Comscore Tracker

Aman, Empat Titik Aksi Demo Mahasiswa di Kaltim

Polda Kaltim kerahkan 2 ribu personel

Balikpapan, IDN Times - Empat titik aksi demo mahasiswa di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan berjalan aman, Senin (11/4/2022). Empat lokasi aksi mahasiswa tersebut di Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Kutai Timur. 

Kabid Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Pol Yusuf Sutejo mengatakan, Kapolri sudah memerintahkan jajarannya mengedepankan perlakuan humanis dalam penanganan aksi demo. Apalagi pelaksanaannya bertepatan di bulan Ramadan. 

“Kita harus menjaga adik-adik mahasiswa sama seperti kalau kita menjaga anak-anak kita. Ya kita layani dengan baik agar tertib dan kondusif," kata Yusuf.

1. Empat titik aksi demo di Kaltim

Aman, Empat Titik Aksi Demo Mahasiswa di KaltimAksi demo mahasiswa di Balikpapan Kaltim, Senin (11/4/2022). Foto istimewa

Kaltim sendiri ada empat titik fokus unjuk rasa. Untuk menjaga keamanan di empat lokasi tersebut, Polda Kaltim mengerahkan 2 ribu personel untuk mengamankan aksi.

“Ada empat lokasi di Bontang, Kutim, Samarinda dan Balikpapan. Kalau keseluruhan ada 2 ribu personel yang diturunkan gabungan sama Polres dan Polsek-Polsek,” sebutnya.

Pengamanan secara terbuka dan tertutup ini dilakukan guna mengantisipasi agar tidak ada penyusup-penyusup yang ingin mencederai aksi damai tersebut.

“Kita harapkan jangan sampai ada penyusup-penyusup yang ingin mencederai apa yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa. Alhamdulillah situasional di Kaltim aman dan tertib,” pungkasnya.

Baca Juga: Prajurit Raider Raja Alam Tiba di Balikpapan setelah Bertugas di Papua

2. Ratusan mahasiswa peserta demo

Aman, Empat Titik Aksi Demo Mahasiswa di KaltimAksi demo mahasiswa di Balikpapan Kaltim, Senin (11/4/2022). Foto istimewa

Diketahui, di Balikpapan sendiri ada ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Balikpapan mengikuti aksi serentak 11 April 2022. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Minyak ini menyuarakan sejumlah aspirasi. Mulai dari penolakan penundaan pemilu 2024, perpanjangan masa jabatan presiden, kritik terhadap naiknya harga Pertamax, serta PPN yang dinilai memberatkan masyarakat. 

Koordinator lapangan aksi Muhammad Taufik mengatakan, aksi ini merupakan buntut dari keresahan mahasiswa terkait situasi yang sedang berkembang. Utamanya soal rencana penundaan pemilu dan rencana perpanjangan masa jabatan presiden.

“Kami dengan tegas menolak,” tegasnya.

Isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden dikhawatirkan mencederai nilai reformasi. 

“Tak cuma itu, wacana-wacana di atas juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap konstitusi Indonesia,” tambahnya.

3. Mahasiswa kawal pernyataan presiden

Aman, Empat Titik Aksi Demo Mahasiswa di KaltimAksi demo mahasiswa di Jalan Sudirman Balikpapan Kalimantan Timur, Senin (11/4/2022). Foto istimewa

Taufik mengatakan, Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet sudah menegaskan tidak menunda pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak 2024. Presiden pun meminta para menterinya agar tidak menyinggung lagi soal wacana jabatan tiga periode.  

Pihaknya akan terus mengawal pernyataan tersebut.

“Kami tetap akan mengawal, karena bisa jadi ini hanya upaya untuk meredam saja,” ujar Taufik.

Selain itu, mahasiswa ini juga menyoal kenaikan harga BBM jenis Pertamax, yang dinilai kian memberatkan masyarakat. Kenaikan harga Pertamax, dikhawatirkan bakal diikuti kenaikan BBM jenis lain.

“Belum lagi ada kenaikan PPN sebesar 11 persen yang semakin memberatkan masyarakat,” kata dia.

Di sisi lain, mahasiswa juga mendesak Pemerintah Kota Balikpapan mampu memberikan solusi mengatasi problem banjir yang terus menerus melanda Kota Beriman.

“Kami juga menyorot pembukaan lahan mangrove yang dilakukan oleh perusahaan smelter di kawasan Teluk Balikpapan,” pungkasnya.

4. Organisasi masyarakat di Kaltim apresiasi pada mahasiswa

Aman, Empat Titik Aksi Demo Mahasiswa di KaltimAksi demo mahasiswa di Jalan Sudirman Balikpapan Kalimantan Timur, Senin (11/4/2022). Foto istimewa

Sementara itu, organisasi kemasyarakatan Gepak Kuning Kaltim mengapresiasi aksi mahasiswa di Kaltim yang berakhir dengan damai. Ketua Gepak Kuning Kaltim Suriyansyah mengucapkan terima kasih. 

“Yang paling penting bagaimana kita menjaga kota kita tetap kondusif. Saya berharap tidak ada demo lagi karena ini masih bulan Ramadan, hormatilah umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” timpalnya. 

Dia menambahkan, dalam Undang-Undang aksi demonstrasi di depan umum tidak boleh dilarang. Namun alangkah indahnya di bulan Ramadan ini bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya.

“Memang demo tidak boleh dilarang tapi kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” tandasnya. 

Baca Juga: "Cukup Lulusku Aja yang Ditunda, Pemilu Jangan"

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya