Sepekan Diterkam Buaya, Warga Tana Tidung Tak Kunjung Ditemukan

Korban hilang saat mancing di sungai

Balikpapan, IDN Times - Tanpa terasa sudah sepekan lamanya Zainal (30) hilang di Sungai Bebatu. Warga Tana Tidung Kalimantan Utara (Kaltara) ini dilaporkan hilang diduga diterkam buaya saat memancing ikan. 

Tim SAR Tarakan pun masih terus melakukan pencarian. 

"Kita sudah melakukan pencarian sejak dikabarkan dari BPBD, namun hingga saat ini korban yang dilaporkan diterkam buaya itu tidak kunjung ditemui keberadaannya, atau hasilnya nihil," kata Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin, Selasa (28/12/2021).

1. Korban dilaporkan hilang sepekan lalu

Sepekan Diterkam Buaya, Warga Tana Tidung Tak Kunjung DitemukanProses pencarian korban dilaporkan diterkam buaya di Sungai Bebatu Tana Tidung Kaltara, Selasa (28/12/2021). Foto istimewa

Seperti diketahui, korban dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Bebatu Tana Tidung pada 20 Desember 2021 lalu. Lokasi tempat memancing korban dilaporkan banyak terdapat buaya ganas muara. 

Tim SAR Tarakan langsung berusaha melakukan pencarian terhadap korban. Tim gabungan juga memperoleh dukungan dari personel TNI dan Polri. 

Baca Juga: Gubernur Kaltara Meminta Warga Waspada dengan Varian Omicron

2. Fokus pencarian

Sepekan Diterkam Buaya, Warga Tana Tidung Tak Kunjung DitemukanWarga Desa Teluk Lanus tangkap seekor buaya muara diduga mangsa manusia. (Dok. Istimewa)

Amiruddin mengatakan, tim SAR Tarakan memfokuskan pencarian di lokasi di mana korban dilaporkan hilang. Meskipun begitu, ia mengakui timnya belum memperoleh informasi tentang keberadaan korban hilang ini. 

Sementara ini hasilnya memang nihil. 

Proses pencarian sudah melibatkan banyak pihak, di antaranya keluarga, Posal Sesayap, Polsek Sesayap, dan Basarnas Tarakan. Hanya saja, proses pencarian ini belum membuahkan hasil, sehingga keberadaan Zainal belum kunjung ditemukan.

3. Pencarian dihentikan

Sepekan Diterkam Buaya, Warga Tana Tidung Tak Kunjung Ditemukanilustrasi buaya muara (IDN Times/Andri NH)

Basarnas Tarakan akhirnya menghentikan proses pencarian terhadap korban. Personel SAR akhirnya dikembalikan pada kesatuannya masing-masing.

Meskipun demikian, Basarnas Tarakan akan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang. 

Dalam proses pencarian ini, Basarnas Tarakan membawa perlengkapan rescue, seperti rigid inflatable boat (RIB), peralatan medis, komunikasi dan lainnya.

"Yang jelas, dalam proses pencarian korban yang dilaporkan diterkam buaya, kami dari tim SAR sudah berupaya keras dengan mengerahkan semua kemampuan yang ada," pungkasnya.

Baca Juga: Buaya Muara di Kaltara Kembali Memakan Korban Jiwa 

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya