Warga Kaltim Diminta Perhatikan Kemasan Minyak Goreng Curah

Guna menjamin kesehatan masyarakat

Samarinda, IDN Times - Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) Siti Farisyah Yana menegaskan minyak goreng curah yang didistribusikan pemerintah dengan harga subsidi merupakan minyak goreng berkualitas.

"Itu kita datangkan minyak goreng pabrikan dengan merek dagang Apical. Perusahaannya di Balikpapan dan sudah pernah ditinjau Bapak Gubernur," kata Siti Farisyah Yana dalam akun Instagram Pemprov Kaltim, Ahad 27 Maret 2022.

1. Kualitas minyak curah dipastikan

Karenanya, Yana meyakinkan kualitas minyak gorengnya sudah terjamin dan tidak beda dengan minyak goreng dalam kemasan yang sudah dipasarkan.

Hanya saja lanjut Yana, dirinya mengkhawatirkan masyarakat yang membawa sendiri kemasan (alat penampung) ketika membeli minyak goreng curah.

"Ketika di lokasi mereka membawa kemasan sendiri. Ada botolan, jeriken 5 literan hinga jerigen besar sampai di atas 20 liter," sebut Yana.

Baca Juga: Operasi Pasar Minyak Goreng di Kaltim Ditunda hingga Pekan Depan

2. Penjual tidak menyediakan kemasan

Warga Kaltim Diminta Perhatikan Kemasan Minyak Goreng Curahilustrasi minyak goreng curah (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebab diakuinya, instansi yang menyalurkan minyak goreng curah tidak menyediakan kemasan, meski pun ada maka masyarakat harus membayar di atas HETnya karena dikenai harga kemasan.

Yang dikhawatirkan Yana, bukan masalah ukuran kemasan, tetapi kebersihan dan higienis dari kemasan itu sendiri.

"Apakah benar-benar higienis kemasan yang mereka bawa. Apalagi, kita tau jeriken besar yang ukuran di atas 20 liter. Itu kan, bisa dipakai untuk menampung macam-macam, bukan hanya ketika membeli minyak goreng curah," ungkapnya.

3. Kekhawatiran bercampur dengan bahan lain

Warga Kaltim Diminta Perhatikan Kemasan Minyak Goreng CurahPedagang keliling menata minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah ke dalam mobil bak terbuka di kawasan Desa Tungkop, Darussalam, Aceh Besar, Aceh, Kamis (6/1/2022). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Kalau kemasan bekas minyak goreng menurut Yana, tidak masalah. Hanya saja jangan sampai lanjutnya, bekas menampung cairan lainnya, apalagi cairan yang membahayakan kesehatan tubuh.

Tidak dipungkiri, ujarnya, ada saja jeriken besar yang selama ini digunakan oleh masyarakat untuk menampung bahan cair lainnya, sebelum dimanfaatkan menampung minyak goreng.

"Ya, tolong masyarakat perhatikan kehigienisan kemasannya. Ini kita sama-sama menjaga. Jangan sampai minyak goreng tercemar hanya gara-gara kemasan tidak higienis, sehingga minyak gorengnya tercampur cairan lain di dalam jeriken. Apalagi cairan yang berbahaya buat kesehatan dan tubuh kita," pungkasnya. 

Baca Juga: Idealnya, Kaltim Semestinya Memiliki 25 Pabrik Minyak Goreng

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya