Santriwati Korban Perkosaan Butuh Waktu Setahun agar Bisa Kabur 

Baru 2 minggu masuk rumah tahfizh, langsung diperkosa

Balikpapan, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), UPTD PPA Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) merespons kasus pemerkosaan yang dilakukan tokoh agama di Balikpapan kepada dua santriwati. 

Kasus ini merupakan kali kedua yang terjadi di Balikpapan dan lingkungan pendidikan berbasis pendidikan agama Islam.

Kepala UPTD PPA Kota Balikpapan Esti Santi Pratiwi, mengungkapkan, jika salah satu korban sempat kabur dari rumah tahfizh quran (RTQ), Yayasan Ummi Salma Ibrahim, di Jalan Strat 4 itu.

Bahkan, butuh waktu kurang lebih satu tahun agar korban bisa melarikan diri dari sana.

"Itu korban baru 2 minggu masuk belajar di sana, dan langsung mengalami itu. Ini yang umur 15 tahun, dia jadi korban persetubuhan, karena tidak nyaman akhirnya kabur akhir tahun kemarin," terang Esti kepada IDN Times, Kamis (10/2/2022).

1. Kronologi dari UPTD PPA

Santriwati Korban Perkosaan Butuh Waktu Setahun agar Bisa Kabur Ilustrasi Pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)

Berbeda dengan korban pertama, korban lainnya yang berusia 11 tahun menerima perlakuan pelecehan seksual. Yaitu diraba-raba oleh pelaku RM.

Esti menyampaikan, informasi mengenai kejadian nahas yang menimpa dua santriwati itu ia terima dari seorang warga Balikpapan. 

Dari sana, Esti beserta timnya, yang terdiri dari psikolog dan konselor hukum pun mengunjungi rumah korban untuk dilakukan assessment, menentukan langkah selanjutnya. 

Esti membeberkan jika para korban, tidak tinggal dengan orang tua kandungnya. Korban yang berumur 15 tahun bahkan sempat ditempatkan di rumah perlindungan UPTD PPA. 

"Kalau yang umur 15 tahun, tinggal sama nenek dari ibunya. Sedangkan yang usia 11 tahun tinggal sama tantenya. Yang pertama saat ini sudah kembali sama neneknya, setelah ada jaminan jika korban bisa tetap dalam keadaan aman," terangnya.

Baca Juga: Rumah Tahfizh Tempat Pemerkosaan Dua Santriwati Ternyata Tak Berizin

2. Proses pendampingan dari UPTD PPA

Santriwati Korban Perkosaan Butuh Waktu Setahun agar Bisa Kabur google anteroaceh.com

Pada saat penilaian, UPTD PPA mencoba memastikan seluruh keterangan dari korban. Hasilnya pernyataan para korban pun berkomitmen. Sehingga pihak dari Konselor Hukum UPTD PPA pun langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian. 

Setelah itu, mulai dari visum hingga pembuatan berita acara pemeriksaan di kepolisian, pihak DP3AKB terus mendampingi. 

Untuk saat ini, Esti memastikan, kondisi dua korban ini sudah dalam keadaan baik.

"Kalau yang usia 15 tahun, trauma tetapi hanya kepada pelaku, tidak ingin bertemu pelaku. Selebihnya cukup baik," terangnya.

3. Akan dampingi korban sampai pengadilan

Santriwati Korban Perkosaan Butuh Waktu Setahun agar Bisa Kabur 15 Bentuk Kekerasan Seksual Menurut Komnas Perempuan (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk saat ini, pihak dari UPTD PPA tinggal menunggu hasil pemeriksaan kasus ini dari kepolisian. Jika kasus ini sudah bergulir di meja hijau, Esti memastikan pihaknya akan terus mendampingi para korban. 

Untuk sementara, Esti akan terus memantau perkembangan para korban sembari memberikan pendampingan psikologi.

Baca Juga: Pelaku Pencabulan Santriwati di Ponpes Balikpapan Ditahan

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya