ilustrasi mengidentifikasi kelemahan (pexels.com/Ivan Samkov)
Meskipun nganggur, kamu bisa tunjukin kalau kamu tetap keep up sama tren industri. Ikut webinar, networking, dan riset tentang arah karier kamu bisa jadi poin plus.
Contoh: "Saya aktif ikut webinar tentang digital marketing dan banyak ngobrol dengan profesional di LinkedIn. Jadi saya nggak cuma stay updated, tapi juga makin mantap sama tujuan karier saya."
Kalau alasan kamu nganggur karena sebelumnya ada kesalahan atau kegagalan, gak masalah. Yang penting kamu bisa tunjukin bahwa kamu belajar dari itu dan berbenah.
Contoh: "Saya sadar dulu kurang kuat di manajemen waktu, tapi saya ikut pelatihan khusus dan sekarang udah punya sistem kerja yang lebih rapi dan efektif."
Gak kerja dalam waktu lama bukan berarti kamu gak punya nilai. Asal kamu bisa jelaskan dengan jujur, percaya diri, dan fokus pada pembelajaran yang kamu dapat, recruiter akan lihat kamu sebagai kandidat yang tangguh dan berkembang.
Ingat, bukan soal berapa lama kamu menganggur, tapi bagaimana kamu memanfaatkan waktu itu. Tetap semangat dan yakin kalau kamu pantas untuk kesempatan baru yang lebih baik!