Comscore Tracker

Misteri Hutan Gambut di Kukar yang Konon Bisa Menyesatkan

Terutama bagi mereka yang suka sompral bertutur kata

Kukar, IDN Times - Indonesia tidak pernah lepas dari namanya kisah seram dari daerah-daerahnya. Salah satunya yang akan dibahas kali ini adalah hutan di Kutai Kartanegara (Kukar) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hutan di Kutai ini konon kabarnya dapat menyesatkan siapa pun yang memasukinya jika berbicara tidak pantas atau sompral. Silakan percaya atau tidak, tetapi kesaksian sejumlah orang tentunya juga tidak bisa diabaikan kan. Yuk, scrolling aja.

1. Kesaksian seorang warga setempat

Misteri Hutan Gambut di Kukar yang Konon Bisa Menyesatkan(Dok. Pantau Gambut)

Menurut Anton Suparto (48)  salah seorang warga Desa Genting Tanah di Kukar sempat mengajak satu tim untuk melihat-lihat hutan rawa gambut. Di tengah perjalanan menggunakan perahu, suara deru mesin memecah suasana hening di Sungai Belayan (anak Sungai Mahakam) yang merupakan kawasan hutan hujan tropis dataran rendah.

Tak berapa lama berlayar perahu kecil dengan mesin tempel kreasi warga ini hanya bisa memuat tiga orang, dua perahu berangkat beriringan memecah ombak kecil di sungai.

Sekitar kurang lebih 15 menit perjalanan, perahu berbelok ke arah sungai yang lebih sempit. Lebarnya hanya kurang lebih lima meter, sungai kecil itu bernama Sungai Luah Tanjung. Hutan rawa gambut sekarang sudah memiliki status hutan desa, perjalanan menyusuri sungai membutuhkan 45 menit untuk sampai ke hutan.

Baca Juga: Seram! Mitos Kerajaan Gaib Gunung Padai di Berau

2. Larangan berkata-kata sompral

Misteri Hutan Gambut di Kukar yang Konon Bisa MenyesatkanANTARA FOTO/Anis Efizudin

Anton berpesan kepada pengunjung yang ia bawa agar tidak berbicara aneh-aneh di hutan nanti, tidak satu pun yang mempertanyakan imbauan itu karena terlanjur takut duluan. Anton bersama temannya Badri menghantarkan pengunjung berkeliling hutan, mereka memang bertugas untuk menjaga hutan dari ancaman perambahan sapai kebakaran lahan. 

“Kedalaman gambut di sini mencapai 6 meter. Jika tidak hati-hati berjalan, kita bisa saja terperosok," ujarnya. 

Suasana hutan rawa gambut sangat amat terasa, warga desa sangat menjaga kondisi alami hutan dengan baik. Apalagi kini Anton telah dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Genting Tanah, tugas yang begitu sulit ini berada di punggungnya.

Bagaimana tidak berat? Harus menggunakan hutan untuk kemakmuran desa, namun tetap tidak melupakan kelestarian hutannya.

“Untuk menyejahterakan masyarakat karena hutan menjadi sumber ikan, sumber perkembangbiakan ikan," paparnya. 

3. Penghuni hutan para jin yang suka menyesatkan

Misteri Hutan Gambut di Kukar yang Konon Bisa Menyesatkanpixabay

Di dalam hutan ini pengunjung dapat menyaksikan bermacam tanaman endemik Kaltim yang tidak akan ditemukan di tempat lain, selain itu jika beruntung bisa menemukan aktivitas orangutan pada habitat sebenarnya.

Setelah cukup berkeliling, Anton mengajak rombongan yang ia pandu kembali ke pusat desa. Perjalanan menuju desa jauh lebih ekstrem karena diselimuti hujan lebat,

“Khawatir ada pohon tumbang atau dahan yang patah dan bisa menimpa kita," sebutnya.

Ketika tiba di titik keberangkatan barulah timbul pertanyaan tentang imbauan yang mengherankan sepanjang perjalanan tadi.

Badri David atau Pak Map menjelaskan bahwa pantangan ketika masuk ke hutan desa itu

“Intinya kita dilarang berbicara yang macam-macam, misal merasa lebih jago, lebih hebat, atau berbicara kasar lainnya. Karena setiap hutan ada penghuninya.”

Menurut Pak Map, hutan ini dihuni oleh makhluk gaib yang tak bisa dilihat mata manusia normal. Jika makhluk gaib itu tersulut emosinya karena ucapan pengunjung, bisa saja penghuni gaib itu membuat pengunjung tersesat kehilangan arah walaupun menggunakan alat bantu penunjuk arah sekalipun.

Pernah ada warga yang tersesat karena hendak menebang pohon, kemudian ada juga yang pisau parangnya lepas kemudian hilang entah ke mana.

“Aku selalu bawa cermin supaya tidak diganggu. Karena cermin memantulkan bentuk asli sehingga penghuni gaib tidak bisa menipu pandangan kita,” ujarnya.

Baca Juga: Kesultanan Kukar tentang Sejarah Masuknya Islam ke Kalimantan  

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya