Comscore Tracker

BNNK Balikpapan Ungkap Bocah 10 Tahun Sudah Konsumsi Sabu-sabu

Disuruh beli narkoba, diberi imbalan sabu-sabu

Balikpapan, IDN Times – Peredaran narkoba di Balikpapan sudah sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, pengguna narkotika jenis sabu-sabu bukan lagi dari kalangan dewasa saja, namun kini telah menjalar hingga ke anak-anak.

Hal ini disampaikan Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, Henny Damayanti. Kata dia, pada 2019 ini, pihaknya pernah mengungkap sorang bocah berusia 10 tahun mengonsumsi sabu-sabu.

Pengungkapan ini pun mengejutkan BNNK Balikpapan. Sebab, sebelumnya BNNK Balikpapan belum pernah mengungkap pengguna sabu-sabu berusia dini.

“Kalau tahun kemarin masih banyak dobel L, lem-lem, cukup banyak, di bawah 20 mungkin ada. Jadi kita bisa lihat bahwa pergeseran sudah cukup mengerikan (dari mengonsumsi dobel L atau lem ke sabu-sabu), ya,” katanya kepada awak media, Senin (23/12).

1. Kenal sabu-sabu dari lingkungan

BNNK Balikpapan Ungkap Bocah 10 Tahun Sudah Konsumsi Sabu-sabuKasi Rehabilitasi BNNK Balikpapan, Henny Damayanti (dua kiri). IDN Times/Surya Aditya

Dari hasil pemeriksaan kepada bocah itu, Henny menjelaskan, ia mengenal sabu-sabu dari lingkungan tempatnya tinggal. Untuk mendapatkan obat haram itu, sang bocah bukan hanya membeli, namun juga diberi secara cuma-cuma oleh orang lebih tua darinya.

“Jadi, kadang yang kecil disuruh sama yang lebih dewasa untuk beli (sabu-sabu). Dia mau untuk itu. Kadang dengan imbalan mereka membeli, dia sudah dapat sabu tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Sepanjang 2019, BNNK Balikpapan Melayani Rehabilitasi 145 Orang

2. Sang bocah pengonsumsi sabu-sabu direhabilitasi

BNNK Balikpapan Ungkap Bocah 10 Tahun Sudah Konsumsi Sabu-sabuLaman Berita FAKTA

Lebih jauh, Henny membeberkan, bocah itu mengonsumsi sabu-sabu sudah hampir setahun. Namun, dipastikannya, bocah tersebut belum sampai tahap candu, sehingga ia masih bisa diobati. Untuk mengobati ini, BNNK Balikpapan melakukan rehabilitasi kepada bocah tersebut.

“Semua akan bisa pulih. Tapi pulih itu harus terkontrol. Yang namanya pulih itu sama seperti penyakit hipertensi atau diabetes, kita harus mengontrol, berobat, tapi obat di sini bukan secara medis yang diminum, tapi perubahan perilaku dari otak,” bebernya.

3. Efek samping sabu-sabu jika dikonsumsi anak-anak

BNNK Balikpapan Ungkap Bocah 10 Tahun Sudah Konsumsi Sabu-sabuPixabay.com/rebcenter-moscow

Henny turut menerangkan efek samping sabu-sabu jika dikonsumsi anak-anak. Menurutnya, sabu-sabu akan lebih berbahaya jika dikonsumsi anak-anak ketimbang orang dewasa. Sebab, kekebalan tubuh anak-anak masih minim, sehingga belum siap jika harus menerima zat berbahaya yang terkandung dalam sabu-sabu.  

“Lebih parah. Parahnya itu bisa ke arah kerusakan organ, perubahan perilaku, dan itu bisa lebih parah daripada orang dewasa,” terangnya.

Dia pun menguraikan dampak yang akan terjadi jika seorang anak mengonsumsi sabu-sabu, apalagi mengonsumsinya dengan jumlah yang lebih besar dan rutin. Kata dia, hal yang paling nyata ada perubahan sikap sorang anak.

“Lebih ke anarkis. Kemudian perilaku-perilaku kriminalitasnya muncul. Itukan yang seharusnya anak-anak tidak miliki. Memang narkotika itu merusak otak, jadi karena otaknya rusak otomatis perilaku-perilaku yang tidak baik akan muncul,” pungkasnya.

 

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Seluruh Anggota Polres PPU Wajib Tes Urine, Jika Tidak Dijemput Provos

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya