Comscore Tracker

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baru

Gabungan antara manusia purba dan modern

Dunia sains dikejutkan dengan penemuan sisa tulang belulang manusia di Filipina. Penemuan tulang-tulang di Gua Callao ini menurut arkeolog adalah sisa rangka manusia yang telah punah puluhan ribu tahun lalu. 

Penemuan ini tidak menunjukkan klasifikasi tertentu spesies manusia purba jenis manapun, sehingga dimasukkan dalam kategori spesies baru sebagai Homo luzonensis.

Berikut IDN Times sajikan beberapa fakta menariknya untuk kamu.

1. Ditemukan oleh arkeolog Filipina

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Barufoxnews.com

Penggalian yang dilakukan di Gua Callao, wilayah utara Pulau Luzon, Filipina, diprakarsai oleh seorang arkeolog asal Filipina, Armand Salvador Mijares.

Pada tahun 2007, dia bersama rekannya berhasil menemukan sebuah fragmen tulang jari kaki manusia yang diperkirakan hidup sekitar 67.000 tahun yang lalu. Proses ekskavasi kembali dilakukan hingga 12 tulang dan gigi lainnya kembali ditemukan pada situs yang sama.

2. Terdiri atas 13 tulang dan gigi

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baruapnews.com

Berdasarkan hasil temuan berupa 7 buah gigi, 2 tulang jari tangan, 3 tulang jari kaki, dan tulang paha, peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa fragmen tulang tersebut berasal dari setidaknya tiga individu berbeda. Konstruksi tubuhnya diperkirakan kecil dan pendek.

3. Tulang jari kaki melengkung

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Barunature.com

Tinggi badan Homo luzonensis belum dapat ditentukan secara pasti. Namun bentuk jari kakinya yang melengkung menunjukkan bahwa spesies tersebut memiliki kemampuan memanjat yang cukup baik.

Sedangkan upaya analisis melalui DNA gagal dilakukan karena iklim Asia Tenggara yang hangat dan lembap menyebabkan materi genetik lebih cepat membusuk.

Baca Juga: Temuan Fosil Manusia Purba 1,8 Juta Tahun di Bumiayu Bakal Dimuseumkan

4. Ciri fisiknya merupakan perpaduan antara spesies manusia kuno dan modern

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baruphilstar.com

Ukuran gigi yang kecil dengan bentuk sederhana menunjukkan sebuah ciri modern dari manusia. Namun gigi premolar atasnya justru memiliki 3 akar, sebuah ciri yang hanya dimiliki oleh tak lebih dari 3% populasi manusia modern di dunia.

Selain itu, satu tulang kakinya juga menyerupai milik australopithecine, spesies manusia mirip kera bertubuh tegak yang mulai meninggalkan Afrika pada 3 juta tahun yang lalu.

5. Hidup sekitar 67.000-50.000 tahun yang lalu

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baruthe-scientist.con

Fosil tulang jari kaki berusia 67.000 tahun merupakan salah satu temuan tertua yang diperoleh dari situs Gua Callao, sedangkan gigi-giginya diperkirakan berusia 50.000 tahun. Para arkeolog kemudian memperkirakan bahwa mereka hidup sekitar 67.000-50.000 tahun yang lalu.

6. Mewakili spesies baru dari genus 'homo'

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baruapnews.com

Kombinasi ciri fisik yang unik pada spesies ini dinilai oleh para ilmuwan sebagai suatu ciri yang belum pernah ditemukan pada spesies manusia purba sebelumnya.

Hasil analisis pun mengungkap bahwa fosil tersebut mewakili spesies baru dari genus 'homo.' Sehingga dapat disimpulkan bahwa temuan tersebut merupakan hominin jenis baru yang kemudian diberi nama 'Homo luzonensis' karena ditemukan di Pulau Luzon, Filipina.

7. Proses migrasi ke Pulau Luzon masih menyisakan misteri

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baruinews.id

Pulau Luzon tampaknya menjadi kawasan yang cukup sulit dijangkau oleh spesies hominin kuno, karena kawasan ini tidak pernah menyatu dengan pulau-pulau lain di sekitarnya. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Homo luzonensis mampu mencapai kawasan tersebut.

Pada tahun 2018, Mijares dan rekan-rekannya mengumumkan penemuan alat-alat batu dan fosil tulang badak berusia lebih dari 700.000 tahun, lokasi penemuannya hanya sekitar 20 km dari Gua Callao.

Temuan tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa jika badak bisa berenang dan berhasil mencapai kawasan tersebut, tentu spesies manusia kuno seperti Homo luzonensis juga tidak hanya bisa berenang. Kalaupun tidak berperahu, setidaknya mereka bisa membuat rakit.

8. Dikaitkan dengan Homo erectus

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Barunews.abs-cbn.com

Beberapa ciri fisik yang dimiliki oleh spesies Homo luzonensis memiliki kemiripan dengan ciri yang juga dimiliki oleh spesies australopithecine.

Apabila spesies semacam australopithecine mampu mencapai kawasan Asia Tenggara, maka muncul pertanyaan tentang siapa yang lebih dulu bermigrasi meninggalkan daratan Afrika. Mengingat selama ini Homo erectus dikenal sebagai leluhur manusia modern yang pertama kali meninggalkan Afrika pada 1,9 juta tahun yang lalu.

9. Dinilai sebagai penemuan penting

9 Fakta Homo Iuzonensis, Manusia Purba Spesies Baruapnews.com

Selain penemuan Homo florensiensis di Pulau Flores, Homo luzonensis juga dianggap oleh para ilmuwan sebagai bagian dari temuan penting dalam sejarah peradaban manusia. Melalui dua temuan spesies baru tersebut, diperkirakan masih akan ada banyak lagi temuan fosil tulang manusia dalam beberapa tahun mendatang.

Itulah sejumlah fakta menarik tentang temuan fosil Homo luzonensis di Filipina. Semoga jadi tambahan pengetahuan dan memperkaya wawasanmu tentang sejarah evolusi manusia.

Baca Juga: Pedro Luca, Manusia Purba yang Tinggal di Gua Selama 40 Tahun!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Ulfyana Rhosyida di IDN Times Community dengan judul Spesies Manusia Purba Baru, 9 Fakta Menarik Homo Iuzonensis

Topic:

  • Mela Hapsari

Just For You