Generasi Kompetitif, Kaltim Perlu Dokter Spesialis Psikologis Anak

Faktor psikologis kejiwaan anak

Samarinda, IDN Times - Ketika berbicara terkait pelayanan dan penanganan kesehatan bagi anak, tidak saja faktor kesehatan medis (fisik), tetapi faktor psikologis (kejiwaan) anak itu sendiri.

"Semoga nanti pengembangan penanganan dan pelayanan kesehatan pada anak, tidak hanya persoalan medisnya, tapi mungkin faktor psikologis anak-anak," kata Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor saat pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) masa bakti Tahun 2021-2024 dalam akun Instagram Pemprov Kaltim, Minggu (6/2/2022). 

1. Kaltim memerlukan dokter spesialis ahli di bidangnya

Menurut Gubernur Isran, sangat penting dan strategis dimiliki Kaltim, terlebih setelah ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN). Kondisi ini harus diantisipasi dengan menyiapkan para dokter yang terampil dan menguasai di bidangnya.

"Nah itu sangat penting. Sebab, kalau tidak dari saat ini, maka kita akan jauh tertinggal," tegasnya.

Baca Juga: Pertamina dan Plaza Balikpapan Kerja Sama Gunakan Gas Ramah Lingkungan

2. Persoalan harus dihadapi anak-anak zaman sekarang

Generasi Kompetitif, Kaltim Perlu Dokter Spesialis Psikologis Anakprestasireformasi.com

Mantan Bupati Kutai Timur ini pun mengakui tidak sedikit persoalan yang dihadapi bahkan dialami anak-anak seiring perkembangan dan kemajuan zaman.

Keadaan ini lanjutnya, harus mampu dijawab dengan kemajuan teknologi bidang kedokteran, khususnya bagi kesehatan fisik dan jiwa anak-anak.

Kemajuan jaman baginya, pastilah membawa ikutan atau dampak yang positif maupun negatif bagi manusia, terutama anak-anak.

3. Persoalan psikologis menjadi perhatian

Generasi Kompetitif, Kaltim Perlu Dokter Spesialis Psikologis Anakalodokter.com

Bisa saja secara medis, anak-anak baik-baik saja atau sudah sembuh dan sehat, tapi siapa bisa jamin mereka tidak mengalami permasalahan psikologis.

"Nantinya, penyakit itu bukan hanya penyakit medis karena genetis (turunan), tapi juga penyakit yang berkaitan dengan psikologi anak-anak," ungkapnya.

Karena itu, keberadaan IDAI di Kaltim harus benar-benar ikut dan siap menghadapi perkembangan dan tuntutan masyarakat.

"Kelak Kaltim tidak saja mampu mencetak generasi yang terampil dan kompetensi di berbagai bidang, tetapi generasi yang sehat jiwa dan raganya," pungkas orang nomor satu Benua Etam ini. 

Baca Juga: Rehabilitasi Hutan Mangrove di Kaltim Ditargetkan 27 Ribu Hektare

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya