Pelaku Rampok Anggota Kowad: Tahunya Anggota TNI setelah Tertangkap

Para pelaku merupakan residivis dan pengangguran

Samarinda, IDN Times - Polisi akhirnya menyampaikan informasi lengkap mengenai peristiwa perampokan yang menimpa salah satu anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Dedik Susanto membenarkan jika dua pelaku atas nama Agus Ryan Saputra dan Andi Abu Fahmi melakukan pencurian disertai pengancaman di rumah anggota TNI atau Kowad tersebut.  

Sementara itu korban sempat melakukan perlawanan dan saling dorong karena disuruh oleh pelaku untuk buka baju.

"Jadi modusnya para pelaku menggunakan senjata tajam. Pelaku ini termasuk nekat, sempat mengancam korban (Kowad, red) dan perbuatan yang mengarah ke asusila," ungkap Dedik, saat konferensi pers pagi tadi, Jumat (4/3/2022).

1. Kedua pelaku residivis

Pelaku Rampok Anggota Kowad: Tahunya Anggota TNI setelah TertangkapPara pelaku tertunduk di belakang polisi (istimewa)

Dedik menuturkan, setelah keluar dari lapas kedua pelaku nekat melakukan pencurian lagi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. 

Sementara keduanya sudah saling mengenal sejak di dalam lapas. Sehingga setelah keluar mereka pun melakukan aksi pencurian itu bersama-sama.

"Iya kedua pelaku ini residivis, sebelumnya mereka sudah melakukan pencurian dan saling mengenal di dalam lapas," terangnya.

Keduanya pun berhasil ditangkap polisi pada tanggal 1 Maret 2021 di lokasi berbeda.

Baca Juga: Kowad di Kukar Dirampok, Korban Sempat Diminta Telanjang 

2. Beraksi di beberapa tempat

Pelaku Rampok Anggota Kowad: Tahunya Anggota TNI setelah TertangkapIlustrasi pencurian (IDN Times/Mardya Shakti)

Selain di rumah anggota Kowad, rupanya pelaku Agus Ryan dan Andi juga beraksi di dua TKP lainnya. Yakni di Jalan Durian dan di Jalan Loa Ipuh.

Namun polisi baru dapat mengonfirmasi dua TKP, sementara satu TKP sedang dalam pengembangan.

"Jadi yang pertama Jalan Sedayu rumah Kowad dan Jalan Durian, sebenarnya ada tiga TKP tetapi satu masih kami dalami," tutur Dedik.

Atas kejadian ini polisi pun menjerat kedua pelaku dengan Pasal 365 dan 368 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

3. Pelaku tak mengetahui korbannya seorang anggota TNI

Pelaku Rampok Anggota Kowad: Tahunya Anggota TNI setelah TertangkapIlustrasi, tersangka. Shutterstock

Sementara itu kepada awak media, pelaku Andi berdalih mereka menyuruh korban untuk membuka selimut karena tersangkut saat berjalan. Kemudian menggiring korban menuju lemari untuk mengambil uang yang tersimpan di sana.

Saat ditanya niat mereka membawa sajam dan status korban, mereka sendiri terkejut mengetahui korban adalah anggota TNI. 

"Tidak (niat menganiaya) cuma sampai menakut-nakuti saja. Tidak tau (korban TNI), taunya pas sudah ketangkap," ucap Andi.

Andi mengakui jika mereka masuk ke rumah korban melalui lubang angin jendela dan tahu jika rumah yang dimasuki ada orangnya. Hasil mencuri itu mereka gunakan untuk minum-minum.

Baca Juga: Instansi di Kaltim Wajib Mendukung Percepatan Pembangunan IKN

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya