Polisi Panggil ATPM sebagai Saksi Ahli Laka di Tanjakan Muara Rapak

Polisi bantah tersangka disangkakan hukuman mati

Balikpapan, IDN Times - Sudah sepekan berlalu kasus kecelakaan maut di Tanjakan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) masih terus dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

Terbaru, penyidik Polda Kaltim mengirimkan panggilan kepada agen tunggal pemegang merek (APTM) truk. Nantinya kehadiran APTM akan menjadi saksi ahli dalam menilai apakah truk tersebut ada dugaan perubahan dimensinya. 

"Kami sudah mengirim panggilan (APTM), nanti mereka pastikan apakah truk ini sesuai dengan spesifikasi pabrikan atau tidak," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutedjo, saat ditemui di ruangannya di Mako Polda Kaltim, Jumat (28/1/2022).

1. Penyidik akan periksa Dishub Sarolangun

Polisi Panggil ATPM sebagai Saksi Ahli Laka di Tanjakan Muara RapakIlustrasi Uji KIR

Selain APTM, kata Yusuf, pihaknya juga akan memeriksa Dinas Perhubungan Sarolangun, Jambi sebagai saksi. Karena uji KIR dari truk yang dibawa Ali diterbitkan di sana. Polisi tentunya akan memastikan, alasan Dishub Sarolangun menerbitkan uji KIR truk tersebut, jika memang ada perubahan spesifikasi pada kendaraan nahas itu.

Jika terbukti ada keterlibatan, lanjut Yusuf, maka pemilik kendaraan bisa terseret dalam kasus ini.

"Ada kemungkinan (terseret), tergantung nanti hasil pemeriksaan dari APTM dan Dinas Perhubungan Sarolangun," ucapnya.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Muara Rapak, Balikpapan Komitmen Zero Truk ODOL 2023

2. Bantah tersangka disangkakan hukuman mati

Polisi Panggil ATPM sebagai Saksi Ahli Laka di Tanjakan Muara RapakKabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo (IDN Times/Riani Rahayu)

Selain persoalan kasus ini, Yusuf juga memberikan pernyataan terkait kasus ini. Yang mana tersiar kabar mengenai pelaku dijerat dengan hukuman mati. Faktanya, hingga saat ini polisi masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi pada kasus laka lantas di Tanjakan Muara Rapak, Jumat lalu.

Pada pernyataan sebelumnya, pihak Polda Kaltim telah menyampaikan bahwa ancaman hukuman tersangka, yakni Muhammad Ali sebagai sopir truk laka maut itu, selama 6 tahun penjara. 

"Iya masih kami kembangkan (kasusnya, red), sesuai ancaman hukumannya 6 tahun," tegasnya.

Hukuman itu berdasarkan hasil temuan polisi, di mana tersangka Ali menggunakan SIM palsu. Yang mana SIM yang dimiliki Ali adalah SIM A tetapi gambarnya ditimpa dengan SIM B2 Umum.

3. Kilas balik kronologis

Polisi Panggil ATPM sebagai Saksi Ahli Laka di Tanjakan Muara RapakRekaman CCTV saat kejadian laka maut terjadi di Tanjakan Rapak Balikpapan pada, Jumat (21/1/2022)

Kecelakaan maut terjadi di Kota Minyak, tepatnya di tanjakan Muara Rapak, depan Mal Ramayana Departemen Store, Balikpapan Utara, Jumat (21/1/2022) pukul 06.19 Wita. Empat orang dinyatakan tewas dan satu orang sempat mengalami kritis dan tangannya harus diamputasi. Sedangkan puluhan lainnya luka-luka.

Diketahui kejadian laka ini terjadi pada pukul 06.19 Wita. Dibuktikan dengan adanya video CCTV yang menyorot langsung detik-detik peristiwa kecelakaan itu. 

Dalam video tersebut, nampak truk kontainer dengan nomor polisi KT 8534 AJ yang dikendarai oleh Muhammad Ali (48), meluncur bebas dan menerjang belasan kendaraan di depannya yang berhenti saat lampu merah. 

Sebanyak 20 kendaraan mobil dan motor mengalami kerusakan parah dalam peristiwa ini. Kecelakaan ini pun menjerat Ali sebagai pelaku dalam insiden maut tersebut.

Baca Juga: [BREAKING] Kecelakaan Maut di Tanjakan Mal Rapak, Belasan Pengendara Jadi Korban

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya