Situasi global saat ini tengah berada dalam kondisi tidak menentu. Sejumlah konflik bersenjata terus berlangsung, mulai dari perang Ukraina–Rusia yang belum menunjukkan tanda berakhir, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, hingga memanasnya hubungan Republik Rakyat Tiongkok dengan Taiwan. Terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia menggunakan bom fosfor dalam serangan di wilayah Ukraina, meski kebenaran klaim tersebut masih terus diselidiki.
Bom fosfor dikenal sebagai salah satu senjata paling berbahaya dan tidak dapat dipandang remeh. Penggunaannya berpotensi menimbulkan dampak fatal, baik terhadap manusia maupun lingkungan.
Di sisi lain, dunia juga diguncang oleh invasi besar-besaran Israel ke Gaza. Serangan tersebut menewaskan ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sehingga memicu kecaman internasional. Human Rights Watch bahkan meneliti sejumlah video yang diduga menunjukkan penggunaan fosfor putih oleh militer Israel dalam operasi di Lebanon dan Gaza pada Oktober 2023.
Secara kimia, fosfor terbagi menjadi dua jenis utama, yakni fosfor merah dan fosfor putih. Fosfor merah tergolong tidak beracun, sementara fosfor putih sangat berbahaya. Jika digunakan sebagai senjata, fosfor putih dapat menimbulkan kerusakan besar terhadap manusia, bangunan, serta lingkungan sekitar.
Meski telah diatur dalam hukum internasional, penggunaan fosfor putih dalam konflik bersenjata masih dilaporkan terjadi di sejumlah negara. Lantas, apa sebenarnya fosfor putih dan bagaimana zat ini bisa digunakan sebagai senjata?
