Dua Tersangka Korupsi Madrasah Tsanawiyah di Paser Masuk Sel Tahanan 

Pelaku utama sudah diputus bersalah

Paser, IDN Times - Polres Paser Kalimantan Timur (Kaltim) masih melanjutkan penyidikan kasus korupsi anggaran belanja pegawai di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Semuntai Kecamatan Long Ikis periode 2015 hingga 2017. Dua orang aparatur sipil negara (ASN) di sekolah tersebut inisial A (56) dan MIU (51) ditetapkan status tersangka hingga dilanjutkan dengan proses penahanan. 

"Dalam proses pemeriksaan ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp3,4 miliar," kata Kasat Reskrim Polres Paser Ajun Komisaris Polisi Dedik Santoso didampingi Kanit Tipikor Polres Paser Inspektur Dua Andi Ferial, Senin (8/11/2021). 

1. Kasus korupsi Madrasah Tsanawiyah Paser

Dua Tersangka Korupsi Madrasah Tsanawiyah di Paser Masuk Sel Tahanan Ilustrasi Koruptor (IDN Times/Mardya Shakti)

Polres Paser memproses penyidikan kasus korupsi Madrasah Tsanawiyah Negeri Paser dengan nilai kerugian negara sebesar Rp3,4 miliar. Kasus korupsi anggaran belanja pegawai periode tahun 2015 hingga 2017 silam. 

Pihak pengelola keuangan inisial AB selaku pelaku utama sudah diputuskan bersalah oleh Pengadilan Tipikor Samarinda pada 2019 lalu. Dalam proses pengembangan kasusnya, polisi pun akhirnya menyeret dua tersangka lainnya, yakni dua ASN inisial A dan MIU yang bekerja di sekolah tersebut.

Lantaran berkasnya sudah tahap dua atau lengkap, kedua tersangka saat ini sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Paser untuk menunggu proses persidangan.

"Pada 2 November 2021 telah dilakukan Pengiriman tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Paser (Kejari) tahap II, kasus dugaan tindak pidana Korupsi," papar Dedik.

Baca Juga: Polda Kaltim akan Tindak Aksi Penutupan Jalan Tol di Kaltim

2. Kaitan tersangka dengan kasus korupsi

Dua Tersangka Korupsi Madrasah Tsanawiyah di Paser Masuk Sel Tahanan Ilustrasi Koruptor (IDN Times/Mardya Shakti)

Dedik mengatakan, para tersangka diduga terlibat langsung dalam praktik korupsi di Madrasah Tsanawiyah Negeri Paser ini. Tersangka A merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA) merangkap pejabat pembuat komitmen (PPK) sedangkan MIU sebagai pejabat penandatangan surat perintah membayar (PPSPM). 

Dalam proses penyidikan, Dedik mendapati aliran uang korupsi mengalir ke masing-masing tersangka. Tersangka A menerima Rp100 juta dan tersangka MIU menerima Rp400 juta. 

Sedangkan tersangka utama AB memperoleh bagian paling besar Rp800 juta. 

"Hasil tracking baru segitu. Belum semuanya dari Rp3,44 miliar total kerugian negara yang bersumber dari Anggaran Kementerian Agama (APBN)," paparnya. 

3. Proses pengembangan kasusnya

Dua Tersangka Korupsi Madrasah Tsanawiyah di Paser Masuk Sel Tahanan Ilustrasi KPK (IDN Times/Mardya Shakti)

Pihak Polres Paser masih terus melakukan pengembangan penyidikan kasus korupsi ini. Sementara ini, mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap 56 saksi pengembangan kasus gaji pegawai Madrasah Tsanawiyah Negeri Paser ini. 

Para tersangka ini terancam dengan ketentuan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah ubah menjadi Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1.

Dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan.

Baca Juga: Astaga, Kasus HIV/AIDS di Penajam Paser Utara Capai 109 Kasus

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya