Comscore Tracker

Pohon Setia Raja di Danau Melintang yang Menyimpan Legenda Kota Gaib

Masih dikeramatkan sebagian masyarakat

Kukar, IDN Times - Indonesia kaya akan kisah mistis. Kali ini salah satunya akan membahas tentang kisah mistis Pohon Setia Raja yang ada di Danau Melintang Kutai Kertanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim). 

Pohon Setia Raja adalah pohon yang bisa berdiri kokoh tepat di tengah-tengah Danau Melintang. Posisi pohon ini sangat unik di mana menyerupai gapura desa, sehingga dijuluki warga sebagai penjaga desa. 

Kedua pohon di kedua sisi ini seakan seperti penerima tamu untuk orang-orang yang akan memasuki desa. Penasaran kan, yuk sama-sama kita baca artikelnya. 

1. Kisah misteri di balik keberadaan Pohon Setia Raja

Seorang warga Kutai bernama Hery Cahyadi menuturkan terdapat kisah misteri di balik keberadaan Pohon Setia Raja ini. Warga Desa Muara Enggelam ini menyebutkan kisahnya ada sangkut paut dengan perjalanan Kerajaan Kutai di masa lalu. 

Sebagai catatan, Kerajaan Kutai masih dianggap sebagai peradaban kerajaan tertua di Indonesia di masa 400 masehi silam. 

Kisah ini pun diwariskan turun temurun dari warga Desa Muara Enggelam. 

Awal penyebutan nama bagi pohon kembar tersebut menjadi Pohon Setia Raja ketika Sultan Kutai Kertanegara hendak membangun Masjid Agung sehingga membutuhkan tiang utama yang sangat kuat serta kokoh.

Warga menyebutnya dengan tiang guru, kemudian disebarkan empat orang utusan ke segala penjuru Kutai yang terdiri dari pangeran juga putra mahkota kerajaan. 

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kutai sebagai Cikal Bakal Masyarakat di Kaltim

2. Empat utusan ke segala penjuru negeri

Pohon Setia Raja di Danau Melintang yang Menyimpan Legenda Kota Gaibsains.kompas.com

Keempat utusan ini berpencar ke sungai, ada yang menuju pesisir, ada juga yang ke kawasan pegunungan, serta ada pula yang pergi ke arah danau yaitu Danau Melintang ini.

Salah seorang utusan yang mengambil arah ke danau ini merupakan putera mahkota Kerajaan Kutai Kartanegara. Ketika putera mahkota tiba bersama hulu balang juga rombongan di Danau Melintang.

Perjalanan mereka dihentikan oleh gerombolan makhluk gaib yang ternyata penghuni Danau Melintang ini, kemudian bertanya tujuan rombongan ini datang. Dengan cekatan sang putera mahkota menjelaskan maksud kedatangannya. 

Kemudian mendapat jawaban bahwa yang cocok adalah kayu bangkirai. Setelah meminta izin, putera mahkota diantarkan ke tempat kayu tersebut.

3. Permintaan khusus dari makhluk gaib di Danau Melintang

Pohon Setia Raja di Danau Melintang yang Menyimpan Legenda Kota GaibTanaman padi di Danau Melintang (IDN Times/Surya Aditya)

Setelah kayu didapatkan, ternyata ada permintaan khusus dari makhluk gaib untuk menjadi bagian dari Kerajaan Kutai. Namun tak langsung diterima karena harus seizin Sultan Kutai. Saat pulang kembali di kerajaan dan menceritakan permintaan itu, sultan setuju dan memerintahkan puteranya untuk  menyampaikan persetujuannya. 

Putera mahkota pun kembali ke danau kemudian menemui makhluk gaib. Ia menancapkan tongkat di tempat pertemuan awal mereka. Tongkat tersebut kemudian menjadi perkampungan gaib sebagai tanda kesetiaan terhadap Kerajaan Kutai.  

Di tempat itulah tumbuh pohon rengas yang sekarang disebut sebagai Pohon Setia Raja.

4. Lambang kesetiaan kota gaib penghuni Danau Melintang

Pohon Setia Raja di Danau Melintang yang Menyimpan Legenda Kota GaibKompleks Makam Kesultanan Kutai Ing Martadipura. (Sumber: situsbudaya.id)

Pohon tersebut perlambang kesetiaan kota gaib yang amat besar penghuni Danau Melintang terhadap Kerajaan Kutai Kartanegara. Konon perkampungan gaib itu kini telah menjadi kota gaib yang besar, megah, serta modern.

Hery percaya akan kebenaran dari kisah mistis sekaligus legenda tersebut benar terjadi. Pasalnya banyak warga yang sudah melihat kemegahan kota gaib tersebut dengan mata kepala sendiri.  Ada yang diajak berkeliling untuk menikmati kemegahan kota tersebut dan ada juga yang melihat warga-warga gaib dengan pakaian kesultanan seperti singa.

Yang mengalami hal terebut juga masih dekat dengan Hery, seperti tamunya dari Kota Tenggarong, dan istrinya sendiri.

Kisah ini tidak pasti kebenarannya, tetapi sudah dipercaya oleh semua warga Suku Kutai.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kutai sebagai Peradaban Tertua di Indonesia

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya