Comscore Tracker

Mengembangkan Sektor Parawisata Jadi Fokus Program Lanjutan ABK

Salah satunya wisata arung jeram

Sangatta, IDN Times – Berbagai pihak berharap sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dengan pihak perusahaan swasta dan Lembaga adat terus terjalin. Demi pengembangan adat kebudayaan serta sektor pariwisata di daerah ini. Melalui program corporate social responsibility (CSR) yang fokus dan terukur. Dengan adanya dana CSR tersebut, pastinya Pemkab Kutim mendukung segala program inovasi yang diselenggarakan oleh ABK.

1. Pengelolaan CSR direalisasikan untuk mendukung pariwisata

Mengembangkan Sektor Parawisata Jadi Fokus Program Lanjutan ABKIDN Times/Humas Pemkab Kutim

Ketua ABK Sayyid Abdal Nanang, menyampaikan pengelolaan dana CSR harus tepat sasaran. Salah satunya adalah mendukung pengembangan program kepariwisataan di Kutim.

“Dengan adanya dana CSR, kami berencana akan segera membangun rumah adat atau lamin setiap daerah paguyuban yang ukurannya 5x10 meter. Di lahan 2 hektare bertepat di jalan ringroad Sangatta Utara,” kata Abdal menerangkan rencananya.

Tujuan dari program dimaksud menurutnya adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda tentang berbagai ada yang ada di Kutim saat ini. Sehingga menjadi tempat wisata baru di Kutim dan mendatangkan pemasukan bagi daerah.

2. Pariwisata yang dikembangkan salah satunya arung jeram

Mengembangkan Sektor Parawisata Jadi Fokus Program Lanjutan ABKPixabay/skeeze

Sambil terus mengembangkan potensi, Abdal mengaku pihaknya juga konsentrasi mengembangkan potensi pariwisata. Potensi pariwisata yang bisa dikembangkan antara lain arung jeram di Rantau Pulung, Tanjung Perancis di Sangatta Selatan serta potensi lain yang sudah lebih dulu dikembangkan namun belum maksimal.

"Di mana pun lahan parawisata kita datangi, kita kerjakan (dikembangkan)," ucap Abdal ketika diwawancarai usai acara serah terima beasiswa masyarakat adat dan paguyuban di ruang Meranti, Jumat, (8/2/2019).

3. Masyarakat dan perusahaan bersinergi baik

Mengembangkan Sektor Parawisata Jadi Fokus Program Lanjutan ABKunsplash/tribeshk

Ketika acara berlangsung, Bupati Kutim H Ismunandar mengatakan adanya dana CSR bisa menjadi wujud bahwa memang perusahaan memberikan kepercayaan lebih kepada lembaga adat. Seperti dalam pantunnya 'Pergi berlayar ke Kota Baru, singgah dulu di Tanah Bumbu, hari ini sejarah baru, masyarakat langsung dibantu'.

"Di Indonesia, baru di sini kerja sama antar pemerintah, masyarakat adat dan perusahaan benar-benar bersinergi dengan baik," ucap Ismu

Terakhir, Ismu mengajak semua pihak dapat manfaatkan bantuan CSR dengan baik. Dibarengi upaya saling mengevaluasi dan menjaga kepercayaan dengan baik. Dirinya yakin dengan sinergitas tersebut, cita-cita pembangunan di Kutim akan tercapai.

Topic:

  • Ester Ajeng

Just For You