif Pria Ini Mengejutkan

2. Gelagat mencurigakan dari pelaku

Motif Pelaku Pembunuhan Gadis 14 Tahun di Amborawang Masih Buram?Tempat kejadian perkara (TKP) lokasi pembunuhan ABG Amborawang Kutai Kartanegara. (IDN Times/Riani)

Hampir seluruh warga baik yang perempuan dan laki-laki turun untuk mencari keberadaan NK. Ketua RT juga sudah menghubungi bhabinkamtibmas mengenai hilangnya korban. Di hari Minggu, pencarian warga tak membuahkan hasil. Dan dilanjutkan keesokan harinya, pada Senin (21/2/2022).

Di hari itu, banyak kejanggalan yang dilihat oleh warga dari si pelaku. Sarip banyak menampilkan gerak-gerik mencurigakan, mulai dari ingin buang air besar hingga menguras kubangan air dengan cara marah-marah tanpa sebab untuk menjauhkan warga dari TKP.

Warga bahkan sampai memarahi balik Sarip akan sikapnya itu. Salah satu yang sempat kena marah oleh Sarip adalah Paisal. Ia merupakan orang pertama yang menemukan korban pertama kali. 

"Saat itu saya mau turun bantuin dia (Sarip) untuk kuras air, dia seperti marah. Akhirnya di marahin sama warga dia disuruh naik. Lalu saya yang gantikan," tuturnya.

Pencarian saat itu berjalan dramatis. Paisal sampai dibuat merinding saat pertama kali berhasil meraih korban dari dalam kubangan. 

Yang membuat dirinya tak habis pikir adalah korban rupanya ditindih dengan menggunakan batu gunung yang besar hingga karung berisi semen yang sudah mengering agar tak muncul ke permukaan.

"Itu saya dapat pahanya. Saya angkat naik itu dia (korban) cuma pakai jilbabnya saja, bajunya sudah tidak ada. Saya cuma sanggup angkat berapa meter saja, karena lemas akhirnya saya kasih ke orang lain untuk bantu angkat," jelasnya.

Sebagai informasi, korban ditemukan di kubangan air di kebun milik keluarganya sendiri. Rumah pelaku berada di depan kebun itu atau sekitar 100 meter. Sementara lokasi pertama penganiayaan korban berada sekitar 75 meter dari rumah pelaku atau di pintu masuk area kebun. Di sebuah parit besar yang cukup dalam.

3. Klarifikasi soal utang dan perkara burung Jalak

Motif Pelaku Pembunuhan Gadis 14 Tahun di Amborawang Masih Buram?Lokasi pelaku menyembunyikan ABG korban pembunuhan Amborawang Kutai Kartanegara. (IDN Times/Riani)

Saat ditanya soal perkara utang-piutang pelaku sebesar Rp120 ribu dan soal burung jalak pelaku yang dijual, Nurudin menegaskan jika itu adalah masalah lama. Bahkan terjadi sekitar 7 bulan lalu dan dianggap selesai.

Setelah kejadian itu pun tak ada masalah antara ayah korban dan pelaku. Mereka berkomunikasi seperti biasa.

"Itu sudah lama, sudah dikembalikan juga burungnya karena dia minta. Tidak ada masalah juga setelahnya, masih juga ke sini makan dan minum kopi bersama," ujarnya.

Selain itu, kata Nurudin, saat itu pelaku bukan menjaminkan burung itu tetapi sudah menjualnya kepada ayah korban. Sebab itu ayah korban berani menjualnya. Tetapi karena diminta kembali, mau tak mau ayah korban akhirnya mengambilnya ke si pembeli dan memberikan kembali ke Sarip.

Maka itu, sampai saat ini pihak keluarga masih mengira-ngira apa yang membuat pelaku tega membunuh anak perempuan di keluarga itu.

Pasalnya bukan hanya pihak keluarga yang merasa kehilangan, anak-anak lain merasa kehilangan korban sebagai sosok guru ngaji mereka. Nurudin merupakan guru ngaji di lingkungan tersebut. Karena NK sudah pandai mengaji, akhirnya Nurudin menunjuk NK untuk membantunya mengajar anak-anak yang lain yang baru belajar mengaji.

4. Polisi menunggu kedatangan orangtua korban

Motif Pelaku Pembunuhan Gadis 14 Tahun di Amborawang Masih Buram?Ilustrasi Garis Polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Hingga saat ini polisi masih berpegang pada keterangan pelaku terkait motif dari kasus pembunuhan ini. Sebab, Kapolsek Samboja Ajun Komisaris Pol Adyama Baruna Pratama mengatakan, pihak keluarga belum bisa datang untuk dimintai keterangan karena masih dalam suasana berduka.

"Jadi motif saat ini memang masih sementara, karena baru dari keterangan tersangka. Masih kami dalami juga, masih menunggu keterangan dari keluarga untuk dapat dicocokkan," kata dia.

Ia mengatakan, keterangan dari ayah korban merupakan kunci dan tak menutup kemungkinan akan ada motif baru dalam kasus ini.

Sementara pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti cangkul, baju tersangka dan korban saat kejadian, kayu balok, serta batu dan semen yang digunakan untuk mengubur tubuh korban dalam kubangan.

Selain itu, saat kejadian korban sempat menggunakan perhiasan dan membawa uang Rp50 ribu, tetapi dua barang ini tetap ada dan sudah dikembalikan oleh polisi ke orang tua korban. Maka itu, polisi belum dapat menerka motif pasti dari kejadian ini.

Baca Juga: Jasad ABG Ditemukan dalam Lubang Berlumpur di Amborawang

Topik:

  • Sri Wibisono
  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya