Comscore Tracker

COVID-19 di Kaltim Semakin Masif, Gubernur Isran: Jangan Merasa Sakti!

Belum genap sebulan Kaltim 5 kali pecah rekor kasus corona

Samarinda, IDN Times - Kaltim kembali mengonfirmasi tambahan 500 kasus positif virus corona atau COVID-19 untuk kelima kalinya pada Januari 2021. Masifnya penularan COVID-19 saat ini tergambar dari laporan selama 20 hari bulan pertama 2021 ini yang mengonfirmasi 7.897 kasus.

“Penyebaran virus ini tak akan berhenti jika masyarakat tak taat dengan protokol kesehatan, jangan pernah menganggap remeh,” ujar Andi Muhammad Ishak, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim seperti dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim pada Rabu (20/1/2021) petang.

1. Jangan lengah menjaga diri dan sesama saat berada di luar rumah

COVID-19 di Kaltim Semakin Masif, Gubernur Isran: Jangan Merasa Sakti!Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim/Sekretaris Dinas Kesehatan Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Penambahan ratusan kasus aktif baru itu tersebar di sejumlah daerah di Kaltim. Dengan perincian Berau 57 kasus, Kutai Barat 22, Kutai Kartanegara 154, Kutai Timur 40, dan Mahakam Ulu 30. Diikuti Paser 13 kasus, Penajam Paser Utara 27, Balikpapan 101, Bontang 32, dan Samarinda 67. Sedangkan penambahan kasus sembuh dilaporkan sebanyak 327 kasus. Terdiri dari Berau 36 kasus, Kutai Barat 2, Kutai Kartanegara 20, Kutai Timur 41, dan Paser 6 kasus. Selain itu Penajam Paser Utara 12 kasus, Balikpapan 128, Bontang 18, dan Samarinda 64. Sebanyak 11 kasus lainnya dilaporkan meninggal dunia berasal dari Kutai Kartanegara 1 kasus, Kutai Timur 2, Penajam Paser Utara 1, Balikpapan 3, Bontang 1, dan Samarinda 3.

“Intinya tetap waspada. Patuhi dan jalankan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. Mari bersama kita menjaga diri dan menjaga sesama dari penularan COVID-19,” sarannya.

2. Gubernur Isran minta warga tak remehkan COVID-19

COVID-19 di Kaltim Semakin Masif, Gubernur Isran: Jangan Merasa Sakti!Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 melakukan tes cepat COVID-19 (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Dengan demikian akumulasi kasus positif COVID-19 di Kaltim telah mencapai 34.972 atau 939,8 kasus per 100 ribu penduduk. Dengan positif rate 18,9 persen dari total kasus diperiksa. Sebanyak 28.242 atau 80,8 persen dari akumulasi kasus positif telah dinyatakan sembuh. Sementara 901 atau 2,6 persen kasus dilaporkan meninggal dunia. Menyisakan 5.829 kasus positif berstatus aktif atau masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai COVID-19. Kondisi Kaltim saat ini, seluruh kabupaten dan kota berstatus zona merah. Dipicu lonjakan kasus positif di hampir 10 kabupaten/kota provinsi ini setiap harinya.

“Virus Corona nyata adanya, sudah ribuan orang telah menjadi korbannya. COVID-19 tidak mengenal status, siapa saja yang lalai protokol kesehatan akan tertular. Jangan merasa kuat, sakti dan anggap sepele, tetap utamakan protokol kesehatan,” sebut Isran Noor.

Baca Juga: Tak Ada Zona Hitam COVID-19 di Kaltim, Begini Penjelasan Satgas

3. Tetap disiplin protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran COVID-19

COVID-19 di Kaltim Semakin Masif, Gubernur Isran: Jangan Merasa Sakti!ilustrasi ruang isolasi COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Total konfirmasi positif selama 20 hari Januari 2021 ini di Kaltim telah melewati keseluruhan konfirmasi selama Desember 2020 di angka 7.455. Padahal, Januari 2021 masih menyisakan 11 hari. Dengan torehan sejauh ini mengonfirmasi rata-rata 394,85 kasus per hari. Dibandingkan Desember lalu, rata-rata kasus harian adalah 240,48. Itupun sudah jauh lebih banyak dari rerata 184,3 kasus per hari pada November 2020 dan 175,48 kasus per hari pada Oktober 2020.

“Kunci utama dalam memutus rantai agar kita tidak tertular adalah selalu taat dan disiplin protokol kesehatan. Menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, hindari kerumunan dan menjaga jarak,” pungkas Isran Noor.

Baca Juga: COVID-19 Kian Tak Terkendali, Empat Daerah di Kaltim Laksanakan PPKM

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya